Apa yang dimaksud dengan Lensa Makro (Macro Lens) pada fotografi?

Lensa Makro

Mau tanya guys , Dalam dunia Media Fotografi ada istilah Macro Lens nah apa yang dimaksud dengan Lensa Makro (Macro Lens) pada fotografi ?

Lensa makro adalah lensa yang mempunyai rasio pembesaran maksimum setidaknya 1:1, atau “1x” pada spesifikasi lensa. Artinya, subjek dapat direproduksi dalam ukuran penuh pada sensor gambar kamera: objek 10 mm dapat diproyeksikan ke dalam sensor sebagai gambar 10 mm jika lensa berada cukup dekat dengan subjek. Rasio pembesaran maksimum 1:2 atau “0,5x” berarti bahwa ukuran maksimum bahwa sebuah gambar dari objek 10 mm yang sama dapat diproyeksikan ke dalam sensor adalah 5 mm, atau hanya setengah dari ukuran sebenarnya.

Karakteristik Lensa Makro

Lensa makro didesain khusus untuk menghasilkan kinerja optik optimal pada jarak fokus sangat pendek dan biasanya paling tajam pada jarak dekat, meskipun tidak berarti bahwa Anda hanya dapat menggunakannya untuk fotografi makro. Banyak lensa makro juga mampu menunjukkan kinerja bagus ketika membidik subjek normal pada jarak yang normal.

Karakteristik penting lain dari lensa makro yang digunakan pada jarak pendek adalah bahwa lensa tersebut memiliki kedalaman bidang sempit. Artinya lensa harus difokuskan dengan hati-hati untuk mendapatkan detail yang diinginkan dalam fokus sempurna. Anda mungkin perlu menghentikan apertur untuk mendapatkan kedalaman bidang yang cukup dengan beberapa subjek. Tetapi kedalaman bidang dangkal dapat menjadi keuntungan, menegaskan detail fokus penting sekaligus mengaburkan latar belakang yang mengganggu.

Jarak fokus dan kerja minimum

Keterangan:
[1] Jarak fokus minimum (sekitar 13 cm / 5,1 in. pada pembesaran 1x)
[2] Jarak berfungsi (sekitar 2 cm / 0,8 in. pada pembesaran 1x)
[3] Jarak fokus minimum (sekitar 35 cm / 13,8 in. pada pembesaran 1x)
[4] Jarak berfungsi (sekitar 16 cm / 6,3 in. pada pembesaran 1x)
[5] Permukaan sensor gambar

Spesifikasi lensa “jarak pemfokusan minimum” dapat membingungkan. Jarak fokus minimum diukur dari subjek ke titik fokus belakang dari lensa, yang berada di bidang sensor gambar pada bodi kamera. Istilah “jarak kerja” digunakan untuk mendeskripsikan jarak antara subjek dan elemen depan lensa.

Jika sebuah lensa mempunyai spesifikasi jarak pemfokusan minimum 0,2 m (20 cm), misalnya, tergantung pada ketebalan bodi kamera dan panjang lensa, mungkin Anda hanya mempunyai jarak kerja beberapa sentimeter ketika lensa difokuskan pada jarak minimum untuk mengambil gambar makro 1:1. Jarak dengan subjek yang sedekat itu dapat menyulitkan pencahayaan (flash khusus makro dan lampu ring tersedia untuk mengatasi masalah pencahayaan seperti ini), pemfokusan bisa sulit dilakukan jika subjek atau kamera bergerak meski hanya sedikit, dan Anda dapat menakuti subjek hidup pada jarak sedekat itu. Jika masalah itu terjadi, Anda harus memilih lensa makro yang mempunyai panjang fokus lebih jauh agar mendapatkan jarak kerja yang lebih jauh.

Sumber : Sony

Secara umum, makro berarti “makroskopik”, tetapi di dunia fotografi, ini berarti “menangkap foto benda sangat kecil, lebih besar daripada aslinya”. Apabila Anda memasangkan jenis lensa yang sedikit berbeda, yang disebut lensa makro untuk bidikan Anda, Anda akan dapat menangkap dunia miniatur dengan cara yang besar, yang tidak mungkin bisa dilakukan dengan lensa standar.

