© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Kepentingan Nasional (National Interest)?

kepentingan nasional

Kepentingan Nasional (National Interest) adalah tujuan-tujuan yang ingin dicapai sehubungan dengan kebutuhan bangsa/negara atau sehubungan dengan hal yang dicita-citakan.

Apa yang dimaksud dengan kepentingan nasional (National Interest) ?

kepentingan nasional

Dalam Kamus Hubungan Internasional, pengertian dari kepentingan nasional (National Interest) adalah tujuan mendasar serta faktor paling penting yang menentukan dan memandu para pembuat keputusan dalam merumuskan politik luar negeri.

Kepentingan nasional adalah usaha negara untuk mengejar power, dimana power adalah segala sesuatu yang bisa mengembangkan dan memelihara kontrol suatu negara terhadap negara lain. (H.J.Morgenthau)

Morgenthau juga mengatakan bahwa konsep kepentingan nasional serupa dengan konsep umum konstitusi Amerika Serikat dalam dua hal yaitu kesejahteraan umum (general welfare) dan hak perlindungan hukum. Konsep tersebut memuat arti minimum yang inheren dalam konsep itu sendiri yang mana adalah melindungi identitas fisik, politik, dan kulturalnya dari gangguan negara-bangsa lain.

Dengan kata lain hakekat kepentingan nasional menurut Morgenthau adalah power (pengaruh, kekuasaan, dan kekuatan).

Untuk Indonesia, secara umum kepentingan nasional adalah sesuai dengan yang tercantum dalam pembukaan UUD 45 alenia 4 yang berbunyi;

“…melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,…”.

Sedangkan kepentingan Indonesia secara khusus, terkait dengan hubungan antar bangsa yang di amanahkan pada Kementerian Luar Negeri adalah;

“pemantapan politik luar negeri dan peningkatan kerja sama internasional dalam bidang multilateral adalah meningkatnya peran aktif Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dan keamanan internasional, pemajuan dan perlindungan HAM, kerjasama kemanusiaan serta meningkatnya pembangunan ekonomi, sosial budaya, keuangan, lingkungan hidup, perdagangan, perindustrian, investasi, komoditi, dan perlindungan hak kekayaan intelektual melalui penguatan kerjasama multilateral.”

Untuk mencapai sasaran tersebut, maka Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia merencanakan program, yakni :

“Program tahun 2010-2014 adalah “Peningkatan Peran dan Diplomasi Indonesia di Bidang Multilateral”. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan peran dan diplomasi Indonesia dalam penanganan isu multilateral.”

Dalam isu hubungan perdagangan antar bangsa, kepentingan Indonesia melalui Kementerian Perdagangan adalah:

“Meningkatkan akses pasar ekspor melalui diplomasi perdagangan dan Mengamankan kebijakan perdagangan nasional di forum internasional.”

kepentingan nasional

Menurut K.J Hoslty kepentingan nasional mencakup empat unsur, yakni:

  1. Security (Keamanan),

    Merupakan tujuan utama dari setiap negara untuk mempertahankan diri (Self Defence), dalam artian untuk melindungi penduduk, wilayah, kedaulatannya dari ancaman yang membahayakan dan bukan hanya dalam perang dan juga hal yang bersifat fisik saja, namun juga termasuk dalam hal penduduk, pemerintah, ekonomi serta ideologi.

  2. Autonomy (Otonomi),

    Kemampuan untuk memformulasikan kebijakan domestik dan luar negeri berdasarkan pada prioritas pemerintah sendiri dan segala resikonya, serta kemampuan untuk menahan tekanan, pengaruh dan ancaman dari negara lain.

  3. Wellafare (Kesejahteraan),

    Faktor yang menjadi tolak ukur keberhasilan daru suatu negara. Sebagai conth adalah sebuah negara yang memiliki kekuatan militer besar namun tidak memperhatikan kesejahteraan rakyatnya nerupakan kelompok golongan negara kurang baik. Sedangkan negara yang memiliki kekuatan militer kurang kuat namun memperhatikan kesejahteraan rakyatnya adalah negara yang baik.

  4. Prestigious (Prestis)

    Keunggulan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki peranan yang penting, selain pandangan tradisional yang menganggap sumber utama status adalah kekuatan militer. Sebagai contoh adalah upaya yang dilakukan oleh negara-negara semi peri-peri untuk menjadi negara pusat, negara berkembang atau pinggiran untuk menjadi negara maju atau semi peri-peri.

Namun, implementasi kepentingan nasional Indonesia tersebut tidaklah mudah. Persaingan dalam kehidupan yang semakin global kini telah menjadikan Indonesia harus berusaha keras mewujudkan hal tersebut.

Referensi

Jack C. Plano and Roy Olton, The International Relations Dictionary, Holt, Rinehart and Winston, 1969.
Mochtar Mas’oed, Ilmu Hubungan Internasional: Disiplin dan Metodologi, LP3ES, Jakarta 1990.
K.J Holsty, International Politics:A Frame Work for Analysis,New York Premtise Hall International Inc.1995.

