Apa yang dimaksud dengan Kepemimpinan?

Definisi kepemimpinan telah berubah selama beberapa dekade. Pada tahun 1930-an hingga 1950-an, para peneliti mendefinisikan kepemimpinan dalam kaitannya dengan kualitas dan sifat pemimpin.

Menurut Bogardus, konsepsi sifat ini menganggap kepemimpinan sebagai “kepribadian dalam tindakan”. Lebih lanjut, Weber menyarankan bahwa kepribadian heroik dan inspirasional pemimpin adalah salah satu sumber legitimasi. Stogdill merekonseptualisasikan kepemimpinan bukan sebagai milik individu, tetapi sebagai hubungan antara orang-orang dalam situasi sosial. Secara konsisten dengan pendekatan situasional ini, Pfeffer menyarankan bahwa pemimpin muncul sebagai konsekuensi dari waktu dan keadaan terlepas dari karakteristik individu mereka. Selain itu, Pfeffer mendefinisikan kembali peran pemimpin dengan menyarankan bahwa pemimpin tidak secara langsung memengaruhi hasil material. Sebaliknya, mereka mengelola simbol dengan membangun dan mempertahankan sikap, keyakinan, dan emosi.

Definisi kepemimpinan kontemporer mengadopsi pendekatan interaksional yang menangkap karakteristik pemimpin dan situasinya sehingga menunjukkan bahwa kualitas, karakteristik, dan keterampilan khusus yang penting untuk kepemimpinan yang sukses sangat ditentukan oleh tuntutan situasi sosial.

Sumber : David Matsumoto, The Cambridge Dictionary of Psychology