Apa yang dimaksud dengan investasi?

Investasi

Investasi dan ekonomi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Apa yang dimaksud dengan investasi?

Pengertian Investasi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah kata benda yang artinya penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Investasi sering disebut juga penanaman modal atau pembentukan modal. Investasi juga dapat disebut sebagai kegiatan untuk membuka usaha dan menggunakan uang untuk membeli barang barang modal.

Investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran atau pembelanjaan penanam-penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi guna menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian.

Menurut seorang ahli ekonomi Fitz Gerald, investasi adalah semua hal yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber yang dipakai untuk mengadakan modal barang sekarang. Barang modal tersebut kemudian akan menghasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Menurutnya, investasi ialah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber yang dipakai untuk mengadakan suatu barang.

Pengertian investasi secara umum diartikan sebagai pembelian (dan berarti juga produksi), baik terhadap aktiva fisik seperti membangun jembatan, membangun gedung, pembuatan jalan dan lain sebagainya, maupun aktiva finansial (keuangan) seperti membeli sekuritas atau bentuk keuangan lainnya atau aktiva kertas seperti halnya seseorang yang membeli saham atau obligasi.

Dalam ekonomi makro sendiri, pengertian investasi lebih dipersempit yakni sebagai pengeluaran masyarakat yang ditujukan untuk menambah stok modal fisik (Dornbusch dan Fischer, 1998).

Sementara itu dalam perhitungan pendapatan nasional dan statistik, pengertian investasi adalah seluruh nilai pembelian para pengusaha atas barang-barang modal dan pembelanjaan untuk mendirikan industri dan pertambahan dalam nilai stok barang perusahaan yang berupa bahan mentah, bahan belum diproses, dan barang jadi.

Nurfatah (1981) menjelaskan bahwa investasi merupakan usaha pembentukan modal guna memperoleh keuntungan, terutama dalam bentuk pendapatan atau bunga modal. Hal ini menjelaskan investasi dari sisi ekonomi terutama pada upaya perolehan manfaat (benefit).

Suparmoko (2002) menyatakan bahwa investasi adalah semua bentuk kekayaan yang dapat digunakan langsung maupun tidak langsung dalam produksi untuk menambah output. Secara khusus dapat dikatakan bahwa investasi terdiri dari barang-barang yang dibuat untuk penggunaan produksi pada masyarakat yang akan datang.

Dalam investasi tercakup dua tujuan utama, yakni :

  • Untuk mengganti bagian dari penyediaan modal yang rusak (depresiasi) dan tambahan penyediaan modal yang ada.

  • Pengeluaran investasi adalah pembelian barang-barang yang memberi harapan menghasilkan keuntungan di masa mendatang. Harapan keuntungan ini digunakan sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi (Kunarjo, 1982).

Artinya, pertimbangan yang diambil oleh perusahaan dalam memutuskan membeli atau tidak barang dan jasa tersebut adalah harapan dari perusahaan akan kemungkinan keuntungan yang bisa diperoleh (dengan dijual atau digunakan untuk proses produksi).

Investasi dapat dibedakan menjadi tiga komponen (Dornbusch dan Fisher, 1994), yaitu :

  • Pertama, investasi tetap dunia usaha (business fixed investment), yaitu pengeluaran yang ditujukan untuk pembangunan pabrik atau bangunan baru, pembelian peralatan produksi dan mesin-mesin baru.

  • Investasi persediaan (inventory investment) yaitu pengeluaran yang ditujukan untuk menambah stok persediaan.

