© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa Yang dimaksud dengan Homogenous Product

Didalam teori oligopoly yang tidak bekerja sama dibuat perbedaan model
antara perusahaan yang memilih kuantitas dan perusahaan yang memilih harga.
Para ekonom mengklasifikasikan bagaimana analisa oligopoly kedalam 2 (dua)
kategori besar yaitu: Model quantity-setting oligopoly dan Model price-setting oligopoly. Dan didalam Model price-setting oligopoly terdapat *Homogenous Product dan different product.

Apa yang dimaksud dengan Homogenous Product
Homogenous Product

Sejumlah produk disebut homogen apabila produk tersebut merupakan substitusi sempurna dan pembeli melihat tidak ada perbedaan yang jelas dan nyata antara produk yang ditawarkan oleh para pelaku usaha lain. Harga merupakan dimensi tunggal yang sangat penting dimana pelaku usaha menghasikan produk homogenous bersaing. Namun, pengalaman empiris menunjukan bahwa apabila jumlah pelaku usaha sedikit, keberadaan barang homogenous dapat memfasilitasi collusion.

Dalam sejumlah yurisdiksi, pengaturan kolusi ditemukan dalam produk homogen seperti semen, tepung terigu, baja dan gula. Sebaliknya, produk heterogen (heterogeneous product) sangat berbeda dari satu produk ke produk lain dan tidak mudah disubstitusi. Sehingga fokus perusahaan-perusahaan yang memproduksi suatu barang yang homogen, masing – masing perusahaan memperlakukan harga para pesaingnya sebagai sesuatu yang tetap dan semua perusahaan memutuskan secara bersamaan berapa harga yang harus dikenakan, dimana perusahaan – perusahaan yang bersaing memilih harga bukan jumlah.

Untuk memahami bahwa pelaku oligopoly bersaing dengan secara serentak dalam harga, bukan jumlah maka yang perlu diperhatikan adalah berapa harga yang akan dipilih masing-masing perusahaan dan berapa besar laba yang kan diperoleh masing-masing. Karena dalam pasar oligopoly dengan barang-barang yang homogen, maka konsumen hanya akan membeli dari penjual dengan harga terendah. Dengan demikian, jika kedua perusahaan tersebut mengenakan harga yang berbeda, perusahaan dengan harga yang lebih rendah akan memasok seluruh pasar tersebut dan perusahaan dengan harga yang lebih tinggi tidak akan menjual apa pun. Jika kedua perusahaan mengenakan harga yang sama, konsumen tidak akan peduli dari perusahaan mana mereka membeli dan masing-masing perusahaan kemudian akan mensuplai separuh pasar tadi. Dalam hal ini, model Bertrand telah dikritik dengan beberapa tuduhan.

  • Pertama, apabila kedua perusahaan memperoduksi barang yang homogen, lebih wajar bersaing dengan menetapkan jumlah daripada harga.
  • Kedua, meskipun kedua perusahaan telah menetapkan harga dan memilih harga yang sama.

Akan tetapi meskipun terdapat kekurangan ini, model Bertrand tersebut berguna karena hal itu menunjukkan bagaimana hasil ekuilibrium dalam suatu oligopoly dapat sangat bergantung pada pilihan variable strategi perusahaan tersebut yaitu apakah harga atau jumlah output yang akan dipakai dalam sebagai variable strategis utama.