© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan inconvenient aggregations?

Berikut merupakan penjelasan mengenai inconvenient aggregations beserta contohnya yang ada di masyarakat

Inconvenient aggregations atau kumpulan yang kurang menyenangkan. Dalam kerumunan tersebut kehadiran orang lain merupakan penghalang terhadap tercapainya maksud atau tujuan seseorang. Contohnya, orang-orang yang antre untuk membeli karcis, orang-orang yang menunggu bus, dan sebagainya.


Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya. Kelompok-kelompok sosial merupakan himpunan manusia yang saling hidup bersama dan menjalani saling ketergantungan dengan sadar dan tolong menolong (R.M. Macler & Charles H, 1961: 213).

Kelompok sosial atau social group adalah himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama, karena adanya hubungan di antara mereka. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong (Soejono Soekanto, 2006:104).

Ciri dan Syarat Kelompok Sosial

  • Terdapat dorongan atau motif yang sama antar individu satu dengan yang lain
  • Terdapat akibat-akibat interaksi yang berlainan terhadap individu satu dengan yang lain berdasarkan rasa dan kecakapan yang berbeda-beda antara individu yang terlibat di dalamnya.
  • Adanya penegasan dan pembentukan struktur atau organisasi kelompok yang jelas dan terdiri dari peranan-peranan dan kedudukan masing-masing
  • Adanya peneguhan norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang mengatur interaksi dalam kegiatan anggota kelompok untuk mencapai tujuan yang ada.
  • Berlangsungnya suatu kepentingan.
  • Adanya pergerakan yang dinamik.

Adapun syarat kelompok sosial sebagai berikut.

  • Setiap anggota kelompok tersebut harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan.
  • Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota lainnya.
  • Terdapat suatu faktor yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok itu, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat. Faktor tadi dapat merupakan nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama dan lain-lain.

Setiap kenyataan adanya manusia berkumpul, sampai batas-batas tertentu juga menunjuk pad adanya suatu ikatan sosial tertentu. Walaupun mereka saling berjumpa dan berada di satu tempat secara kebetulan, misalnya di kantin, namun kesadaran akan adanya orang lain telah membuktikan bahwa ada semacam ikatan sosial. Kesadaran tersebut menimbulkan peluang-peluang untuk dapat ikut merasakan perasaan orang lain yang berada di tempat yang sama. Suatu kelompok manusia tidak hanya tergantung pada adanya interaksi belaka tetapi juga karena adanya pusat perhatian yang sama.

Salah satu ukuran utama dari kerumunan adalah adanya kehadiran orang-orang secara fisik dalam suatu aktifitas tertentu, sedikit banyaknya orang yang terlibat dalam kerumunan itu adalah sejauh mata melihat dan selama telinga dapat mendengar; kerumunan itu sendiri akan bubar setelah hal yang menjadi obyek kepentingan atau yang menjadi pusat konsentrasi massa berhenti beraktifitas atau kepentingan para anggota kerumunan telah terpenuhi, dengan demikian bentuk pengelompokkan dengan pola kerumunan ini sifatnya sangat sementara (temporer)

Dalam kelompok sosial, terdapat klasifikasi kelompok-kelompok yang tidak teratur terdiri dari berbagai macam, salah satunya adalah kerumunan yang bersifat sementara (casual crowds). Kumpulan yang kurang menyenangkan (inconvenient aggregations) Dalam kerumunan itu kehadiran orang-orang lain merupakan halangan terhadap tercapainya maksud seseorang.