© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan kebutuhan Afiliasi?

Apa yang dimaksud dengan kebutuhan Afiliasi ?

Menurut Murray (dalam Baron & Byrne, 1997) kebutuhan afiliasi merupakan kebutuhan untuk membentuk pertemanan dan untuk bersosialisasi, untuk berinteraksi secara dekat dengan orang lain, untuk bekerja sama dan berkomunikasi dengan orang lain dengan cara bersahabat, dan untuk jatuh cinta.

Menurut Feldman (1993) menyatakan bahwa kebutuhan berafiliasi adalah suatu kebutuhan untuk memantapkan dan mempertahankan hubungan denganorang lain. Orang yang memiliki kebutuhan berafiliasi mereka sering ingin bersama dengan temannya dari pada dengan orang yang berafiliasi rendah.

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kebutuhan afiliasi merupakan kebutuhan untuk membina hubungan dengan orang lain dan diterima oleh orang lain serta untuk berinteraksi secara dekat dengan orang lain, bekerja sama dan berkomunikasi dengan orang lain dengan cara bersahabat.

Aspek – aspek Kebutuhan Berafiliasi

Hill (dalam Baron & Byrne, 1997) melakukan penelitian dan kemudian mengemukakan empat komponen atau aspek kontak komunikasi yang menunjukan bahwa sumber-sumber pemenuhan berafiliasi dari individu, yaitu:

  1. Positive Stimulation (Rangsangan Positif)
    Rangsangan afeksi dan kognisi yang menyenangkan yang diperoleh dari tindakan afiliasi. Diharapkan melalui pemenuhan kebutuhan afiliasi, individu mendapatkan kepuasan dan perasaan yang menyenangkan dari orang lain.

  2. Emotional Support (Dukungan Emosional)
    Pengurangan derajat pengaruh negatif yang muncul dari situasi yang dapat menimbulkan rasa takut atau penuh tekanan dengan cara melakukan kontak sosial. Saat seseorang merasakan tekanan atau ketakutan, dengan melakukan kontak sosial diharapkan orang lain dapat memberi dukungan atau masukan yang dapat meredakan tekanan tersebut.

  3. Social Comparison (Perbandingan Sosial)
    Kapasitas untuk menurunkan keambiguan melalui pemerolehan informasi yang relevan dari diri seseorang. Suatu proses untuk mencapai evaluasi diri ( self evaluation ) dengan membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang secara umum mirip dengan dirinya sehingga diperoleh penilaian terhadap diri sendiri (keterampilan, bakat, sikap dan nilai).

  4. Attention (Perhatian)
    Potensi untuk meningkatkan harga diri dan citra diri melalui pujian dan pemusatan perhatian orang lain pada diri seseorang. Dengan berafiliasi diharapkan seseorang memiliki kesempatan untuk dikenali oleh orang lain. Selain itu, dia juga menunjukan siapa dirinya dan memperoleh perhatian dari orang lain.

Karakteristik Kebutuhan Afiliasi

Menurut McClelland (1990) orang yang mempunyai kebutuhan berafiliasi yang kuat mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  1. Berprestasi lebih baik pada situasi yang afiliatif. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi cenderung akan berprestasi yang baik dalam menghadapi tugas dimanapun mereka berada.
  2. Mempertahankan hubungan antar individu. Individu yang memiliki kebutuhan afiliasi yang tinggi akan belajar untuk berhubungan dengan dunia sosial lebih cepat, lebih peka dan banyak berbincang-bincang dengan orang lain.
  3. Memiliki rasa takut akan penolakan. Individu yang memiliki rasa afiliasi yang tinggi cenderung untuk menghindari konflik dan kompetisi, karena mereka takut mendapat feedback yang negatif dari orang lain.