Apa yang dimaksud dengan Fiber Distribute Data Interface?

LAN yang kita tau hanya bisa menjangkau daerah yang areanya terbatas (local), seperti misalnya dalam satu gedung, satu departemen ataupun satu kampus (saat ini pengertian terbatas diartikan tidak lebih dari 20 km).salah satu pengembangannya dengan FDDI, lantas apa itu fiber distribute data interface ?

FDDI adalah interface jaringan menggunakan kabel serat optic dengan kapasitas sampai 100Mbps, FDDI kebanyakan digunakan sebagai teknologi backbone kecepatan tinggi oleh karena dukungannya untuk penyediaan bandwith yang lebih besar daripada kabel tembaga biasa.

FDDI bekerja pada basis token passing (seperti pada token ring) dengan menggunakan arsitektur dual cincin LAN. Traffic FDDI pada dual cincin tersebut bergerak saling berlawanan arah (sering disebut juga counter rotating ring). Cincin tersebut terdiri dari cincin primer dan sekunder. Selama beroperasi, cincin primer digunakan untuk transmisi data dan cincin sekunder berada dalam keadaan “idle” atau tidak bekerja. Jika cincin primer mengalami masalah, maka cincin sekunder dipergunakan untuk menggantikan cincin primer. Fungsi utama dari penggunaan dua ring ini adalah untuk mendapatkan reliabilitas yang lebih tinggi bila terjadi diskoneksi pada cincin primer.


FDDI didefinisikan dalam empat spesifikasi :

  • MAC (Media Access Control) - Spesifikasi MAC mendefinisikan bagaimana suatu media transmisi diakses, termasuk definisi format frame, penanganan token, pengalamatan, algoritma perhitungan cyclic redundancy check (CRC), dan mekanisme error recovery.

  • PHY (Physical Layer Protocol) - Spefisikasi PHY mendefinisikan prosedur enkoding/dekoding data, kebutuhan clock, framing dan fungsi lainnya.

  • PMD (Physical Medium Dependent) - Spesifikasi PMD mendefinisikan karakteristik media tarnsmisi, termasuk sambungan serat kaca, level listrik, bit error rates, komponen optik, dan konektor yang dibutuhkan.

  • SMT (Station Management) - Spesifikasi SMT mendefinisikan konfigurasi stasiun FDDI, konfigurasi ring, dan kontrol terhadap ring, termasuk penambahan dan pengurangan stasiun baru, inisialisasi, perlindungan terhadap kegagaan dan recovery, penjadwalan, dan koleksi data statistik tentang jaringan FDDI.


Spesifikasi FDDI dan model OSI :

FDDI mendefinisikan spesfikasi fisik dan media-access dari model Open System Interconnection (OSI). FDDI serupa dengan IEEE 802.3 Ethernet dan IEEE 802.5 Token Ring dalam relasinya dengan model OSI.

Gambar berikut menunjukkan spesifikasi FDDI dan hubungannya dengan model OSI :

Gambar FDDI Frame Format :


Beberapa karakteristik FDDI :

  • Dikembangkan oleh ANSI spesifikasi ANSI X3T9.5.
  • Menggunakan teknologi media access token-passing.
  • Dibangun sebagai topologi ring.
  • Memiliki Redundant dalam network.
  • Speed 100Mbps.
  • Berjalan diatas kabel fiber-optic.
  • Tidak terganggu oleh EMI.
  • Transfer data bebas benturan (collision).
  • Deteksi error menggunakan beaconing.
  • Biaya implementasi mahal.
  • Umumnya, FDDI dikembangkan untuk transfer data pada network backbone dari perusahan-perusahaan besar.

SUMBER :

https://yurisagung.wordpress.com/2011/10/04/fddi-fiber-distributed-data-interface/
http://nickdomega.blogspot.co.id/2013/01/v-behaviorurldefaultvmlo.html

fddi

FDDI (Fiber Distributed Data Interface) adalah seperangkat standar ANSI dan ISO untuk transmisi data pada jalur serat optik di jaringan area lokal (LAN) yang dapat diperluas dalam jangkauan hingga 200 km (124 mil). Protokol FDDI didasarkan pada protokol token ring . Selain berukuran besar secara geografis, jaringan area lokal FDDI dapat mendukung ribuan pengguna. FDDI sering digunakan pada tulang punggung untuk wide area network ( WAN ).

Jaringan FDDI berisi dua token ring, satu untuk cadangan yang mungkin terjadi jika cincin primer gagal. Cincin utama menawarkan kapasitas hingga 100 Mbps . Jika ring sekunder tidak diperlukan untuk backup, ia juga bisa membawa data, memperluas kapasitas hingga 200 Mbps. Cincin tunggal bisa memperpanjang jarak maksimum; Cincin ganda bisa melebar 100 km (62 mil).

