Apa yang Dimaksud dengan Kontak Sosial dalam Ilmu Sosiologi?


Dalam ilmu Sosiologi terdapat istilah kontak sosial.

Apa yang dimaksud dengan kontak sosial dalam ilmu Sosiologi?

Kontak sosial berasal dari bahasa Latin con atau cum yang berarti ‘bersama-sama’ atau tango yang berarti ‘bersama-sama menyentuh’. Jika kontak fisik berarti hubungan badaniah, seperti ciuman hingga persetubuhan, tetapi maknanya hal itu terjadi hubungan memberi dan menerima dan saling memengaruhi. Akan tetapi, dalam makna sosial, kontak sosial berarti adanya hubungan yang saling memengaruhi tanpa perlu bersentuhan. Misalnya, pada saat berbicara yang mengandung pertukaran informasi atau pendapat, yang tentu saja akan memengaruhi pengetahuan atau cara pandang.

Di era yang kian maju, kemajuan teknologi informasi telah menghasilkan suatu bentuk kontak sosial yang baru. Orang dapat melakukan kontak sosial melalui telepon, telegraf, radio, surat, e-mail, dan lain sebagainya. Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yakni:

  • Kontak sosial antara orang per orang. Misalnya, seorang anak dengan anggota keluarganya yang lain;
  • Antara orang per orang dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya antara sekelompok manusia dengan orang per orang. Dalam hal ini, kelompok dianggap sebagai kesatuan yang, misalnya, memiliki nilai bersama yang mengatur. Apabila seseorang berinteraksi dalam kelompok tersebut, ia harus menggunakan pertimbangan bahwa norma tiap-tiap orang dalam kelompok tersebut sama. Jika ia akan menentang norma yang ada, bukan hanya satu orang saja dari anggota kelompok itu yang bereaksi, melainkan semua anggota kelompok. Jika seseorang masuk ke dalam kelompok, seperti partai politik, ia harus menyesuaikan diri dengan ideologi partai politik tersebut.
  • Antara suatu kelompok manusia dan kelompok manusia yang lainnya. Misalnya, kelompok-kelompok agama berkumpul menolak tindakan terorisme yang mengatasnamakan agama yang terjadi.

Dari uraian di atas, juga harus diuraikan beberapa sifat kontak sosial, antara lain:

1. Kontak sosial tidak hanya tergantung pada tindakan, tetapi juga tanggapan terhadap tindakan itu

Kita dapat saja melakukan komunikasi panjang lebar dengan seseorang, tetapi jika tidak ada tanggapan, tindakan itu tidak dapat dikategorikan sebagai kontak sosial. Jadi, ada hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar-individu, antar-kelompok, atau antar-individu dan kelompok, juga ada hubungan saling memengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan pola interaksi atau lebih jauh memengaruhi struktur sosial .

2. Kontak sosial dapat bersifat negatif dan positif

Kontak sosial yang bersifat positif akan menghasilkan kerja sama yang saling menguntungkan. Sebaliknya, kontak sosial yang negatif akan menghasilkan konflik atau pertentangan atau menghasilkan hubungan mendominasi yang merugikan satu pihak.

3. Suatu kontak sosial juga dapat bersifat primer dan sekunder

Dalam kontak sosial primer, dua subjek yang mengadakan kontak saling berhadapan muka, tidak menggunakan media atau sarana lainnya, seperti telepon dan lain sebagainya. Mereka saling berjabat tangan, memandang, dan menukar senyuman. Sebaliknya, dalam kontak sosial sekunder, dua subjek yang mengadakan kontak menggunakan media atau sarana-sarana tertentu.

Kontak primer tentunya akan menghasilkan akibat yang lebih dalam dalam interaksi sosial , seperti besarnya pengaruh dan intensifnya pertukaran sosial—pengaruh dan risikonya lebih besar dan kuat. Sebagai contoh: dapat dirasakan bagaimana rasanya dan bagaimana hasil melamar pekerjaan antara diantar lewat kurir atau dikirim lewat pos dibandingkan dengan diantar sendiri dan bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan tempat kita melamar pekerjaan.