Apa yang dimaksud dengan Kin selection dalam ilmu sosial?

Kin selection merupakan pemahaman bahwa sikap tolong menolong antar sesama didasari oleh sifat genetis seseorang. Apa yang anda ketahui tentang kin selection ?

Kin selection merupakan suatu pemikiran dimana orang berperilaku untuk lebih memilih menolong seseorang yang memiliki hubungan genetis dalam rangka untuk bertahan hidup.

Orang akan lebih memilih seseorang yang memiliki hubungan genetis daripada yang tidak dalam situasi hidup dan mati, misalnya peristiwa kebakaran.

Para psikolog tidak menyarankan bahwa orang harus mempertimbangkan pentingnya biologis dari perilaku mereka sebelum memutuskan untuk menolong atau tidak. Menurut teori evolusi, orang-orang yang mengikuti aturan “pentingnya biologis” lebih dapat bertahan hidup daripada yang tidak.

Perlindungan kerabat (kin selection)

Menurut teori evolusi, tindakan orang tua ini adalah demi kelangsungan gen-gen orang tua yang ada dalam diri anak. Orang tua yang mengutamakan kesejahteraan anak dibandingkan dengan kesejahteraan dirinya sendiri, gennya akan mempunyai peluang lebih besar untuk bertahan dan lestari dibandingkan orang tua yang mengabaikan anaknya (Myers, 1996). Hal ini berlaku juga untuk kerabat yang lebih jauh di mana kedekatan gen-gen secara biologis membuat manusia terprogram secara alami untuk lebih menolong orang yang masih tergolong kerabatnya.

Hubungan dalam kerabat


Hubungan keluarga merupakan suatu ikatan kekerabatan yang terbentuk melalui masyarakat. Ada tiga jenis hubungan keluarga yang dikemukakan oleh Robert R. Bell (Ihromi, 2004: 91), yaitu:

  • Kerabat Dekat (conventional kin)
    Terdiri dari individu yang terikat dalam keluarga melalui hubungan darah, adopsi dan atau perkawinan, seperti suami istri, orang tua-anak, dan antar-saudara (siblings).

  • Kerabat Jauh (discretionary kin)
    Terdiri dari individu yang terikat dalam keluarga melalui hubungan darah, adopsi dan atau perkawinan, tetapi ikatan keluarganya lebih lemah daripada keluarga dekat. Anggota kerabat jauh kadang-kadang tidak menyadari adanya hubungan keluarga tersebut. Hubungan yang terjadi di antara mereka biasanya karena kepentingan pribadi dan bukan karena adanya kewajiban sebagai anggota keluarga. Biasanya mereka terdiri atas paman dan bibi, keponakan dan sepupu.

  • Orang yang dianggap kerabat (fictive kin)
    Seseorang dianggap anggota kerabat karena ada hubungan yang khusus, misalnya hubungan antar teman akrab. Erat-tidaknya hubungan dengan anggota kerabat tergantung dari jenis kerabatnya dan lebih lanjut dikatakan Adams, bahwa hubungan dengan anggota kerabat juga dapat dibedakan menurut kelas sosial (Ihromi, 2004: 99).

A post was merged into an existing topic: Apa yang anda ketahui tentang pahlawan?