FDDI adalah produk dari Komite Standar Nasional Amerika X3-T9 dan sesuai dengan model layering layang-layang Open System Interconnection ( OSI ). Ini bisa digunakan untuk interkoneksi LAN dengan menggunakan protokol lain. FDDI-II adalah versi FDDI yang menambahkan kemampuan untuk menambahkan layanan circuit-switched ke jaringan sehingga sinyal suara juga dapat ditangani. Pekerjaan sedang dilakukan untuk menghubungkan jaringan FDDI ke Synchronous Optical Network (SONET) yang berkembang.

Sumber

http://searchnetworking.techtarget.com/definition/FDDI&prev=search

FDDI (Fiber Distributed-Data Interface) adalah standar komunikasi data menggunakan fiber optic pada Local Area Network (LAN) yang menghubungkan antara dua atau lebih jaringan dan mendukung transmisi data antar jaringan untuk jarak jauh. Metode akses yang digunakan FDDI seperti model token namun memiliki dua arah yang berlawanan (disebut counter-rotating). FDDI menggunakan dua buah topologi secara fisik (dual ring). Proses transmisinya biasanya menggunakan satu buah ring (Primary Ring), namun jika ada masalah, maka sistem akan secara otomatis menggunakan ring kedua (Secondary Ring). FDDI kebanyakan digunakan sebagai teknologi backbone kecepatan tinggi oleh karena dukungannya untuk penyediaan bandwidth yang lebih besar daripada kabel tembaga biasa.

Media transmisi pada fiber distribute data interface


FDDI menggunakan serat optik sebagai media transmisi utamanya, yang mana serat optik merupakan salah satu media transmisi yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal yang memiliki frekuensi sangat tinggi (besaran THz), atau panjang gelombang yang sangat kecil (ukuran μm) dan juga mempunyai kelebihan bisa mengirimkan sinyal dengan kecepatan kirim yang tinggi (higher date rate) dikarenakan lebar pita (bandwidth) di tempat cukup lebar. Hebatnya lagi serat optik memiliki konstanta peredaman yang rendah, jauh lebih rendah dibandingkan media transmisi lain sehingga dapat menghubungkan kota-kota yang berjauhan[2].

FDDI mendefinisikan dua tipe kabel serat yang dapat digunakan, yaitu Single-Mode dan Multi-Mode. Kabel serat single-mode memungkinkan hanya satu mode cahaya untuk penghantaran melalui serat sedangkan kabel serat multimode memungkinkan beberapa mode cahaya yang dirambatkan melalui kabel serat. Sebuah mode adalah sebuah cahaya yang masuk dalam fiber pada sudut pantulan tertentu. Gambar di bawah ini menunjukkan single-mode fiber menggunakan sebuah sumber cahaya laser dan multimode fiber menggunakan sumber cahya LED.

Perbandingan antara Single Mode dan Multimode Fiber yaitu Serat Single-mode menyediakan kapasitas lepar pita transmisi yang lebih besar dan rentang panjang kabel serat yang lebih jauh daripada multimode fiber. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa mode perambatan cahaya pada kabel serat yang dapat menghantarkan pada jarak yang berbeda-beda. (tergantung pada besarnya sudut pantulan). Dengan adanya kondisi tersebut menyebabkan setiap cahaya datang di tujuan pada waktu yang berbeda. (Keadaan ini disebut dengan modal dispersion.) Kabel serat single-mode seringkali digunakan untuk menghubungkan antar gedung, sedangkan kabel serat multimode sering kali digunakan untuk menghubungkan ruang atau lantai dalam satu gedung. Kabel serat multimode menggunakan Light-Emitting Diodes (LEDs) sebagai alat untuk menghasilkan cahaya, sedangkan single-mode secara umum menggunakan sinar laser.

Spesifikasi fiber distribute data interface


Standar spesifikasi FDDI didefinisikan dalam 4 spesifikasi, yaitu:

  1. Media Access Control (MAC) mendefinisikan bagaimana suatu media transmisi diakses, termasuk definisi format frame, penanganan token, pengalamatan, algoritma perhitungan cyclic redundancy check (CRC), dan mekanisme error recovery.

  2. Physical Layer Protocol (PHY) mendefinisikan prosedur encoding / decoding data, kebutuhan clock, framing dan fungsi lainnya.

  3. Physical Medium Dependent (PMD) karakteristik media transmisi, termasuk sambungan serat kaca, besarnya daya yang diperlukan, bit error rates, komponen optik, dan konektor yang dibutuhkan.

  4. Station Management (SMT) mendefinisikan konfigurasi stasiun FDDI, konfigurasi ring, dan kontrol terhadap ring, termasuk penambahan dan pengurangan stasiun baru, inisialisasi, perlindungan terhadap kegagalan dan recovery, penjadwalan, dan koleksi data statistik tentang jaringan FDDI.

FDDI menyerupai dengan IEEE 802.3 Ethernet dan IEEE 802.5 Token Ring dalam hubungannya dengan model OSI. Tujuan utamanya adalah untuk menyediakan konektivitas antara lapisan OSI atas protokol umum dan media yang digunakan untuk menghubungkan antar perangkat jaringan.

Sumber :