© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan intergroup bias?

Intergroup bias merupakan kecenderungan individu untuk menilai dan memperlakukan kelompoknya secara lebih positif dibandingkan kelompok lain. Tajfel dan Turner (1979)

Pada dasarnya, upaya mempertahankan konsep diri positif ini bermula dari level diri personal individu, namun saat individu masuk ke dalam suatu kelompok, mereka akan menarik upaya ini ke dalam level sosial atau kelompok (Reed & Aquino, 2003).

Hal ini merupakan konsekuensi logis mengingat identitas sosial merupakan bagian dari konsep diri individu. Tajfel dan Turner (1979) juga menekankan bahwa upaya tersebut hanya dapat terjadi jika individu menginternalisasi keanggotaan mereka dalam kelompok sebagai bagian dari konsep diri mereka atau mengidentifikasikan diri mereka secara subjektif ke dalam kelompok.

Dengan kata lain, individu belum dikatakan telah mengidentifikasikan dirinya terhadap suatu kelompok jika ia hanya dianggap sebagai anggota kelompok tersebut oleh orang-orang lain tanpa individu tersebut merasa bahwa dia bagian dari kelompok.

Lebih jauh, Hogg dan Abrams (2000) mengungkapkan bahwa seluruh bentuk perilaku antarkelompok (contoh: konformitas, stereotipe, kohesivitas kelompok, diskriminasi antarkelompok, dll) baru akan terjadi ketika identitas sosial yang dimiliki individu merupakan bagian dari konsep diri individu yang bersifat menonjol.

Dengan kata lain, intergroup bias akan terjadi ketika individu mengidentifikasikan dirinya secara kuat ke dalam kelompok sosialnya. Wann & Branscombe (1995), dalam studinya, menemukan bahwa ingroup favoritism dan stereotype hanya ditemukan pada orang yang identifikasinya terhadap kelompok tinggi (high identified).

Terdapat bermacam-macam intergroup bias. Berikut ini beberapa contoh intergroup bias yang umumnya terjadi :

1. Intergroup attibution bias/the ultimate attribution error

Intergroup attibution bias/the ultimate attribution error adalah kecenderungan individu untuk memberikan atribusi internal pada perilaku positif ingroup dan atribusi eksternal pada perilaku outgroup.

Hal ini ditemukan pada studi Taylor dan Jaggi (1974) pada umat Hindu di India Selatan. Partisipan Hindu diberikan ilustrasi mengenai perilaku yang diterima secara sosial dan tidak diterima secara sosial yang dilakukan oleh orang Hindu dan Islam. Selanjutnya, partisipan diminta memberikan atribusi atas perilaku tersebut.

Hasilnya menunjukkan bahwa partisipan cenderung melekatkan atribusi internal pada perilaku positif orang Hindu dan atribusi eksternal pada perilaku negatif yang dilakukan orang Islam. Sebaliknya, melekatkan atribusi eksternal pada perilaku positif orang Hindu dan atribusi internal pada perilaku negatif yang dilakukan orang Islam.

Pettigrew (1979) juga menemukan hasil yang serupa, yakni saat melihat perilaku negatif yang dilakukan oleh outgroup, individu cenderung menilai perilaku tersebut sebagai watak atau karakter yang melekat secara genetik pada orang tersebut. Di sisi lain, perilaku negatif yang dilakukan oleh ingroup akan dianggap sebagai kebetulan, sebuah pengecualian (the exceptional case), atau manipulasi.

2. Intergroup sensitivity effect

Intergroup sensitivity effect adalah kecenderungan individu untuk lebih menerima kritik yang diberikan oleh anggota kelompoknya dibandingkan kritik yang diberikan anggota kelompok lain (Hornsey & Imani, 2004).

Temuan ini diperoleh dalam studi yang dilakukan Hornsey dan Imani (2004) pada warga Australia yang cenderung menunjukkan sikap defensif terhadap kritik yang diberikan warga non-Australia dibandingkan warga Australia, meskipun warga non-Australia tersebut telah lebih berpengalaman. Temuan serupa ditemukan pada studi terhadap orang Inggris yang dilakukan oleh Sutton, Elder, dan Douglas (2006).

3. Black sheep effect

Black sheep effect adalah suatu keadaan dimana individu menilai penyimpangan yang dilakukan ingroup lebih negatif dibandingkan penyimpangan yang dilakukan outgroup (Marques dkk., 1988).

Pada black sheep effect, individu akan lebih meyalahkan ingroup dibandingkan outgroup walaupun jenis penyimpangan yang dilakukan sama. Meski berbeda dengan jenis intergroup bias lainnya, black sheep effect memiliki dasar yang sama dengan intergroup bias lainnya, yakni dilakukan dalam rangka mempertahankan konsep diri positif individu (Tajfel & Turner,1979).

Menurut Khan dan Lambert (1998), black sheep effect akan terjadi ketika kesalahan yang dilakukan sudah sangat jelas mencoreng nama baik kelompok (unambiguously negative).