© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Gerbner’s General Model dalam Ilmu Komunikasi?

image

Menurut Sereno dan Mortensen, model komunikasi merupakan deskripsi mengenai apa yang dibutuhkan untuk terjadinya komunikasi. Model komunikasi mempresentasikan secara abstrak ciriciri penting dan menghilangkan rincian komunikasi yang tidak perlu dalam dunia nyata. Sedangkan B. Aubrey Fisher mengatakan, mengatakan model adalah analogi yang mengabstraksikan dan memilih bagian dari keseluruhan, unsur, sifat, atau komponen yang penting dari fenomena yang dijadikan model. Model adalah gambaran informal untuk menjelaskan atau menerapkan teori, dengan kata lain, model adalah teori yang lebih disederhanakan.

Model komunikasi yang dikemukakan Gerbner hampir sama bentuknya dengan model Lasswell. Tapi prosesnya lebih kompleks karena melibatkan elemen-elemen komunikasi yang lebih banyak. Model komunikasi yang dibuat Gerbner ada dua, yaitu: model verbal dan model gambar.

1. Model Verbal

Model komunikasi verbal yang dikembangkan Gerbner mencakup sepuluh unsur sebagai berikut, yaitu :

  1. someone, komunikator dan komunikan persepsi
  2. perceives an event, persepsi
  3. and react, reaksi
  4. in a situation, situasi fisik/psikologi/sosial
  5. through some means, saluran/media
  6. to make available material, distribusi, administrasi
  7. in some form, bentuk, struktur, pola
  8. and context konteks, setting
  9. conveying content, makna pesan
  10. of some consequence, akibat, hasil

Model verbal dari Gerbner memberikan gambaran bahwa komunikasi mencakup sebelas komponen: pelaku komunikasi (komunikator dan komunikan), objek peristiwa, persepsi terhadap objek peristiwa, reaksi, situasi, saluran/media, distribusi, bentuk/struktur/pola, konteks, makna isi pesan, dan akibat/hasil.

Dengan demikian, komunikasi menurut Gerbner adalah suatu proses di mana seseorang (komunikator atau komunikan) ;

  • Mempersepikan suatu objek peristiwa dan bereaksi dalam suatu situasi,
  • Dengan menggunakan alat atau saluran tertentu agar sesuatu yang disampaikan itu menjadi ada,
  • Dalam bentuk dan konteks tertentu,
  • Dengan arti tertentu,
    Dengan tujuan memperoleh suatu akibat atau hasil tertentu.

2. Model Gambar

Model gambar yang dibuat Gerbner menjelaskan bahwa proses komunikasi diawali dengan satu tindakan pemahaman (persepsi). Meskipun proses komunikasi baru dimulai dan adanya persepsi (E1), namun persepsi tersebut tidak dapat lepas dan adanya suatu peristiwa (E). Tanpa adanya peristiwa (E), tidak akan pernah muncul persepsi (E1), dan dengan tidak munculnya persepsi (E1) maka tidak akan terjadi proses komunikasi.

model Gerbner

dimana,

M = Manusia atau mesin S = Bentuk
E = Peristiwa E1 = Persepsi E2 = Isi

Oleh karena itu, Gerbner melihat-model gambar rnelalui dua dimensi pendekatan, yaitu pendekatan transaksional dan pendekatan psychophysical (psikologi flsik).

  • Pendekatan transaksional
    E1 semata-mata dianggap sebagai fungsi asumsi, pandangan pengalaman dan faktor lain yang berkaitan dengan pengalaman si M. Seperti apa E1 bagi si M tergantung pada faktor yang ada di dalam M sendiri.

  • Pendekatan psychophysical
    E itu sendiri merupakan faktor terpenting, yang menimbulkan persepsi yang jelas dan akurat dalam kondisi yang menguntungkan. Bagaimana pemahaman M ditentukan oleh caranya memilih, konteksnya, serta ketersediaan E.

Sumber : S.Djuarsa Sendjaja,Ph.D, “Pengantar Ilmu Komunikasi”

Pengertian Model Komunikasi


Model Komunikasi adalah gambaran yang sederhana dari proses komunikasi yang memperlihatkan kaitan antara satu komponen komunikasi dengan komponen lainnya (Muhammad, 2012). Model adalah kerangka kerja konseptual yang menggambarkan penerapan teori untuk kasus-kasus tertentu. Sebuah model membantu kita mengorganisasikan data-data sehingga dapat tersusun kerangka konseptual tentang apa yang akan diucapkan atau ditulis. Kerap kali model-model teoritis, termasuk ilmu komunikasi, digunakan untuk mengekpresikan definisi komunikasi, bahwa komunikasi adalah proses transmisi dan resepsi informasi antara manusia melalui aktivitas encoder yang dilakukan pengirim dan decoder terhadap sinyal yang dilakukan oleh penerima.

