© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Empty Nest Syndrome?

Seseorang yang sudah memasuki tahap lanjut usia dikatakan rentan terkena empty nest syndrome. Apa yang dimaksud dengan syndrome tersebut?

Iswati (2007) berpendapat bahwa empty nest syndrome pada usia dewasa madya adalah sindrom yang terjadi pada usia dewasa madya karena anak-anak telah dewasa dan mandiri meninggalkan rumah untuk bekerja, menikah, merantau atau kuliah.

Hurlock (2007: 352) mengemukakan bahwa sarang kosong merupakan waktu ketika anak-anak mulai meninggalkan rumah untuk studi di perguruan tinggi, menikah, atau mencari pekerjaan, orangtua harus menghadapi masalah penyesuaian kehidupan.

Sindrom sarang kosong muncul sebagai gejala yang banyak melanda kaum ibu. Keibuan selalu berkaitan dengan relasi ibu dengan anaknya. Relasi tersebut dimulai sejak anak berada dalam kandungan ibunya dan dilanjutkan dengan proses-proses fisiologis berupa kelahiran, periode menyusui dan memelihara anak. Ketika anak mulai meninggalkan rumah, seorang ibu harus menghadapi masalah penyesuaian kehidupan yang biasa disebut dengan periode sarang kosong. Sindrom sarang kosong ini sangat terasa bagi ibu rumah tangga karena sebagian besar waktu mereka dihabiskan di rumah dan selalu berinteraksi dengan anak-anak.

Santrock (2002) mengatakan bahwa tidak semua ibu yang mengalami Empty Nest Syndrome mendapatkan dampak yang negatif. Empty Nest Syndrome dapat pula membawa dampak yang positif. Beberapa dampak positif yang dapat dialami oleh ibu-ibu khususnya pada ibu yang bekerja, antara lain:

  • ibu-ibu dapat melanjutkan karir serta pendidikannya dengan cara mengikuti kursus keterampilan atau melanjutkan pekerjaan mereka yang dahulu ditinggalkan karena harus merawat anak,
  • mereka dapat menekuni hobi kesukaan, serta mereka lebih bebas melakukan kegiatan apapun.

Dampak positif Empty Nest Syndrome tersebut juga dapat dirasakan oleh ibu rumah tangga berupa adanya keintiman dan kepuasan pernikahan antara ayah dengan ibu. Hal ini disebabkan karena ketidakadaan seorang anak menyebabkan mereka mempunyai waktu yang lebih banyak untuk dihabiskan bersama sehingga menimbulkan kepuasan pernikahan.