Apa yang Dimaksud dengan Kepemimpinan?

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan ?

2 Likes

Definisi kepemimpinan secara luas meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok, mempengaruhi interpretasi pengorganisasian, untuk mencapai sasaran, memelihara hubungan kerjasama dan kerja kelompok dari orang- orang di luar organisasi.

Menurut Josept C.Rost dikutip oleh Triantoro Safaria (2004:3), Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi di antara pemimpin dan bawahan yang menginginkan perubahan nyata yang mencerminkan tujuan bersama

Menurut Oemar Hamalik (2005:168) Kepemimpinan adalah suatu proses pemberian petunjuk dan pengaruh kepada anggota kelompok atau organisasi dalam melaksanakan tugas-tugas. Maka kepemimpinan mempunyai ciri-ciri:

  1. Kepemimpinan harus melibatkan orang lain yaitu bawahan atau anggota organisasi. Keberadaan orang lain tersebut yang menyebabkan kedudukan seorang pemimpin.

  2. Kepemimpinan tampak pada perbedaan pembagian kekuasaan antara pemimpin dengan yang dipimpin. Pemimpin mempunyai kekuasaan memberikanb petunjuk kepada anggota kelompok atau organisasi , dapat sama atau berbeda.

  3. Kepemimpinan harus dapat mempengaruhi anggotanya. Pemimpin tidak hanya memberitahukan bentuk kegiatan, tetapi juga mengarahkan bawahannya agar memahami perintah yang diberikan kepada mereka untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Pada masa kini banyak sekali yang berpendapat tentang kepemimpinan, yaitu:

  • Kepemimpinan sebagai seni : menempatkan bakat sebagai faktor penting dan berpengaruh besar terhadap kemampuan mewujudkan, artinya kepemimpinan akan efektif dan efisien bila di tangan orang- orang yang berkuantitas, bakatnya besar dan tinggi.

  • Kepemimpinan sebagai ilmu : lebih menitikberatkan pada proses belajar dan latihan, artinya kepemimpinan akan efektif dan efisien, bila di tangan orang yang terampil/terlatih dan ahli dalam memimpin. Kemampuan itu dapat diperoleh melalui proses belajar dan melatih diri secara intensif.

Definisi kepemimpinan secara luas meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku bawahan untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.

Kepemimpinan terkadang dipahami sebagai kekuatan untuk menggerakkan dan mempengaruhi orang. Menjadi seorang pemimpin kerap kali menghadapi perubahan dalam dirinya sebagai hasil proses antara pematangan jiwa dan perubahan yang terjadi diluar dirinya termasuk dalam menghadapi konflik saat berjalannya suatu organisasi, konflik merupakan segala macam interaksi pertentangan dan anagonistik antara dua atau lebih pihak.

Mengelola suatu organisasi termasuk didalamnya mengelola sumber daya manusia, memerlukan prinsip-prinsip manajemen termasuk prinsip dan teori kepemimpinan. Seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan dalam memimpin organisasinya, terutama dalam hal manajemen sumber daya manusia. Dengan demikian seorang pimpinan dalam suatu organisai merupakan faktor yang menentukan atas keberhasilan organisasi yang dipimpinnya.

Menurut Luther Gulick sebagaimana dikutip oleh Sutarto (1993:28) tentang pengertian organisasi dalam hubungannya dengan kepemimpinan mengatakan bahwa :

“Organization is the means of interrelating the subdivisions of work by allotting them to men who are placed in a structure of authority, so that to work may be coordinated by orders of superior to subordinates, reaching from the top to the bottom of the entire enterprice”.
Organisasi adalah alat saling hubungan satuan-satuan kerja yang memberikan mereka kepada orang-orang yang ditempatkan dalam struktur wewenang, sehingga pekerjaan dapat dikoordinasikan oleh perintah para atasan kepada bawahan yang menjangkau dari puncak sampai ke bawah dair seluruh badan usaha

Seorang pemimpin akan berhasil apabila menempatkan orang-orang yang benar ke dalam posisi yang tepat seperti ungkapan “The Right Man In The Right Place”. Apabila hal tersebut dipenuhi, besar kemungkinan pemimpin tersebut akan berhasil menjalankan tugas kepemimpinannya.

Kepemimpinan merupakan salah satu dimensi kompetensi yang sangat menentukan terhadap kinerja atau keberhasilan organisasi. Esensi pokok kepemimpinan adalah cara untuk memengaruhi orang lain agar menjadi efektif tentu setiap orang bisa berbeda dalam melakukan.

