Apa yang dimaksud dengan Hipoglikemia?

Hipoglikemia adalah keadaan dimana kadar gula (glukosa) darah turun di bawah normal (kurang dari 70 mg/dl). Gejala seseorang terkena hipoglikemi adalah Pusing, berkeringat dingin, gelisah, bingung, sulit bicara, bahkan tidak sadarkan diri.

Apa yang dimaksud dengan Hipoglikemia ?

Hipoglikemia adalah keadaan dimana kadar glukosa darah < 60 mg/dl, atau kadar glukosa darah < 80 mg/dl dengan gejala klinis. Hipoglikemia merupakan komplikasi akut dari penyandang diabetes melitus dan geriatri.

Hipoglikemia dapat terjadi karena:

  1. Kelebihan dosis obat, terutama insulin atau obat hipoglikemia oral yaitu sulfonilurea.
  2. Kebutuhan tubuh akan insulin yang relatif menurun; gagal ginjal kronik, dan paska persalinan.
  3. Asupan makan tidak adekuat: jumlah kalori atau waktu makan tidak tepat.
  4. Kegiatan jasmani berlebihan.

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan
Tanda dan gejala hipoglikemia dapat bervariasi pada setiap individu dari yang ringan sampai berat, sebagai berikut:

  1. Rasa gemetar
  2. Perasaan lapar
  3. Pusing
  4. Keringat dingin
  5. Jantung berdebar
  6. Gelisah
  7. Penurunan kesadaran bahkan sampai koma dengan atau tanpa kejang.

Pada pasien atau keluarga perlu ditanyakan adanya riwayat penggunan preparat insulin atau obat hipoglemik oral, dosis terakhir, waktu pemakaian terakhir, perubahan dosis, waktu makan terakhir, jumlah asupan makanan, dan aktivitas fisik yang dilakukan.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik

  1. Pucat
  2. Diaphoresis/keringat dingin
  3. Tekanan darah menurun
  4. Frekuensi denyut jantung meningkat
  5. Penurunan kesadaran
  6. Defisit neurologik fokal (refleks patologis positif pada satu sisi tubuh) sesaat.

Pemeriksaan Penunjang
Kadar glukosa darah sewaktu

Gejala Hipoglikemia
Gambar Gejala Hipoglikemia

Penegakan Diagnostik (Assessment)

Diagnosis Klinis

Diagnosis hipoglikemia ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya dan hasil pemeriksaan kadar gula darah. Trias whipple untuk hipoglikemia secara umum:

  1. Gejala yang konsisten dengan hipoglikemia
  2. Kadar glukosa plasma rendah
  3. Gejala mereda setelah kadar glukosa plasma meningkat.

Diagnosis Banding

  1. Syncope vagal
  2. Stroke/TIA

Komplikasi
Kerusakan otak, koma, kematian

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

Stadium permulaan (sadar):

  1. Berikan gula murni 30 gram (2 sendok makan) atau sirop/permen atau gula murni (bukan pemanis pengganti gula atau gula diet/ gula diabetes) dan makanan yang mengandung karbohidrat.
  2. Hentikan obat hipoglikemik sementara. Pantau glukosa darah sewaktu tiap 1-2 jam.
  3. Pertahankan GD sekitar 200 mg/dL (bila sebelumnya tidak sadar).
  4. Cari penyebab hipoglikemia dengan anamnesis baik auto maupun allo anamnesis.

Stadium lanjut (koma hipoglikemia atau tidak sadar dan curiga hipoglikemia):

  1. Diberikan larutan dekstrose 40% sebanyak 2 flakon (=50 mL) bolus intra vena.

  2. Diberikan cairan dekstrose 10 % per infus 6 jam perkolf.

  3. Periksa GDS setiap satu jam setelah pemberian dekstrosa 40%
    a. Bila GDS < 50 mg/dLbolus dekstrosa 40 50 mL IV. b. Bila GDS <100 mg/dLbolus dekstrosa 40 25 mL IV.
    c. Bila GDS 100 – 200 mg /dL tanpa bolus dekstrosa 40 . d. Bila GDS > 200 mg/dL pertimbangan menurunkan kecepatan drip dekstrosa 10 .

  4. Bila GDS > 100 mg/dL sebanyak 3 kali berturut–turut, pemantauan GDS setiap 2 jam, dengan protokol sesuai diatas, bila GDs >200 mg/dL – pertimbangkan mengganti infus dengan dekstrosa 5 atau NaCI 0,9 .