Selain menangkap dunia miniatur yang lebih besar daripada aslinya, fitur lain dari fotografi makro yaitu, Anda dapat memburamkan segalanya di luar area fokus, seakan-akan semuanya meleleh. Jika Anda memiliki kamera dengan lensa yang dapat dipertukarkan (seperti model EOS DSLR atau EOS M-series), Anda akan dapat mengambil jenis foto ini, hanya dengan menyiapkan lensa makro di tangan.

Lensa Makro

Jika Anda hanya memiliki lensa kit atau lensa premium standar, Anda juga akan memerlukan lensa khusus yang disebut lensa makro, Perbedaan antara lensa makro dan lensa standar yaitu, bahwa lensa makro memungkinkan Anda memotret subjek dari jarak sangat dekat. Apabila menggunakan lensa standar, saat Anda bergerak mendekati subjek, lensa akan keluar fokus setelah titik tertentu, sedangkan lensa makro dengan panjang fokus yang sama, akan memungkinkan Anda memfokuskan sangat dekat ke subjeknya. Pokoknya, dengan lensa makro, Anda dapat mengambil foto yang lebih besar dari ukuran aslinya.

Membandingkan lensa standar dengan lensa makro.

Saya menempatkan beberapa aksesori di atas meja, dan membidiknya sedekat mungkin sewaktu masih dalam fokus. Pada kedua foto ini, saya membidik dari panjang fokus kira-kira 100mm. Foto pertama diambil dengan lensa zoom standar (EF24-105mm f/4L IS USM), dan yang satunya lagi diambil dengan lensa makro (EF100mm f/2.8L Macro IS USM).

Lensa zoom standar tidak akan dapat membuat subjek tampak sebesar ini, meskipun segala upaya sudah dilakukan. Lensa akan keluar fokus jika jarak Anda terlalu dekat.

Namun demikian, dengan lensa makro, saya dapat menangkap subjek hingga tampak sebesar ini! Perbedaannya mencengangkan, bukan? Ini adalah fitur lensa makro.

Memahami Pembesaran Maksimum

Lensa makro secara normal memiliki pembesaran maksimum 1x. Pembesaran maksimum ini bisa agak membingungkan, jadi Anda cukup untuk memahami istilahnya. Untuk sekarang, ingat saja, bahwa “1x” adalah ukuran maksimum yang dapat Anda tangkap. Kebetulan, dengan lensa zoom standar, pembesaran maksimum adalah sekitar 0,2 hingga 0,3x. Semakin besar angkanya, semakin dekat Anda dapat membidiknya.

Jika Anda tidak tahu secara pasti mengenai pembesaran maksimum lensa Anda, bacalah buku petunjuk atau halaman web produsennya, dan cari di bawah “Specifications” (Spesifikasi).

EF-S60mm f/2.8 Macro USM

Lensa ini seharusnya “1x”. Seandainya ini adalah lensa standar, angkanya akan seperti 0,2x.

Lensa makro manakah yang akan Anda rekomendasikan?

Meskipun ini akan bergantung pada target bidikan Anda, namun secara pribadi, saya akan merekomendasikan lensa dengan panjang fokus 100mm pada kesetaraan film 35mm, yang dapat digunakan untuk segala tujuan.

Namun demikian, jika Anda menggunakan kamera dengan sensor ukuran APS-C, lensa 100mm mungkin agak seperti telefoto untuk keperluan Anda, jadi, lensa sekitar 60mm sudah memadai. Lensa 60mm APS-C khusus, juga terjangkau harganya.

Apakah ada hal lainnya yang saya perlukan?

Semakin dekat Anda ke subjeknya, semakin jelas goyangan kamera, jadi akan lebih praktis jika Anda menggunakan tripod kecil.

Bagaimana menemukan dan menangkap dunia makro

Pertama, temukan sesuatu yang Anda anggap indah. Misalnya, foto bunga hortensia putih yang diambil pada lokasi ini.

Setelah menemukan fitur yang menurut Anda bagus, siapkan kamera, lalu dekati subjek Anda. Anda seyogianya dapat mengambil foto dengan bokeh halus seperti foto di bawah ini.