Kepemimpinan merupakan seni, karena pendekatan setiap orang dalam memimpin orang dapat berbeda tergantung karakteristik pemimpin, karakteristik tugas maupun karakteristik orang yang dipimpinnya. Armstrong (2003) menyatakan kepemimpinan adalah proses memberi inspirasi kepada semua karyawan agar bekerja sebaik-baiknya untuk mencapai hasil yang diharapkan.

Kepemimpinan menurut Anoraga (2003) diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk dapat mempengaruhi orang lain, melalui komunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan maksud untuk menggerakkan orang-orang tersebut agar dengan penuh pengertian, kesadaran dan senang hati bersedia mengikuti kehendak-kehendak pemimpin itu.

Fungsi-fungsi Kepemimpinan


Fungsi kepemimpinan berhubungan dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok atau organisasi dimana fungsi kepemimpinan harus diwujudkan dalam interaksi antar individu. Menurut Rivai (2005) secara operasional fungsi pokok kepemimpinan dapat dibedakan sebagai berikut:

  1. Fungsi Instruktif
    Fungsi ini bersifat komunikasi satu arah. Pemimpin sebagai komunikator merupakan pihak yang menentukan apa, bagaimana, bilamana, dan dimana perintah itu dikerjakan agar keputusan dapat dilaksanakan secara efektif.

  2. Fungsi konsultatif
    Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. Konsultasi itu dimaksudkan untuk memperoleh masukan berupa umpan balik untuk memperbaiki dan menyempurnakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dan dilaksanakan. Dengan menjalankan fungsi konsultatif dapat diharapkan keputusan-keputusan pimpinan akan mendapat dukungan dan lebih mudah menginstruksikannya sehingga kepemimpinan berlangsung efektif.

  3. Fungsi Partisipasi
    Dalam menjalankan fungsi ini pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam keikut sertaan mengambil keputusan maupun dalam melaksanakannya. Partisipasi tidak berarti bebas berbuat semaunya, tetapi dilakukan secara terkendali dan terarah berupa kerjasama dengan tidak mencampuri atau mengambil tugas pokok orang lain.

  4. Fungsi Delegasi
    Fungsi ini dilaksanakan dengan memerikan pelimpahan wewenang membuat atau menetapkan keputusan, baik melalui persetujuan maupun tanpa persetujuan dari pimpinan. Fungsi delegasi pada dasarnya berarti kepercayaan.

  5. Fungsi Pengendalian
    Fungsi pengendalian bermaksud bahwa kepemimpinan yang sukses atau efektif mampu mengatur aktivitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif sehingga memungkinkan terciptanya tujuan bersama secara maksimal.

Indikator Kepemimpinan


Menurut Wahjosumidjo (1991) secara garis besar indikator kepemimpinan adalah sebagai berikut:

  1. Bersifat adil
    Dalam kegiatan suatu organisasi, rasa kebersamaan diantara para anggota adalah mutlak, sebab rasa kebersamaan pada hakikatnya merupakan pencerminan dari pada kesepakatan antara para bawahan maupun antara pemimpin dengan bawahan dalam mencapai tujuan organisasi

  2. Memberi sugesti
    Sugesti biasanya disebut sebagai saran atau anjuran. Dalam rangka kepemimpinan, sugesti merupakan pengaruh dan sebagainya, yang mampu menggerakkan hati orang lain dan sugesti mempunyai peranan yang sangat penting di dalam memelihara dan membina harga diri serta rasa pengabdian, partisipasi, dan rasa kebersamaan diantara para bawahan.

  3. Mendukung tujuan
    Tercapainya tujuan organisasi tidak secara otomatis terbentuk, melainkan harus didukung oleh adanya kepemimpinan.

  4. Katalisator
    Seorang pemimpin dikatakan berperan sebagai katalisator, apabila pemimpin itu selalu dapat meningkatkan segala sumber daya manusia yang ada, berusaha memberikan reaksi yang menimbulkan semangat dan daya kerja cepat semaksimal mungkin.

  5. Menciptakan rasa aman
    Setiap pemimpin berkewajiban menciptakan rasa aman bagi para bawahannya. Dan ini hanya dapat dilaksanakan apabila setiap pemimpin mampu memelihara hal-hal yang positif, sikap optimisme di dalam menghadapi segala permasalahan, sehingga dalam melaksanakan tugas-tugasnya, bawahan merasa aman, bebas dari segala perasaan gelisah, kekhawatiran, merasa memperoleh jaminan keamanan dari pimpinan.