  • Investasi tempat tinggal (residential investment) yang sebagian besar berupa investasi perumahan

Menurut Simarmata (1984), investasi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

  1. Investasi baru,
    Investasi bagi pembuatan sistem produksi baru, baik sebagai bagian dari kegiatan usaha baru untuk produksi maupun perluasan produksi, tetapi harus menggunakan sistem produksi baru

  2. Investasi peremajaan.
    Investasi jenis ini biasanya hanya digunakan untuk mengganti barang-barang kapital lama dengan yang baru, tetapi masih dengan kapasitas produksi dengan ongkos produksi yang sama dengan alat yang digantikan

  3. Investasi rasionalisasi.
    Jenis kelompok investasi ini peralatan yang lama diganti oleh yang baru tetapi dengan ongkos produksi yang lebih murah walaupun kapasitas sama dengan yang digantikan

  4. Investasi perluasan.
    Jenis investasi ini peralatan baru diganti dengan yang lama, kapasitasnya lebih besar sedangkan ongkos produksinya masih sama

  5. Investasi modernisasi.
    Investasi jenis ini digunakan untuk memproduksi barang-barang baru yang memang prosesnya baru atau memproduksi barang lama dengan proses yang baru

  6. Investasi yang diverifikasikan.
    Investasi ini diperlukan untuk memperluas program produksi perusahaan tertentu sesuai dengan program diverifikasi kegiatan usaha produksi yang bersangkutan.

Setiap jenis investasi tersebut memerlukan analisa kelayakan apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak, dan yang terutama adalah mencari alternatif mana yang terbaik dari kemungkinan atau peluang yang terbuka bagi perusahaan.

Kegiatan investasi ditinjau dari pelakunya dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni :

  • Penanaman modal dalam negeri (investasi domestik) yaitu investasi yang dilakukan oleh penduduk di negara itu sendiri

  • Penanaman modal asing (investasi asing) yaitu investasi yang dilakukan oleh penduduk dari negara lain.

Menurut jenis investor, investasi dapat dibagi dalam dua kategori (kelompok) yaitu penanam modal individual dan penanam modal institusional (Jones, 1991).

  • Penanam modal individual di sini adalah penanam modal perseorangan,

  • Penanam modal institusional adalah penanam modal yang sifatnya berkelompok atau suatu lembaga tertentu, bisa lembaga perbankan atau lembaga asuransi.

Istilah investasi atau penanaman modal merupakan istilah-istilah yang dikenal, baik dalam kegiatan bisnis sehari-hari maupun dalam bahasa perundang-undagan. Istilah investasi merupakan istilah yang lebih popular dalam dunia usaha, sedangkan istilah penanaman modal lebih banyak digunakan dalam bahasa perundang-undangan.

Investasi berasal dari kata invest yang berarti menanam, menginvestasikan atau menanam uang.

Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) no.13, disebutkan pengertian investasi adalah:

“Investasi adalah suatu aktiva yang digunakan perusahaan untukpertumbuhan kekayaan ( accretion wealth ) melalui distribusi hasil investasiseperti bunga,royalti,deviden dan uang sewa, untuk apresiasi nilai investasi atau untuk manfaat lain untuk perusahaan yang berinvestasi seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan”.

Pasal 1 Undang-undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, menyebutkan bahwa Penanaman Modal adalah segala bentuk kegiatan Penanaman modal, baik oleh penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing untuk melakukan usaha di wilayah Negara Republik Indonesia.

Menurut Salim HS yang diaksud dengan investasi itu adalah penanaman modal yang diilakukan oleh investor, baik investor asing maupun domestik dalam berbagai bidang usaha yang terbuka untuk investasi, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.

Dari beberapa pengertian diatas, dapat ditarik unsur-unsur terpenting dari kegiatan investasi atau penanaman modal, yaitu:

  1. Adanya motif untuk meningkatkan atau setidak-tidaknya untuk mempertahankan modal.

  2. Bahwa modal tersebut tidak hanya mencakup hal-hal yang bersifat kasat mata dan dapat diraba, tetapi juga mencakup sesuatu yang bersifat tidak kasat matadan tidak dapat diraba.

  3. Investasi dibagi menjadi dua macam yaitu investasi asing dan investasi domestik. Investasi asing yang bersumber dari pembiayaan luar negeri, sedangkan investasi domestic adalah investasi yang bersumber dari pembiayaan dalam negeri.

