Apa yang dimaksud dengan ekonomi skala?

ekonomi skala

Memahami skala ekonomis adalah penting dalam menentukan ukuran produksi yang efisien. Skala ekonomis dapat ditentukan dengan menggunakan fungsi produksi, fungsi biaya, dan fungsi laba (Simatupang, 2016)
Apa yang dimaksud dengan ekonomi skala?

Ekonomi skala merupakan fenomena turunnya biaya produksi per unit dari suatu perusahaan yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya jumlah produksi (output). Istilah ekonomi skala seringkali dicampuradukan dengan istilah pengembalian skala (return to scale). Ekonomi skala membahas hubungan antara biaya produksi (per unit) dengan jumlah produksi (output), sedangkan ‘pengembalian skala’ membahas hubungan antara jumlah produksi (output) dengan faktor-faktor produksi.

Skala ekonomi menunjukan hubungan antara output dengan biaya sebagai akibat adanya proses produksi. Perusahaan mendapatkan skala ekonomi bila peningkatan biaya operasi dengan tingkat yang lebih rendah dari outputnya (Hadri, 2005). Menurut Sugiarto (2005), skala ekonomi suatu perusahaan tercermin dengan penurunan biaya produksi (input) sejalan dengan kenaikan jumlah produksinya (output). Sebaliknya, perusahaan akan memproduksi dalam skala yang tidak ekonomis ketika setiap kenaikan jumlah outputnya menyebabkan biaya yang semakin meningkat. Hal tersebut dapat dilihat dengan menggunakan kurva biaya rata-rata jangka panjang atau Long Run Average Cost (LRAC). Skala ekonomis tercapai ketika kurva LRAC menurun hingga titik minimum, sedangkan skala tidak ekonomis ( diseconomies of scale ) terjadi ketika kurva LRAC menanjak naik.
image

Perusahaan yang melakukan kegiatan produksinya pada skala produksi yang ekonomis akan senantiasa berada dalam kondisi yang efisien, sebab kegiatan produksi dilakukan dengan biaya yang rendah. Hal ini sangat tergantung dari kemampuan dan usaha perusahaan untuk mencapai kondisi yang tersebut. Beberapa faktor penting yang dapat menimbulkan skala ekonomi menurut Sukirno (2008), yaitu:

  1. Spesialisasi faktor-faktor produksi. Spesialisasi dilakukan dengan melakukan pembagian unit-unit kerja kedalam bidang-bidang tertentu secara khusus. Dengan dilakukannya spesialisasi, produktivitas pekerja akan meningkat, karena pekerjaan dilakukan masing-masing secara khusus, dibanding dengan perusahaan yang tidak melakukan spesialisasi, dimana pekerjanya harus menjalankan beberapa tugas. Perusahaan yang melakukan spesialisasi akan memproduksi dalam skala yang ekonomis (disamping spesialisasi menurunkan biaya per unit), dibanding dengan perusahaan yang tidak melakukan spesialisasi, walaupun biaya yang dikeluarkan oleh kedua 38 perusahaan sama, akan tetapi perusahaan yang melakukan spesialisasi masih bisa berada di dalam skala ekonomis, karena produktivitas yang lebih tinggi.

  2. Penambahan kapasitas produksi (skala usaha). Produksi yang semakin tinggi menyebabkan perusahaan menambah kapasitas produksi, dan pertambahan kapasitas ini akan menyebabkan kegiatan memproduksi semakin bertambah efisien. Paling tidak, ada beberapa alasan, yakni biaya input yang semakin murah. Makin tinggi produksi, makin banyak input yang digunakan, seperti bahan baku, mesin dan peralatan lainnya. Harga dari barang-barang tersebut akan menjadi murah apabila pembelian dalam kapasitas yang banyak. Selain itu, penggunaan sumber-sumber daya yang tersedia lebih optimal. Terkadang produksi dalam kapasitas yang lebih kecil adakalanya terdapat bahan-bahan yang terbuang, sehingga hal tersebut tidak efisien. Namun ketika memproduksi dengan kapasitas yang besar maka penggunaan bahan-bahan input dapat lebih optimal.