  6. Sebagai wakil organisasi
    Setiap bawahan yang bekerja pada unit organisasi apapun, selalu memandang atasan atau pimpinannya mempunyai peranan dalam segala bidang kegiatan, lebih-lebih yang menganut prinsip-prinsip keteladanan atau panutan-panutan.

  7. Sumber inspirasi
    Seorang pemimpin pada hakikatnya adalah sumber semangat bagi para bawahannya. Oleh karena itu, setiap pemimpin harus selalu dapat membangkitkan semangat para bawahan sehingga bawahan menerima dan memahami tujuan organisasi dengan antusias dan bekerja secara efektif ke arah tercapainya tujuan organisasi.

  8. Bersikap menghargai
    Setiap orang pada dasarnya menghendaki adanya pengakuan dan penghargaan diri pada orang lain. Demikian pula setiap bawahan dalam organisasi memerlukan adanya pengakuan dan penghargaan dari atasan.

Beberapa pendapat para ahli tentang kepemimpinan mengandung pengertian dan makna yang sama. Berikut definisi kepemimpinan menurut para ahli :

  1. Kepemimpinan adalah rangkaian kegiatan penataan berupa kemampuan mempengaruhi perilaku orang lain dalam situasi tertentu agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Sutarto)

  2. Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain agar melaksanakan pekerjaan bersama menuju suatu tujuan tertentu. (Sondang P. Siagian)

  3. Kepemimpinan adalah aktifitas mempengaruhi orang-orang agar mau bekerjasama untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Ordway Tead)

  4. Kepemimpinan adalah hubungan yang erat ada dalam diri orang atau pemimpin, mempengaruhi orang-orang lain untuk bekerja sama secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai keinginan pemimpin. (George Terry)

  5. Kepemimpinan adalah kemampuan membuat orang-orang bertindak sesuai dengan keinginan pemimpin. (Franklin G. Mooore)

Tipe dan Gaya Kepemimpinan


Kartini Kartono menjelaskan bahwa tipe kepemimpinan terbagi atas:

  1. Tipe Kharismatik
    Tipe ini mempunyai daya tarik dan pembawaan yang luar biasa, sehingga mereka mempunyai pengikut yang jumlahnya besar. Kesetiaan dan kepatuhan pengikutnya timbul dari kepercayaan terhadap pemimpin itu. Pemimpin dianggap mempunyai kemampuan yang diperoleh dari kekuatan Yang Maha Kuasa.

  2. Tipe Paternalistik
    Tipe Kepemimpinan dengan sifat-sifat antara lain;

    • Menganggap bawahannya belum dewasa
    • bersikap terlalu melindungi
    • Jarang memberi kesempatan bawahan untuk mengambil keputusan
    • Selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
  3. Tipe Otoriter
    Pemimpin tipe otoriter mempunyai sifat sebagai berikut:

    • Pemimipin organisasi sebagai miliknnya
    • Pemimpin bertindak sebagai dictator
    • Cara menggerakkan bawahan dengan paksaan dan ancaman.
  4. Tipe Militeristik
    Dalam tipe ini pemimpin mempunyai siafat sifat:

    • Menuntut kedisiplinan yang keras dan kaku
    • Lebih banyak menggunakan sistem perintah
    • Menghendaki keputusan mutlak dari bawahan
    • Formalitas yang berlebih-lebihan
    • Tidak menerima saran dan kritik dari bawahan
    • Sifat komunikasi hanya sepihak
  5. Tipe Demokrasi
    Tipe demokrasi mengutamakan masalah kerja sama sehingga terdapat koordinasi pekerjaan dari semua bawahan. Kepemimpinan demokrasi menghadapi potensi sikap individu, mau mendengarkan saran dan kritik yang sifatnya membangun. Jadi pemimpin menitik beratkan pada aktifitas setiap anggota kelompok, sehingga semua unsure organisasi dilibatkan dalam akatifitas, yang dimulai penentuan tujuan, pembuatan rencana keputusan, disiplin.

Syarat-syarat Kepemimpinan


Ada tiga hal penting dalam konsepsi kepemimpinan antara lain:

  1. Kekuasaan
    Kekuasaaan adalagh otorisasi dan legalitas yang memberikan wewenang kepada pemimpin untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu dalam rangka penyelesaian tugas tertentu.

