Apa yang dimaksud dengan kapabilitas inovasi atau innovation capability?

Inovasi

Inovasi ( innovation ), menurut Schumpeter (1934), merupakan proses pembuatan produk komersial dari suatu hasil ciptaan ( invention ). Pengertian produk dalam tulisan ini mencakup barang dan jasa, sedangkan invention sendiri didefinisikan sebagai proses penciptaan atau pengembangan produk atau proses baru.

Menurut Kasim dan Noh (2012), definisi dari innovation capability adalah kemampuan perusahaan untuk mentransfrom pengetahuan dan ide kedalam produk dan proses baru.

Selanjutnya innovation capability didefinisikan sebagai seperangkat dari karakteristik organisasi yang mendukung kegiatan inovasi ( Burgelman et al., 2004 ).

Menurut Lawson dan Samson (2001)

“innovation capability is a theoretical framework aiming to describe the actions that can be taken to improve the success of innovation activities” .

Rogers (1983) menegemukakan terdapat lima karakteristik innovation atau inovasi, yaitu:

  • Relative advantage
  • Kompatibilitas
  • Complexity
  • Trialability
  • Observability

Menurut Kasim dan Noh (2012), terdapat tiga dimensi dari innovation capability adalah sebagai berikut :

  • Innovativeness
    Innovativeness merupakan suatu kesiapan perusahaan dalam menerima ide baru dan mentransformasikan kedalam produk atau jasa yang baru.

  • Capacity to Innovate
    Capacity to innovate merupakan kapasitas organisasi untuk berinovasi dengan melalui komitmen dan implementasi dari inovasi baru. Komitmen yang dimaksud adalah ketersediaan dari organisasi untuk menjadi inovatif dan melakukan aktivitas inovasi.

Willingness to Change
Kegiatan bisnis saat ini tidak menentu, organisasi harus dapat terus menerus merespon agar tetap kompetitif. Sehingga diperlukan perubahan dan inovasi, organisasi harus bersedia untuk berubah terlebih dahulu untuk mempelajari metode baru, pengetahuan baru, dan mengimplementasikan ide baru untuk kemajuan perusahaan.

Menurut Lawson dan Samson (2001), faktor-faktor yang menentukan innovation capability di perusahaan, yaitu:

  • Visi dan Strategi (Vision and Strategy)
  • Memanfaatkan Basis Internal (Harnessing Internal Base)
  • Intelijen Organisasi (Organizational Intelligence)
  • Struktur Organisasi (Organizational Structure)
  • Sistem Penghargaan (Reward Systems)
  • Budaya dan Iklim Organisasi (Organizational Culture and Climate)
  • Faktor Teknologi (Technology Factor)