© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Five Forces Analysis?

Analisis lima kekuatan (Five forces analysis) adalah suatu kerangka kerja untuk analisis industri dan pengembangan strategi bisnis yang dikembangkan oleh Michael Porter. Menurut Porter terdapat lima kekuatan yang menentukan intensitas persaingan dalam suatu industri, yaitu ; ancaman produk pengganti, ancaman pesaing, ancaman pendatang baru, daya tawar pemasok, serta daya tawar konsumen.

Five Forces Analysis adalah sebuah tools (peralatan) yang sangat berguna untuk analisis industri dan kompetisinya (Porter, 1980). Kerangka kerja tersebut mengeksplorasi faktor-faktor ekonomi yang berpengaruh terhadap keuntungan industri yang dibagi menjadi lima hal utama dengan rantai vertikal dan persaingan yang ada di pasar.

Model Porter’s Five Forces
Gambar Model Porter’s Five Forces Sumber : Porter, 1980

Persaingan Antar Perusahaan dalam Industri (internal rivalry).

Pelaku bisnis yang sudah masuk dalam industri ini akan saling bersaing supaya pasar yang sudah dimilikinya tidak diambil oleh pesaingnya. Seberapa ketat persaingan dalam industri, seperti apakah ada pelaku bisnis yang sangat dominan di pasar atau justru kekuatan dari masing masing pelaku bisnis ini hampir seimbang.

Seberapa berat persaingan antar pelaku bisnis ini tergantung dari beberapa hal, diantaranya adalah:

  • Struktur persaingan dalam industri tersebut. Persaingan akan semakin terlihat jika dalam industri tersebut hanya terdapat sedikit pesaing yang berkualitas, namun jika pemimpin pasarnya kelihatan sangat dominan maka persaingan menjadi sedikit berkurang.

  • Struktur biaya. Jika dalam industri tersebut komponen terbesarnya adalah biaya tetap maka masing-masing pelaku bisnis akan mendaya-gunakan fasilitasnya untuk menghasilkan barang sebanyak mungkin untuk menurunkan biaya jika suatu saat nanti dibutuhkan.

  • Derajat dari perbedaan produk. Jika produknya merupakan barang komoditi maka persaingan akan semakin ketat karena sangat sulit membedakan kelebihan dari masing-masing produk yang beredar.

Jika pesaing menerapkan strategi pertumbuhan yang agresif maka persaingan akan meningkat namun jika pesaing berlaku sebagai sapi perah dalam industri yang sudah mapan maka persaingan tidak terlalu ketat.

Jika hambatan untuk keluar dari industri ini sangat tinggi maka kompetisi dalam industri ini akan berlangsung tajam.

Daya Tawar Pembeli (Bargaining power of buyer)

Analisis ini akan melihat seberapa kuat posisi dari para pembeli produk atau jasa yang disediakan oleh perusahaan. Apakah para pembeli tersebut mampu membuat sebuah asosiasi sehingga mampu melakukan pemesanan secara kolektif. Hal ini tergantung dari beberapa hal berikut ini :

  • Konsentrasi dari pembeli, apakah terdapat beberapa pembeli yang dominan dan banyak penjual dalam industri tersebut?

  • Differentiation, apakah produknya sudah terstandarisasi?

  • Tingkat keuntungan dari pembeli, apakah para pembeli tersebut mampu memberikan tekanan yang kuat?

  • Adakah standar aturan mengenai kualitas dan layanan?

  • Ancaman terhadap backward dan forward integration didalam industri tersebut.

  • Biaya perpindahan. Seberapa mudah para pembeli beralih dari satu pemasok ke pemasok lainnya.

Daya Tawar Pemasok (bargaining power supplier).

Seberapa kuat posisi dari penjual, apakah dalam industri tersebut jumlah pemasoknya? Banyak atau hanya sedikit? Adapun faktor-faktor yang berpengaruh terhadap daya tawar pemasok adalah :

  • Konsentrasi dari pemasok, apakah disini banyak pemasok namun jumlah pembelinya sedikit atau sebaliknya?

  • Kekuatan merek, apakah merek yang ditawarkan oleh pemasok cukup kuat?

  • Tingkat keuntungan pemasok, apakah pemasok mempunyai daya yang kuat untuk menaikkan harga?

  • Pemasok mampu memberikan ancaman untuk mengintegrasikan bisnisnya? (misal pemasok mendirikan toko retail sendiri untuk memasarkan barang yang diproduksinya).

  • Aturan standar dari kualitas dan layanan yang harus diberikan.

  • Apakah pengunjung dalam industri tersebut bukan merupakan pengunjung utama jika ditinjau dari sisi pemasok?

  • Biaya perpindahan, seberapa mudah pemasok bisa menemukan pembeli yang baru?

Produk Substitusi (Threat of substitutes products or services)

Seberapa mudah produk atau jasa bisa diganti dengan produk atau jasa substitusinya, terutama produk substitusi yang lebih murah. Ancaman dari produk atau jasa subtitusi biasanya tergantung dari :

  • Kualitas dari produk atau jasa substitusi yang lebih baik.

  • Keinginan pembeli untuk mencari substitusi.

  • Relativitas antara harga dan kinerja dari produk atau jasa substitusi.

  • Biaya perpindahan yang dibutuhkan oleh pengunjung jika beralih dari produk atau jasa yang dipakai sekarang ke produk atau jasa subtitusinya atau ke kompetitornya. Apakah perpindahan ini mudah?

Ancaman dari Pendatang Baru (Threat of new entrants)

Mengindikasikan bagaimana jika pemain baru akan masuk dalam industri tersebut, seberapa mudah atau seberapa susah setiap pemain baru yang akan masuk dalam industri tersebut. Ancaman dari pendatang baru dalam sebuah industri, biasanya tergantung dari beberapa faktor, seperti :

  • Skala ekonomi.

  • Nilai investasi yang dibutuhkan.

  • Biaya yang dibutuhkan oleh pengunjung untuk berpindah dari pemasok (produk) yang satu ke pemasok (produk) yang lain.

  • Akses terhadap jalur distribusi dalam industri tersebut.

  • Akses terhadap teknologi yang dibutuhkan dalam industri tersebut.

  • Loyalitas, apakah pengunjung mempunyai tingkat loyalitas yang tinggi?
    Adanya kemungkinan pemain lama dalam industri tersebut akan membalas dendam.

  • Regulasi pemerintah, apakah pendatang baru bisa mendapatkan insentif?