Kepentingan nasional merupakan tujuan dari negara yang kemudian diejawantahkan dalam kebijakan luar negeri “National interest as a guide to foreign policy” (Griffiths, Terry O’Callaghan & Roach, 2008), dimana kepentingan nasional digunakan sebagai arahan dalam penentuan kebijakan luar negeri. Kepentingan nasional juga digunakan untuk menjelaskan dan memberikan support dalam kebijakan tertentu.

Dalam mengejar kepentingan nasional, perlu diingat bahwa keamanan territorial, vitalitas ekonomi, dan kemerdekaan politik dalam negeri (domestik) dan luar negeri saling terhubung dan batas-batas keduanya dapat menjadi kabur (Kegley Jr. dan Witkopf, 2004).

Setiap negara pasti memiliki kepentingan nasional. Stephen Krasner mendefinisikan kepentingan nasional itu sebagai

an empirically validated set of transitively ordered objectives that did not disproportionately benefit any particular group in society” (Griffith, 2002).

Secara bebas diterjemahkan bahwa kepentingan adalah tujuan-tujuan yang telah diatur sedemikian hingga benar-benar sesuai dan secara adil mengakomodasi semua orang. Jadi kepentingan negara adalah merupaka cerminan dari keinginan rakyatnya.

Dalam beberapa definisi mengenai kebijakan luar negeri, dapat dilihat bahwa peranan kepentingan nasional merupakan kriteria utama bagi para pengambil keputusan untuk menentukan sikap atau tindakan. Kepentingan nasional merupakan konsepsi yang sangat umum, namun merupakan unsur yang sangat vital bagi sebuah negara.

Unsur tersebut mencakup kelangsungan hidup bangsa dan negara, kemerdekaan, keutuhan wilayah, keamanan dan kesejahteraan ekonomi (Plano dan Olton dala Jervis 2005).

Kepentingan nasional juga dibagi berdasarkan tingkatan-tingkatan sebagai berikut, yaitu:

  1. Primary interest (kepentingan primer/utama), termasuk didalamnya perlindungan terhadap fisik negara, politik, dan identitas budaya dan keselamatan dari ancaman luar. Kepentingan primer tidak dapat dikompromikan atau ditukar, semua negara-negara di dunia memiliki kepentingan ini dan harus mempertahankannya sebisa mungkin.

  2. Secondary interest (kepentingan sekunder), merupakan kepentingan dimana diarahkan keluar negara tersebut, sebagai contoh: melindungi aset- aset negara di luar negeri, melindungi warga negara lain, dan member kekebalan bagi warga negara seorang diplomat merupakan kepentingan sekunder.

  3. Permanent interest (Kepentingan permanen), merupakan kepentingan yang cenderung konstan dalam jangka panjang, kepentingan ini bervariasi seiring dengan jalannya waktu, tapi cenderung berubah secara lambat, sebagai contoh Australia selama berabad-abad memiliki kepentingan untuk tetap memiliki ketertarikan politik dengan Inggris Raya sampai saat ini.

  4. Variable interest (Kepentingan tidak tetap), kepentingan ini merupakan fungsi berdasarkan personalitas, opini publik, kepentingan-kepentingan yang bersifat parsial, partisan politik dan moral yang berlaku pada saat ini. Dengan kata lain dengan variabel-variabel inilah yang lebih sering disebut sebagai kepentingan nasional karena berubah dalam waktu yang sangat cepat.

  5. General Interest (Kepentingan-kepentingan umum), adalah kepentingan dimana negara dapat menerapkannya dalam bentuk yang tepat dan umum di sebuah daerah geografis yang luas pada sejumlah besar negara, atau pada beberapa lapangan yang bersifat khusus (seperti ekonomi, perdagangan, diplomatik, hukum internasional, dan sebagainya).

  6. Specific interest (Kepentingan–kepentingan khusus), adalah kepentingan yang cenderung lebih mendekati kepada waktu dan atau tempat dan sering hasil yang logis dari kepentingan-kepentingan umum (Rosenau, 2006).

Kepentingan nasional merupakan suatu hal yang bersifat kontekstual dan dapat dievaluasi hanya dalam bemtuk dari sebuah elemen power seperti kapabilitas militer, sumber daya ekonomi, dan jumlah penduduk. Power secara historis berkaitan dengan forces.

Meskipun demikian, salah satu bagian dari power tidak dapat menetukan national power.
Kepentingan nasional suatu negara tidak hanya satu keperluan, namun terdiri dari beberapa kebutuhan yang ingin dipenuhi oleh negara yang bersangkutan. Tidak ada negara yang bisa menyelesaikan seluruh yang diinginkan dalam kebijkan luar negerinya.

Oleh karena itu setiap negara harus memiliki sistem operatif tentang prioritas yang mengatur pilihan-pilihan kebijakannya, dimana didalamnya tercakup skala prioritas dari kebijakan luar negeri suatu negara. Tanpa adanya skala prioritas yang jelas dan rinci dalam kebijakan luar negeri suatu negara akan lebih sulit bagi negara tersebut untuk mengoperasionalkan kebijakan luar negerinya, sebaliknya, negara yang merancang skala prioritas yang baik dalam kebijkan luar negerinya akan lebih mudah dalam melaksanakannya serta mencapai sasaran yang diharapkan dari kebijakan luar negeri tersebut.

1 Like