  2. Kewibawaan
    Kewibawaan merupakan keunggulan, kelebihan, keutamaan sehingga pemimpin mampu mengatur orang lain dan patuh padanya.

  3. Kemampuan
    Kemampuan adalah sumber daya kekuatan, kesanggupan dan kecakapan secara teknis maupun social, yang melebihi dari anggota biasa.

Sementara itu Stodgill yang dikutip James A. Lee menyatakan pemimpin itu harus mempunyai kelebihan sebagai persyaratan, antara lain:

  1. Kepastian, kecerdasan, kewaspadaan, kemampuan berbicara, kemampuan menilai.
  2. Prestasi, gelar kesarjanaan, ilmu pengetahuan dalam bidang tertentu.
  3. Tangggung jawab, berani, tekun, mandiri, kreatif, ulet, percaya diri, agresif.
  4. Partisipasi aktif, memiliki stabilitas tinmggi, kooperatif, mampu bergaul.
  5. Status, kedudukan sosial ekonomi cukup tinggidan tenar.

Ciri-ciri Kepemimpinan Yang Baik


WA. Gerungan menjelaskan bahwa seorang pemimpin paling tidak harus memiliki tiga ciri, yaitu:

  1. Penglihatan Sosial
    Artinya suatu kemampuan untuk melihat dan mengerti gejala-gejala yang timbul dalam masyarakat sehari-hari.

  2. Kecakapan Berfikir Abstrak
    Dalam arti seorang pemimpin harus mempunyai otak yang cerdas, intelegensi yang tingggi. Jadi seorang pemimpin harus dapat menganalisa dan mumutuskan adanya gejala yang terjadi dalam kelompoknya, sehingga bermanfaat dalam tujuan organisasi.

  3. Keseimbangan Emosi
    Orang yang mudah naik darah, membuat ribut menandakan emosinya belum mantap dan tidak memililki keseimbangan emosi. Orang yang demikian tidak bisa jadi pemimpin sebab seorang pemimpin harus mampu membuat suasana tenang dan senang. Maka seorang pemimpin harus mempunyai keseimbangan emosi.

Pemimpin Formal dan Informal


Dalam masyarakat kita mengenal jenis-jenis kepemimpinan antara lain pemimpin negara, pemimpin agama, pemimpin seminar dan lain-lain. Sehingga dari berbagai jenis kepemimpinan tersebut dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar yaitu pemimpin formal dan pemimpin informal.

  1. Pemimpin Formal
    Pemimpin formal adalah orang yang dalam sebuah organisasi ditunjuk sebagai pemimpin berdasarkan keputusan dan pengangkatan resmi untuk memangku suatu jabatan dalam struktur organisasi, dengan segala hak dan kewajibannya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Ciri-ciri pemimpin formal :

    • Berstatus sebagai pemimpin formal yang ditunjuk oleh yang berwenang.
    • Memperoleh dukungan dari organisasi formal dan mempunyai atasan.
    • Harus memenuhi persyaratan formal
    • Mendapat kenaikan pangkat
    • Dapat dimutasikan
    • Memperoleh imbalan akan balas jasa materiel imateriel.
    • Bila melakukan kesalahan dapat dikenai sanksi atau hukuman.
    • Selama menjadi pemimpin berhak mengatur sepenuhnya organisasi yang dipimpinnya.
  2. Pemimpin Informal
    Pemimpin informal ialah seorang yang tidak secara resmi diangkat sebagai pemimpin, tetapi merupakan kehormatan biasanya karena menpunyai kelebihan ditunjuk sebagai pemimpin sehingga mampu mempengaruhi kondisi psikis dan perilaku suatu kelompok. Ciri-ciri pemimpin formal:

    • Masyarakat/kelompok mengakui dirinya sebagai pemimpin.
    • Tidak ada pengangkatan resmi sebagai pemimpin.
    • Tidak dapat dimutasi
    • Tidak punya atasan
    • Jika melalukan kesalahan tidak dikenai hukuman hanya kurang kepercayaan terhadap dirinya.
    • Tidak mendapat balas jasa.

Kepemimpinan atau Leadership adalah seni seorang pemimpin mempengaruhi perilaku bawahan, agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi. Dari literatur diketahui ada teori yang menyatakan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan dibuat. Ada pula yang menyatakan bahwa pemimpin itu terjadi karena adanya kelompok-kelompok / orang-orang, dan ia melakukan pertukaran dengan yang dipimpin.

