Apa yang Dimaksud dengan Etnobiologi dan Keragaman Hayati Indonesia?

image
Indonesia memiliki keunikan tersendiri dalam keragaman hayatinya. Salah satu studi yang pendekatannya menjangkau keragaman hayati Indonesia adalah etnobiologi dalam studi antropologi.

Apa yang dimaksud dengan etnobiologi dan keragaman hayati Indonesia?

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang unik di dunia. Mengingat Indonesia memiliki jumlah pulau yang banyak, serta mempunyai keragaman hayati dan kebinekaan budaya tinggi. Ditilik dari keragaman pulau, kini paling tidak telah tercatat tidak kurang dari 18.110 buah pulau dengan ukuran kecil dan besar di Indonesia. Namun, dari sejumlah pulau-pulau tersebut baru sekitar 5.707 pula yang telah diberi nama.

Di antara pulaupulau di Indonesia, 5 pulau di antaranya dikenal sebagai pulau besar, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara maritim, memiliki luas lautan mencapai 2/3 (75%) dari seluruh kawasan Indonesia. Panjang pantai negara kita mencapai 81.000 km. Karena itu, apabila peta kawasan NKRI ditumpang tindihkan di atas peta Amerika Serikat. Maka, tampak bahwa luas kawasan NKRI hampir sama dengan luas Amerika Serikat, hanya perbedaannya Indonesia adalah sebuah kepulau, sedangkan Amerika Serikat adalah sebuah daratan.

Pada umumnya pada masing-masing pulau nusantara tersebut memiliki aneka ragam ekosistem, baik ekosistem alami1 maupun ekosistem binaan. Pada dasaranya aneka ragam ekosistem tersebut dapat dibedakan pula dalam 2 kategori utama, yaitu ekosistem darat (ekosistem terrestrial) dan ekosistem perairairan tawar dan bahari (ekosistem akuatik). Ditilik dari kategori tersebut, paling tidak di Indonesia memiliki 47 tipe ekosistem alami terestrial yang membentang dari pesisir hingga wilayah pegunungan tinggi. Misalnya, ekosistem alami terestrial dapat dibedakan atas tiga macam kelompok vegetasi, yaitu vegetasi pamah/dataran rendah (0-1.000 m dpl); vegetasi pegunungan, terdiri pegunungan bawah (1.000-1.500 m dpl) dan pegunungan atas (1.500-2.400 m dpl) dan vegetasi sub-alpin (2.400-5.000 m dpl); serta vegetasi monsun di daerah kering dengan curah hujan rendah (kurang dari 1.500 mm/tahun, dengan nilai evapotransipirasinya melebihi curah hujannya). Sedangkan keragaman ekosistem bahari di antaranya terdiri dari ekosistem pesisir, ekosistem pantai, ekosistem mangrove, padang lamun, estuaria, dan ekosistem laut terbuka. Sementara itu, ekosistem binaan di negara kita sangat beragam, di antaranya hutan tanam; macam-macam agroekosistem seperti ladang berpindah, sawah tadah hujan, sawah irigasi, sawah surjan, sawah rawa, sawah pasang surut, kolam, tambak, perkebunan, kebun, talum, dan pekarangan.

Dalam hal kekayaan hayati, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara ‘megadiversiti’, negara yang memiliki keanekaan hayati yang tinggi di dunia. Berdasarkan keragaman tumbuhan (flora) di Indonesia, negara Indonesia yang termasuk kawasan Malesia mempunyai aneka ragam tumbuhan yang sangat tinggi, di antaranya dari tumbuhan berbunga saja telah tercatat sekurangnya 250.000 jenis. Selain itu, tercatat banyak jenis tumbuhan yang sebarannya hanya ada di Indonesia, seperti suweg raksasa atau bunga bangkai (Amorphophalus titanum), merupakan jenis tumbuhan yang memiliki perbungaan terbesar di dunia. Jenis tumbuhan lainnya, jenis anggrek hitam (Coelogyne pandurata) yang merupakan jati diri Kalimantan Timur, hanya tumbuh secara alami di Kersik Luai, Kalimantan Timur. Dari jenis tumbuhan nilai ekonomis, tercatat beberapa jenis kayu nilai ekononomis khas dari Indonesia yang terkenal ke seluruh dunia, seperti ampupu (Eucalytus urophylla) dari Nusa Tenggara Timur dan mangium (Acacia mangium) dari Piru, Ambon. Tak kalah menariknya Indonesia juga telah terkenal sebagai gudang jenis-jenis tumbuhan obat dan pusat anekaragam jenis buah-buahan. Berbagai jenis tumbuhan obat yang telah terkenal di Indonesia, seperti koneng gede (Curcuma sp), kencur, dan laja (Aplinia galanga), mempunyai pusat persebaran di Indonesia. Selain itu, dikenal pula jenisjenis tumbuhan obat lainnya, berupa pohon pegagan, daun, buah atau biji, serta berupa tumbuhan obat berupa jenis-jenis pohon, seperti kedawung (Parkia javanica), kepuh (Sterculia foetida), pule pandak (Rauvolvia serpentine) dan mindi (Azadirachta indica). Sementara itu, Indonesia juga telah terkenal sebagai pusat persebaran jenisjenis buah-buahan tropis, seperti dukuh, manggis, mangga, durian, pisang, dan matoa.