Apa yang dimaksud dengan Fraktur Tertutup?

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa.

Fraktur tertutup adalah fraktur yang fragmen tulangnya tidak menembus kulit sehingga tidak mempunyai hubungan dengan dunia luar. (Sjamsuhidajat,1997).

Apa yang dimaksud dengan Fraktur Tertutup ?

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis baik yang bersifat total maupun parsial.

Fraktur tertutup adalah suatu fraktur yang tidak berhubungan dengan lingkungan luar.

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan

  1. Adanya riwayat trauma (terjatuh, kecelakaan, dll)
  2. Nyeri
  3. Sulit digerakkan
  4. Deformitas
  5. Bengkak
  6. Perubahan warna
  7. Gangguan sensibilitas
  8. Kelemahan otot

Faktor Risiko:
Osteoporosis

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik

  1. Inspeksi (look)
    Adanya deformitas dari jaringan tulang, namun tidak menembus kulit. Anggota tubuh tdak dapat digerakkan.

  2. Palpasi (feel)
    a. Teraba deformitas tulang jika dibandingkan dengan sisi yang sehat.
    b. Nyeri tekan.
    c. Bengkak.
    d. Perbedaan panjang anggota gerak yang sakitdibandingkan dengan sisi yang sehat.

  3. Gerak (move)
    Umumnya tidak dapat digerakkan

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan radiologi berupa foto polos dilakukan pemeriksaan dalam proyeksi AP dan lateral.

Penegakan Diagnostik (Assessment)

Fraktur tertutup

Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang.

Diagnosis Banding : -
Komplikasi : Compartemen syndrome

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Prinsip penatalaksanaan dilakukan dengan:

  1. Semua fraktur dikelola secara emergensi dengan metode ATLS

  2. Lakukan stabilisasi fraktur dengan bidai, waspadai adanya tanda-tanda compartemen syndrome seperti edema, kulit yang mengkilat dan adanya nyeri tekan.

  3. Rujuk segera kelayanan sekunder

Kriteria Rujukan:
Pasien segera dirujuk setelah kondisi lebih stabil dengan tetap mengawasi tanda vital.

Peralatan

  1. Bidai
  2. Jarum kecil

Prognosis
Prognosis umumnya bonam, namun quo ad fungsionam adalah dubia ad bonam. Hal ini bergantung kepada kecepatan dan ketepatan tindakan yang dilakukan.

Referensi
Chairuddin, R. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. Fraktur Tertutup. Edisi 3. Jakarta: PT Yarsif Watampone. 2007.