Menurut Handoko (2008) bahwa leadership adalah proses mempengaruhi kegiatan individu atau kelompok dalam usaha untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu. Menurut Danim (2007) Leadership adalah proses kerjasama diantara manusia untuk mencapai tujuan, sebagai suatu bentuk energi yang memotori setiap usaha bersama, yang memberikan model untuk di teladani, yang menimbulkan semangat kerja, dan yang mempercayai bawahan untuk mengendalikan diri sendiri.

According to Manz and Neck (2004) self-leadership is a process in which leaders exercise self-influence to motivate and direct personal behavior in all aspects of their lives. This, in other words, creates the ultimate form of intrinsic motivation and removes the need for extrinsic rewards (Journal of Leadership and Organizational Studies, 2005, Volume 11, Number 4 ).

Jenis – Jenis Leadership

Ada berbagai macam jenis Leadership, antara lain sebagai berikut:

  1. Leadership transaksional
    Model leadership ini berfokus pada transaksi antar pribadi, antara manajemen dan karyawan dua karastristik yang melandasi leadership transaksional adalah:
  • Para pemimpin menggunakan penghargaan kontingensi untuk kinerja para karyawan.
  • Para pemimpin melaksanakan tindakan korektif hanya ketika para bawahan gagal mencapai tujuan kinerja.
  1. Leadership karismatik
    Leadership ini menekankan prilaku pemimpin yaang simbolis. Pesan- pesan mengenai visi dan memberikan inspirasi, komunikasi non-verbal, daya tarik terhadap nilaai- nilai ideologos, stimulasi intelektual terhadap para pengikut oleh pemimpin, penampilan kepercayaan diri sendiri dan untuk kinerja yang melampaui panggilan tugas.

  2. Leadership Visioner
    Leadership ini merupakan kemampuan untuk menciptakan dan mengartikulasi suatu visi yang realistis, dapat dipercaya, atraktif dengan masa depan bagi suatu organisasi atau unit organisasi yang terus tumbuh dan terus meningkat.

Ciri – Ciri Leadership

Menurut Davis yang dikutip oleh Reksohadiprojo dan Handoko (2003), ciri-ciri utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah :

  1. Kecerdasan (Intelligence)
    Penelitian-penelitian pada umumnya menunjukkan bahwa seorang pemimpin yang mempunyai tingkat kecerdasan yang lebih tinggi daripada pengikutnya, tetapi tidak sangat berbeda.

  2. Kedewasaan, Sosial dan Hubungan Sosial yang luas
    Pemimpin cenderung mempunyai emosi yang stabil dan dewasa atau matang, serta mempunyai kegiatan dan perhatianyang luas.

  3. Motivasi diri dan dorongan berprestasi
    Pemimpin secara relatif mempunyai motivasi dan dorongan berprestasi yang tinggi, mereka bekerja keras lebih untuk nilai intrinsik.

  4. Sikap-sikap hubungan manusiawi
    Seorang pemimpin yang sukses akan mengakui harga diri dan martabat pengikut-pengikutnya, mempunyai perhatian yang tinggi dan berorientasi pada bawahannya.

Indikator Leadership

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa seorang pemimpin harus mempunyai tingkat kecerdasan, motivasi dan dorongan yang lebih tinggi daripada bawahannya. Disamping itu untuk melihat gaya leadership seorang pemimpin dapat dilihat melalui indikator-indikator.

Menurut Siagian (2002), indikator-indikator yang dapat dilihat sebagai berikut:

  1. Iklim saling mempercayai.
  2. Penghargaan terhadap ide bawahan.
  3. Memperhitungkan perasaan para bawahan.
  4. Perhatian pada kenyamanan kerja bagi para bawahan.
  5. Perhatian pada kesejahteraan bawahan.
  6. Memperhitungkan faktor kepuasan kerja para bawahan dalam menyelesaikan tugas tugas yang dipercayakan padanya.
  7. Pengakuan atas status para bawahan secara tepat dan professional.
1 Like

Kepemimpinan merupakan subyek yang telah lama menarik perhatian banyak orang. Istilah yang mengkonotasikan citra individual yang kuat dan dinamis yang berhasil memimpin di bidang apapun yang berada pada puncak kejayaan atau memimpin negara. Istilah ini juga dipakai untuk menggambarkan tentang keberanian dan kemampuan memimpin dalam berbagai lagenda da mitos. Banyak pendapat yang mengemukakan pengertian dari kepemimpinan.

“Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas kelompok yang terorganisir untuk mencapai sasaran” (Rauch & Behling, 1984. h.46).