Menurut Sereno dan Mortensen model komunikasi merupakan deskripsi ideal mengenai apa yang dibutuhkan untuk terjadinya komunikasi. Model komunikasi mempresentasikan secara abstrak ciriciri penting dan menghilangkan rincian komunikasi yang tidak perlu dalam dunia nyata. Sedangkan B. Aubrey Fisher mengatakan, mengatakan model adalah analogi yang mengabstraksikan dan memilih bagian dari keseluruhan, unsur, sifat, atau komponen yang penting dari fenomena yang dijadikan model. Model adalah gambaran informal untuk menjelaskan atau menerapkan teori, dengan kata lain, model adalah teori yang lebih disederhanakan.

Werner J. Severin dan James W. Tankard Jr mengatakan model membantu merumuskan teori dan menyarankan hubungan. Oleh karena hubungan antara model dengan teori begitu erat, model sering dicampuradukka dengan teori. Oleh karena kita memilih unsur-unsur tertentu yang kita masukkan dalam model, suatu model mengimplikasikan penilaian atas relevansi, dan ini pada gilirannya mengimplikasikan teori mengenai fenomena yang diteorikan. Model dapat berfungsi sebagai basis bagi teori yang lebih kompleks, alat ntuk menjelaskan teori dan menyarankan cara-cara untuk memperbaiki konsep-konsep (Mulyana, 2008).

Berdasarkan kajian teori ada sejumlah model atau pola proses komunikasi yang dikemukakan oleh para ahli komunikasi seperti:

  • model komunikasi Shannon dan Weaver;
  • model Gerbner;
  • model Lasswell;
  • model Newcomb;
  • model Westley dan Maclean; dan
  • model Jakobson.

Model Komunikasi Gerbner


Model dari Gebner lebih kompleks dibandingkan model dari Shannon dan Weaver, namun masih menggunakan kerangka model proses linier. Kelebihan model Gerbner dibandingkan milik Shannon dan Weaver ada dua, yaitu modelnya menghubungkan pesan dengan realitas dan konteks (about) sehingga membuat kita bisa mendekati pertanyaan mengenai persepsi dan makna, dan model ini memandang proses komunikasi terdiri dari dua dimensi berbeda, dimensi persepsi atau penerimaan, dan dimensi komunikasi atau alat dan kontrol (Fiske, 2012). Elemen-elemen utama model komunikasi Gerbner adalah sebagai berikut:

image

Pada dimensi horizontal, proses dimulai dengan sebuah peristiwa E, sesuatu didalam realitas eksternal yang diterima oleh M (dan M bisa manusia atau sebuah mesin seperti kamera atau mikrofon). Persepsi M terhadap E adalah persepsi E1. Hal tersebut merupakan dimensi perseptual pada awal proses. Hubungan antara E dan E1 melibatkan seleksi dimana M tidak mungkin dapat menerima keseluruhan kompleksitas dari E. Jika M adalah sebuah mesin, seleksi ditentukan oleh kerja mesin dan kapasitas fisiknya. Jika M adalah manusia, seleksinya bersifat lebih kompleks. Persepsi manusia bukanlah merupakan resepsi/proses penerimaan yang sederhana dari stimulus, namun sebuah proses interaksi atau negosiasi. Ketika kesesuaian telah terjadi, berarti kita telah menerima sesuatu dan kita memberinya makna. Jadi makna dalam konteks ini muncul dari kesesuaian atas stimulus eksternal dengan konsep-konsep internal.

Kegagalan untuk melihat makna dari apa yang kita terima menempatkan kita pada posisi disorientasi. Penyesuaian yang terjadi (antara stimulus eksternal dengan pola-pola internal) dikendalikan oleh budaya yang kita miliki, dimana konsep dan pola internal dari pemikiran kita telah berkembang sebagai hasil dari pengalaman budaya. Artinya, orang dari budaya yang berbeda akan mempersepsi realitas secara berbeda. Jadi persepsi bukan hanya sekadar sebuah proses psikologis didalam diri individu, persepsi juga merupakan sebuah permasalahan budaya.

Pada dimensi vertikal, tahap ini terjadi ketika yang dipersepsi E1 dikonversi menjadi sebuah sinyal mengenai E, atau jika menggunakan kode dari Gerbner, SE. Kode tersebut mewakili apa yang biasanya disebut sebagai sebuah pesan, atau merupakan sinyal atau pernyataan mengenai peristiwa. Lingkaran yang mewakili pesan terbagi menjadi dua: S mengacu pesan sebagai sebuah sinyal, bentuk/wujud dari pesan, dan E mengacu pada isi dari pesan. Jelas terlihat bahwa isi dari pesan E dapat dikomunikasikan dengan berbagai cara terhadap sejumlah S potensial yang bisa dipilih. Menemukan S yang terbaik untuk E yang telah ditentukan adalah salah satu fokus penting dari komunikator. Penting untuk diingat bahwa SE adalah sebuah konsep yang menyatu, bukan dua area terpisah yang kemudian disatukan, jadi S yang dipilih akan mempengaruhi presentasi dari E-hubungan antara bentuk dan isi bersifat dinamis dan interaktif. Isi tidak hanya dikirimkan oleh bentuk, seperti yang secara sinis diungkapkan oleh Richards sebagai ‘paket teori komunikasi vulgar’ (dalam Fiske, 2012).