Karena subjeknya diperbesar sewaktu memotret dalam makro, aturan dasarnya yaitu, menemukan bagian tertentu yang indah. Alih-alih segera menyiapkan kamera, sebaiknya Anda terlebih dulu mencari subjek yang kemungkinan besar menghasilkan foto yang paling indah.

Saran
Pertama, cari fitur tertentu yang menurut Anda tampak indah!

Setelah menemukan fitur yang menurut Anda bagus, siapkan kamera, lalu dekati subjek Anda. Anda seyogianya dapat mengambil foto dengan bokeh halus seperti foto di bawah ini.

Apabila jarak Anda sedekat ini, Anda dapat mengalami dunia makro sepenuhnya! Foto ini juga diburamkan dengan indahnya! Namun demikian, karena fokusnya pada beberapa kelopak bunga di latar depan, subjeknya tidak tampak seindah yang diharapkan dalam foto. Orang yang melihat foto ini mungkin bingung, kelopak bunga mana yang harus dilihat.

Foto di awal artikel ini adalah hasil dari penyetelan halus lebih lanjut pada posisi dan sudut untuk hanya fokus pada satu helai kelopak bunga. Kamera hanya fokus pada kelopak bunga di kanan bawah!

Ketangkasan fotografi makro adalah memfokuskan pada satu titik yang Anda anggap indah, dan mendefokus yang lainnya. Jika Anda melakukan itu, maka akan lebih mudah untuk menyampaikan kepada pemirsa, bagian mana yang Anda fokuskan.

Saran
Apabila membidik dalam makro, fokuskan pada satu titik yang Anda anggap indah!

Gunakan mode Aperture Priority

Jika memungkinkan, cobalah untuk tidak menggunakan mode Auto ketika membidik, tetapi gunakan mode Av (Aperture Priority). Dalam fotografi makro, kadar bokeh adalah hal yang penting. Dengan kata lain, kuncinya adalah menyesuaikan aperture.

Mulailah dengan menggunakan aperture sekitar f/4.0 sebagai panduan, dan setel dari sana. Jika ingin lebih banyak bokeh, cobalah menyesuaikan ke f/2.8; untuk sedikit bokeh, coba f/5.6. Selain itu, jika membidik sambil menggenggam kamera, Anda harus menetapkan kecepatan rana yang cukup tinggi. Apabila jarak Anda sedekat seperti yang saya lakukan pada foto di atas, kamera Anda mungkin akan goyang pada kecepatan sekitar 1/100 detik. Oleh karena itu, pada umumnya saya merekomendasikan kecepatan rana 1/300 hingga 1/600 detik. Apabila menggunakan mode Av, sesuaikan sendiri kecepatan ISO (tingkatkan kecepatan ISO untuk kecepatan rana yang lebih tinggi) untuk mendapatkan kecepatan rana yang meniadakan efek goyangan kamera.

Inilah semua yang perlu Anda ingat apabila memulainya, supaya Anda dapat menikmati fotografi makro sepenuhnya!

Terakhir, mari kita ulangi langkah-langkah penting yang sudah saya cakup untuk fotografi makro.

Langkah 1: Dapatkan dulu lensa makro.

Langkah 2: Awali bidikan Anda dengan mencari fitur yang Anda anggap paling indah!

Langkah 3:

  • Jika memungkinkan, gunakan aperture f/4.0 dalam mode Av sebagai panduan.
  • Untuk pemotretan genggam kamera, gunakan kecepatan rana 1/300 hingga 1/600.
  • Jika itu belum cukup, tingkatkan kecepatan ISO untuk mendapatkan kecepatan rana yang lebih tinggi.

Semudah menghitung, 1, 2, 3! Miliki saja lensa makro dan temukan Dunia Makro Anda sendiri!

Lensa yang Direkomendasikan

EF100mm f/2.8L Macro IS USM

EF-S60mm f/2.8 Macro USM

Sumber

https://snapshot.canon-asia.com/indonesia/article/id/uncover-a-whole-new-world-with-macro-lenses?gclid=Cj0KCQiAkePyBRCEARIsAMy5ScvE6Ly-IpMdNDm3y07_SsUr3CelKaNQtUCcagiHKvBx6NJCh0MWvY4aAsW1EALw_wcB