Apa yang dimaksud dengan gamelan saléndro?

Apa yang dimaksud dengan gamelan saléndro ?

Gamelan saléndro adalah seperangkat gamelan Sunda yang seluruh waditra memiliki laras saléndro. Menurut Anda apa yang dimaksud dengan gamelan saléndro ?

Gamelan Saléndro

Gamelan saléndro adalah seperangkat gamelan Sunda yang seluruh waditra memiliki laras saléndro. Penamaan gamelan ini berdasarkan pada laras yang digunakan yaitu laras saléndro. Gamelan saléndro paling sering digunakan oleh para seniman dalam
berbagai genre kesenian meskipun dalam karawitan Sunda memiliki beberapa perangkat gamelan seperti gamelan degung dan pélog. Hal ini merupakan salah
satu bukti bahwa laras saléndro telah dimiliki oleh masyarakat Sunda sejak lama sebagai bagian laras milik masyarakat Sunda yang telah diwarisi secara turun temurun dari nenek moyangnya.

Gamelan saléndro lebih populer di masyarakat Sunda jika dibandingkan dengan gamelan pélog. Kepopuleran gamelan saléndro hampir sama dengan kepopuleran gamelan degung yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Sunda sejak lama. Hal ini
dikarenakan oleh sering digunakannya gamelan saléndro dalam setiap pementasan pertunjukan seperti dalam sajian genre kiliningan, topéng banjét, wayang golék, ketuk tilu, serta berbagai iringan tari, baik rumpun tari keurseus maupun tari rakyat.

Pada tahun 1980-an, keberadaan gamelan saléndro lebih populer serta dikenal luas oleh masyarakat ketika di Sunda dihebohkan dengan kehadiran genre baru ‘jaipongan’ yang di dalam iringannya menggunakan gamelan saléndro. Pada masa itu, para seniman tidak sedikit yang melebur gamelan degung dan pélog untuk dijadikan gamelan berlaras saléndro. Gamelan saléndro lengkap terdiri dari dua buah waditra saron, satu peking, satu demung, satu selentem, seperangkat bonang, seperangkat rincik, seperangkat kenong, satu gambang, satu kempul, satu gong, satu set kendang, satu rebab, dan vokal.

Referensi

Saepudin, Asep. 2015. Laras, Surupan, dan Patet dalam Praktik Menabuh Gamelan Salendro. Jurnal Seni Pertunjukan. Vol. 16 (1) : 52-64.

http://journal.isi.ac.id/index.php/resital/article/view/1274/216