Menurut House E.A (1999) kepemimpinan adalah kemampuan individu untuk mempengaruhi, memotivasi, dan membuat orang lain mampu memberikan kontribusinya demi efektivitas keberhasilan organisasi. Sedangkan menurut D. Katz & Kahn (1978) kepemimpinan adalah pengaruh tambahan yang melebihi dan berada di atas kebutuhan mekanis dalam mengarahkan organisasi secara rutin. Secara garis besar, kepemimpinan adalah proses untuk mempengaruhi orang lain untuk memahami dan setuju dengan apa yang perlu dilakukan dan bagaimana tugas itu dilakukan secara efektif, serta proses untuk memfasilitasi upaya individu dan kolektif untuk mencapai tujuan bersama.

Namun dalam hal ini, kepemimpinan yang dipimpin oleh pemimpin berbeda dengan manajemen yang dipimpin oleh manajer. Kotter (1990) membedakan antara kepemimpinan dan manajemen dalam hal proses inti dan hasil yang diharapkan. Berikut perbedaan kepemimpinan dan manajemen :

Kepemimpinan Manajemen
Berusaha untuk membuat perubahan dalam organisasinya Berusaha untuk membuat perkiraan dengan aturan
Dipimpin oleh pemimpin Dipimpin oleh manajer
Menyusun visi masa depan dan strattegi untuk membuat perubahan yang dibutuhkan. Menetapkan sasaran operasional, membuat rencana tindakan berdasarkan jadwal dan mengalokasikan sumber daya.
Mengkomunikasikan dan menjelaskan visi Mengorganisasi dan menugaskan (menentukan struktur, menugaskan ke berbagai pekerjaan)
Memotivasi dan memberi inspirasi kepada orang lain untuk mencapai visi itu Memantau hasil dan menyelesaikan masalah


Sumber: japantimes.co.jp

Kepemimpinan atau Kekuasaan?

Kekuasaan adalah kapasitas untuk mempengaruhi secara universal sikap dan perilaku orang sesuai arah yang diinginkan. Menurut Max Weber, kekuasaan adalah kemampuan untuk dalam suatu hubungan sosial, melakukan kemauan sendiri sekalipun mengalami perlawanan dan apapun dasar kemampuan ini. (M. Budiardjo, ed., 1983:16). “ Kekuasaan adalah suatu hubungan dimana seseorang atau kelompok dapat menentukan tindakan seseorang atau kelompok lain ke arah tujuan pihak pertama.” - Harold D. Laswell dan A. Kaplan.

Unsur-unsur kekuasaan :

  1. Kemampuan / kekuatan / kepemimpinan
  2. Kemauan / keinginan dari seseorang/kelompok/lembaga
  3. Dalam situasi hubungan sosial
  4. Wujudnya berbentuk keputusan yang membatasi atau memperluas alternatif dalam bertindak

Wewenang dan kekuasaan memiliki fungsi yang hampir mirip, namun keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas. Perbedaan dari wewenang dengan kekuasaan yaitu wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu, sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk melakukan hak tersebut. Selain itu perbedaanya juga bahwa kewenangan bisa juga disebut sebagai kekuasaan yang memiliki keabsahan ( legitime power ), sedangkan kekuasaan tidak selalu memiliki keabsahan. Tetapi kewenangan dan kekuasaan tidak dapat dipisahkan dan membentuk suatu hal yang berkaitan satu sama lain, karena wewenang tanpa kekuasaan atau kekuasaan tanpa wewenang akan menyebabkan konflik dalam organisasi.

Kekuasaan dapat dipertahankan dengan cara – cara berikut :

  • Dengan jalan meninggalkan segenap peraturan-peraturan lama, terutama dalam bidang politik dan merugikan kedudukan penguasa
  • Mengadakan sistem-sistem kepercayaan
  • Pelaksanaan administrasi dan birokrasi yang baik.
  • Mengadakan konsolidasi secara horizontal dan vertikal.
Referensi
  1. Adair, John, 2008. Kepemimpinan yang memotivasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
  2. Antonio, Syafii, Muhammad, 2007. Muhammad SAW : The Super Leader Super Manager. Jakarta : Tazkia Multimedia & ProLM Centre.Bandung: Penerbit Alfabeta
  3. Chen Chen-Jui, Silverthorne Colin, 2005. Leadership effectiveness, leadership style and employee readiness. California: Leadership & Organization Development Journal Vol. 26 No. 4, 2005 pp. 280-288 .
1 Like