Bentuk investasi pada umumnya dapat dibedakan atas :

  • Real investment
    Investasi nyata ( real investment ) secara umum melibatkan aset berwujud seperti tanah, bangunan, emas, mesin, kendaraan, gedung.

  • Financial investment
    Investasi keuangan ( financial investsment ) melibatkan kontrak tertulis seperti saham dan obligasi.

Referensi
  • Andreas Halim, Kamus Lengkap 1 Milyar Inggris-Indonesia, (Surabaya; Sulita Jaya,2003)
  • Ida Bagus Rahmadi Supanca, Kerangka Hukum dan Kebijakan Investasi Langsung di Indonesia, ( Bogor; Ghalia Indonesia, 2006).

Istilah investasi berasal dari bahasa Latin, yaitu investire (memakai), sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan investment. Para ahli memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai konsep teoritis mengenai investasi. Fitzgeral mengartikan investasi sebagai berikut:

“aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber (dana) yang dipakai untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang, dan dengan barang modal akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang.”

Fitzgeral mengkonstruksikan investasi sebagai sebuah kegiatan untuk penarikan sumber dana yang digunakan untuk pembelian barang modal kemudian barang modal itu akan dihasilkan produk baru.

Definisi lain dikemukakan oleh Kamaruddin Ahmad, yang mengartikan investasi sebagai cara menempatkan uang atau dana dengan harapan untuk memperoleh tambahan atau keuntungan tertentu atas uang atau dana tersebut. Kamaruddin Ahmad menfokuskan investasi pada penempatan uang atau dana yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya atas penempatan uang atau dana tersebut.

Dalam Ensiklopedia Indonesia, investasi diartikan sebagai berikut:

Penanaman uang atau modal dalam proses produksi (dengan pembelian gedung-gedung, permesinan, bahan cadangan, penyelenggaraan uang kas serta perkembangannya). Dengan demikian, cadangan modal barang diperbesar sejauh tidak ada modal barang yang harus diganti.

Konsep investasi dalam pengertian ini adalah penanaman modal untuk proses produksi yang berarti investasi yang ditanamkan hanya untuk proses produksi semata-mata, padahal dalam kegiatan investasi tidak hanya ditujukan untuk proses produksi semata, tetapi juga untuk kegiatan untuk membangun berbagai sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan investasi. Komaruddin memberikan pengertian investasi dalam tiga artian, yaitu sebagai berikut:

  1. suatu tindakan untuk membeli saham, obligasi atau surat penyertaan lainnya;
  2. suatu tindakan membeli barang-barang modal;
  3. pemanfaatan dana yang tersedia untuk produksi dengan pendapatan di masa yang akan datang.

Sedangkan menurut Salim HS. dan Budi Sutrisno mengartikan investasi sebagai penanaman modal yang dilakukan oleh investor, baik investor asing maupun domestik dalam berbagai bidang usaha yang terbuka untuk investasi, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Definisi ini lebih menjelaskan kepada suatu keadaan riil dimana ada bidang usaha yang terbuka dan tertutup di suatu negara. Jadi tidak semua bidang dapat dimasuki oleh para investor untuk menanamkan modalnya di negara tersebut. Para investor hanya dapat menanamkan modal di bidang-bidang yang diperbolehkan oleh negara.

Jika mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia yaitu Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal, investasi dinamakan penanaman modal yang berarti segala bentuk kegiatan penanaman modal, baik oleh penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing untuk melakukan usaha di wilayah Republik Indonesia

Referensi
  • Murfidin Haming dan Salim Basalamah, Studi Kelayakan Investasi Proyek dan Bisnis, (Jakarta: PPM, 2003)
  • Kamaruddin Ahmad, Dasar-dasar Manajemen Investasi, (Jakarta: Rineka Cipta, 1996)
  • Ensiklopedia Indonesia, (Jakarta: PT. Ichtiar Baru-Van Hoeve dan Elsevier Publishing Projects, tt)
  • Pandji Anogara, Perusahaan Multinasional dan Penanaman Modal Asing, (Semarang: Pustaka Jaya, 1994)
  • Salim HS dan Budi Sutrisno, Hukum Investasi di Indonesia, (Jakarta: PT RajaGrafindo, 2008).

Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan dimasa datang. Istilah investasi bisa berkaitan dengan berbagai macam aktivitas. Menginvestasikan dana pada sektor rill (tanah, emas, mesin atau bangunan) maupun asset finansial (deposito, saham atau obligasi), merupakan aktifitas yang umum di lakukan.

Menurur Jogiyanto, investasi dapat didefinisikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan dalam produksi yang efesien selam periode waktu tertentu. Sedangkan menurut Menurut Sukirno kegiatan investasi yang dilakukan oleh masyarakat secara terus menerus akan meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nasional dan meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat. Peranan ini bersumber dari tiga fungsi penting dari kegiatan investasi, yakni

  • investasi merupakan salah satu komponen dari pengeluaran agregat, sehingga kenaikan investasi akan meningkatkan permintaan agregat, pendapatan nasional serta kesempatan kerja;
  • pertambahan barang modal sebagai akibat investasi akan menambah kapasitas produksi;
  • investasi selalu diikuti oleh perkembangan teknologi.

Adapun sumber-sumber modal yang digunakan untuk investasi menurut Sukirno (1985) dalam Tanjung (2001) berasal dari tiga sumber, yakni :

  1. Tabungan pemerintah yang berasal dari penerimaan rutin Anggaran
    Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dikurangi dengan pengeluaran rutin APBN. Atau kebutuhan pendapatan pemerintah dari pajak dan sumber lainnya setelah pendapatan tersebut digunakan untuk membiayai pengeluaranpengeluaran rutin.

  2. Tabungan yang berasal dari sumber luar negeri, baik yang berasal dari bantuan
    maupun yang berwujud dalam bentuk penanaman modal asing di dalam negeri. Jadi sumber modal yang berasal dari luar negeri hanya pelengkap dana dalam penanaman investasi.

  3. Tabungan masyarakat dalam negeri, baik yang berasal dari individu
    perorangan, maupun yang berasal dari cadangan perusahaan-perusahaan atau yang merupakan bagian dari pendapatan yang tidak digunakan untuk konsumsi.

Menurut Tendelilin (2010) investasi didefinisikan sebagai berikut “Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa yang akan datang.”

Investasi merupakan sejumlah uang atau harta (aktiva) yang dapat digunakan dalam jangka waktu panjang untuk memperoleh keuntungan dimasa datang.Investasi yang dilakukan perusahaan untuk memperlancar proses operasinya berupa investasi pada aset dan pada modal kerja.

Keputusan Investasi

Keputusan investasi berhubungan langsung dengan perusahaan, dalam artian bahwa keputusan investasi erat kaitannya dengan kegiatan investasi yang dilakukan oleh perusahaan. Sudana (2011) menyatakan bahwa: “keputusan investasi berkaitan dengan proses pemilihan satu atau lebih alternatif investasiyang dinilai menguntungkan dari sejumlah alternatif investasi yang tersedia bagiperusahaan”.

Suatu investasi dikatakan menguntungkan (profitable) kalau investasi tersebut bisa membuat pemodal menjadi lebih kaya. Dengan kata lain, kemakmuran pemodal menjadi lebih besar setelah melakukan investasi. Pengertian ini konsisten dengan tujuan memaksimumkan nilai perusahaan (Husnan dan Pudjiastuti, 2004). Perusahaan menggunakan dana dengan harapan mampu menghasilkan kas balik (cash in flow) pada waktu mendatang melebihi nilai investasi awal selama satu periode.

Keputusan investasi dimulai dengan identifikasi peluang investasi, yang sering disebut dengan proyek investasi modal. Manajer keuangan harus membantu perusahaan mengidentifikasi tiap proyek. Keputusan investasi juga disebut dengan keputusan penganggaran modal, karena sebagian besar perusahaan mempersiapkan anggaran tahunan yang terdiri dari investasi modal yang disahkan (Brealey, Myers, Marcus, 2008).