  3. Penggunaan teknologi (mekanisasi), yang menggantikan penggunaan jasa manusia, sehingga permintaan terhadap tenaga manusia berkurang yang kemudian akan menyebabkan biaya input yang harus dikeluarkan akan berkurang pula.

Skala ekonomi yang ditentukan oleh hubungan antara biaya rata-rata dengan output disebut skala ekonomi yang bersumber dari dalam ( intern economic ), yaitu faktor ekonomi yang timbul dari peningkatan ukuran perusahaan. Eksternal ekonomi seperti perubahan teknologi dan perubahan harga-harga input adalah faktor ekonomi yang timbul akibat perubahan faktor-faktor luar, selanjutnya menurut Adiningsih dan Kadarusman (2008), skala ekonomi dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :

  • Increasing return to scale yaitu skala yang semakin meningkat ditunjukan oleh laju pertambahan produksi lebih besar daripada laju pertambahan biaya rata-rata.
  • Constan return to scale yaitu penerimaan skala tetap, yang ditunjukan oleh laju pertambahan produksi yang besarnya sama dengan laju pertambahan biaya rata-rata.
  • Decreasing return to scale yaitu penerimaan skala yang semakin menurun yang ditunjukan oleh laju pertambahan produksi yang lebih kecil dari laju pertambahan biaya rata-rata.

Skala ekonomi ( economies of scale) menunjuk kepada keuntungan biaya rendah yang didapat dari ekspansi aktivitas operasional dalam sebuah perusahaan dan merupakan salah satu cara untuk meraih keunggulan biaya rendah ( low cost advantage) demi menciptakan keunggulan bersaing. Economies of scale bisa diperoleh dari proses pengembangan dan efisiensi kerja di dalam aktivitas operasional di semua departemen yang ada pada perusahaan. Selain itu, perusahaan dengan beragam ukuran dimana dapat menikmati keuntungan economies of scale selama skala produksi ditingkatkan. Keuntungan biaya yang didapat dengan menggunakan economies of scale berasal dari penurunan average total cost per unit produk atau layanan melalui peningkatan hasil produksi dalam sebuah periode tertentu. seperti yang diuraikan di Gambar dibawah ini :

image

Average cost adalah mean cost dari total produksi dalam periode tertentu. Sebuah perusahaan telah menikmati keuntungan economies of scale apabila dapat meningkatkan kekuatan daya beli, melakukan pembelanjaan yang lebih efektif dalam periklanan ataupun R&D, ataupun membagikan biaya tetap ( fixed cost) dengan hasil ( output) produksi yang lebih besar. Walaupun economies of scale memperoleh keuntungan dari peningkatan skala proses lebih besar, namun konsep ini tetap dapat dinikmati oleh perusahaan dengan ukuran kecil maupun menengah. Di sisi lain, ada keterbatasan dalam besarnya keuntungan yang dapat diperoleh dengan economies of scale untuk perusahaan dengan ukuran kecil dan menengah dibandingkan dengan perusahaan besar (Carpenter dan Sanders, 2007).

Menurut Pearson dan Wisner (1993), economies of scale dapat dibagi menjadi dua yaitu volume economies of scale dan learning economies of scale. Volume economies of scale adalah penurunan biaya per unit yang diperoleh dari peningkatan kapasitas produksi. Learning economies of scale menyangkut penurunan biaya per unit yang didapat dari transformasi yang dialami perusahaan seperti peningkatan kemampuan karyawan, proses produksi, dan perencanaan yang terakumulasikan sejalan dengan waktu. Learning economies of scale ini berhubungan dengan konsep learning curve yang menyatakan adanya penurunan biaya per unit apabila sebuah proses dilakukan berulang kali.