  5. Bila GDs > 100 mg/dL sebanyak 3 kali berturut-turut, protokol hipoglikemi dihentikan.


Gambar Algoritma Perawatan Hipoglikemia

Rencana Tindak Lanjut

  1. Mencari penyebab hipoglikemi kemudian tatalaksana sesuai penyebabnya.

  2. Mencegah timbulnya komplikasi menahun, ancaman timbulnya hipoglikemia merupakan faktor limitasi utama dalam kendali glikemi pada pasien DM tipe 1 dan DM tipe 2 yang mendapat terapi ini.

Konseling dan Edukasi

Seseorang yang sering mengalami hipoglikemia (terutama penderita diabetes), hendaknya selalu membawa tablet glukosa karena efeknya cepat timbul dan memberikan sejumlah gula yang konsisten.

Kriteria Rujukan

  1. Pasien hipoglikemia dengan penurunan kesadaran harus dirujuk ke layanan sekunder (spesialis penyakit dalam) setelah diberikan dekstrose 40% bolus dan infus dekstrose 10% dengan tetesan 6 jam per kolf.
  2. Bila hipoglikemi tidak teratasi setelah 2 jam tahap pertama protokol penanganan

Peralatan

  1. Laboratorium untuk pemeriksaan kadar glukosa darah.
  2. Cairan Dekstrosa 40 dan Dekstrosa 10

Prognosis
Prognosis pada umumnya baik bila penanganan cepat dan tepat.

Referensi

  1. Soemadji, Djoko Wahono. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III. Edisi ke 4. Jakarta: FK UI.2006. Hal 1892-5.
  2. Panduan Pelayanan Medik Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM. 2004.Hal 18-20

Hipoglikemia didefinisikan sebagai keadaan di mana kadar glukosa plasma lebih rendah dari 45 mg/dl– 50 mg/dl. Bauduceau, dkk mendefinisikan hipoglikemia sebagai keadaan di mana kadar gula darah di bawah 60 mg/dl disertai adanya gelaja klinis pada penderita.

Pasien diabetes yang tidak terkontrol dapat mengalami gejala hipoglikemia pada kadar gula darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang normal, sedangkan pada pasien diabetes dengan pengendalian gula darah yang ketat (sering mengalami hipoglikemia) dapat mentoleransi kadar gula darah yang rendah tanpa mengalami gejala hipoglikemia.

Pendekatan diagnosis kejadian hipoglikemia juga dilakukan dengan bantuan Whipple’s Triad yang meliputi: keluhan yang berhubungan dengan hipoglikemia, kadar glukosa plasma yang rendah, dan perbaikan kondisi setelah perbaikan kadar gula darah.

Hipoglikemia akut diklasifikasikan menjadi ringan, sedang, dan berat menurut gejala klinis yang dialami oleh pasien.

Tabel Klasifikasi Klinis Hipoglikemia Akut
Klasifikasi Klinis Hipoglikemia Akut

American Diabetes Association Workgroup on Hypoglycemia mengklasifikasikan kejadian hipoglikemia menjadi 5 kategori sebagai berikut:

Tabel Klasifikasi Hipoglikemia menurut American Diabetes Association Workgroup on Hypoglycemia
image

Hipoglikemi adalah keadaan hasil pengukuran kadar glukosa darah kurang dari 45 mg/dL (2.6 mmol/L). Hipoglikemi sering terjadi pada kelahiran prematur dengan BBLR, karena cadangan glukosa yang rendah. Bayi prematur sangat rentan mengalami hipoglikemia disebabkan karena mekanisme kontrol glukosa yang masih immatur. Glukosa merupakan sumber kalori yang penting untuk ketahanan hidup selama proses persalinan dan hari-hari pertama pasca lahir.

Setiap stress yang terjadi mengurangi cadangan glukosa yang ada disebabkan karena meningkatkan penggunaan cadangan glukosa, misalnya pada asfiksia, hipotermi, hipertermia dan gangguan pernapasan. Kondisi ini menjadi penyebab ketergantungan pemberian glukosa dari luar, karenanya pemberian dekstrosa melalui intravena merupakan suatu kebutuhan pada bayi prematur.

Hipoglikemi adalah masalah serius pada bayi baru lahir, karena dapat menimbulkan kejang yang berakibat terjadinya hipoksia otak. Bila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan kerusakan pada susunan saraf pusat bahkan sampai kematian.