Keputusan investasi berhubungan langsung dengan perusahaan, dalam artian bahwa keputusan investasi erat kaitannya dengan kegiatan investasi yang dilakukan oleh perusahaan. Menurut Riyanto (2008), keputusan investasi mungkin merupakan keputusan yang paling penting di antara ketiga bidang keputusan lainnya, karena keputusan mengenai investasi ini akan berpengaruh secara langsung terhadap besarnya rentabilitas investasi dan aliran kas perusahaan untuk waktu-waktu yang berikutnya. Capital budgeting yang merupakan aspek utama dari jenis keputusan ini, adalah pengalokasian dana yang pada berbagai usul investasi yang manfaatnya baru dirasakan di waktu yang akan datang. Dengan demikian keputusan investasi ini akan menentukan keseluruhan jumlah aset yang ada pada perusahaan. Komposisi dari aset-aset tersebut, serta tingkat risiko usahanya.

Teori yang Melatarbelakangi Keputusan Investasi

  1. Signalling Theory
    Menurut Brigham dan Houston (2001) isyarat atau sinyal adalah adalah salah satu tindakan yang diambil perusahaan untuk memberi petunjuk 19 bagi investor tentang bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan. Sinyal ini berupa informasi mengenai apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk merealisasikan keinginan publik.

    Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Michael Spense di dalam artikelnya tahun 1973. Teori tersebut menyatakan bahwa pengeluaran investasi memberikan sinyal positif terhadap pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang, sehingga meningkatkan harga saham sebagai indikator nilai perusahaan (Wahyudi dan Pawestri, 2006). Teori ini menunjukkan bahwa pengeluaran investasi yang dilakukan oleh perusahaan memberikan sinyal, khususnya kepada investor maupun kreditur bahwa perusahaan tersebut akan tumbuh di masa mendatang. Pengeluaran investasi yang dilakukan oleh manajer pastinya telah memperhitungkan return yang akan diterima dan hal tersebut sudah pasti akan memilih pilihan yang paling menguntungkan perusahaan.

  2. Fisherian’s Theory
    Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Irving Fisher, yang merupakan ekonom neoklasik berkebangsaan Amerika. Teori tersebut menyatakan bahwa dengan adanya asimetri informasi antara investor dengan manajemen maka investor sebagai pihak luar tidak dapat melihat perilaku manajemen dalam membuat keputusan investasi sehingga akan melakukan investigasi perilaku manajer melalui sisi lain. Perilaku-perilaku manajer lainnya yang dapat menunjukkan pembuatan keputusan investasi adalah melalui kebijakan struktur modal.

Investasi merupakan suatu kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih dari satu asset selama periode tertentu dengan harapan dapat memperoleh penghasilan atau peningkatan nilai investasi dimasa yang akan datang atau dalam jangka waktu yang panjang. Investasi menurut Jogiyanto (1998) adalah sebagai berikut:

Investasi merupakan suatu penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan didalam produksi yang efesien selama periode waktu tertentu. Investasi terbagi menjadi dua yaitu: investasi langsung dan investasi tak langsung. Investasi langsung dilakukan dengan membeli langsung aktiva keuangan dari suatu perusahaan baik melalui perantara atau dengan cara lain, sedangkan investasi tak langsung dilakukan dengan membeli surat-surat berharga dari perusahaan investasi.

Pengertian investasi menunjukkan bahwa tujuan investasi adalah meningkatkan kesejahteraan investor, baik sekarang maupun dimasa yang akan datang. Pada umumnya para investor mempunyai sifat tidak menyukai resiko (risk-aderse), yaitu apabila mereka dihadapkan pada suatu kesempatan investasi yang mempunyai risiko tinggi maka para investor tersebut akan mensyaratkan tingkat keuntungan yang lebih besar. Semakin tinggi risiko suatu kesempatan investasi, maka semakin tinggi pula tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh investor. Konsep ini juga berlaku pada investasi dalam saham maupun obligasi.