Apa yang dimaksud dengan Ekolokasi?

Ekolokasi adalah penggunaan gelombang suara untuk menentukan letak objek-objek yang ada, berdasarkan pantulan gelombang suara itu. Jarak ditentukan berdasarkan waktu yang dibutuhkan pantulan gelombang suara untuk kembali ke sumbernya. Terdapat beberapa jenis hewan yang menggunakan ekolokasi. Apa yang dimaksud dengan Ekolokasi ?

1 Like

Ekolokasi merupakan lacak gaung yang menjadi sensor utama lumba- lumba karena akustik merupakan sarana yang paling efektif dan efisien untuk berkomunikasi pada lingkungan perairan. Lumba-lumba mentransmisikan sinyal akustik pada bagian kepala (melon) dan menerima pantulannya dari rahang bawah. Pantulan tersebut memungkinkan lumba- lumba untuk mengetahui bentuk, ukuran, tekstur dan jarak dari obyek. Hal ini sangat berguna sebagai alat navigasi, untuk mencari mangsa dan menghindar dari predator. Suara dengan durasi, panjang gelombang, amplitudo, frekuensi, interval dan pola suara yang berbeda ditransmisikan untuk tujuan yang berbeda pula. Karakter dari suara yang dihasilkan lumba-lumba dapat digunakan sebagai teknik untuk terapi bagi anak-anak yang memiliki masalah psikis maupun keterbelakangan mental atau individu autistik dan untuk penderita stroke.

Ekolokasi yang digunakan lumba-lumba sama seperti sistem SONAR yang memungkinkan lumba-lumba berkomunikasi saat malam hari atau pada kedalaman tertentu ketika cahaya tidak terjangkau. Saat ekolokasi lumba- lumba mengeluarkan bunyi klik gelombang ultrasonik sekitar 40 sampai 150 kHz dengan rentan waktu 50 sampai 138 mikrodetik secra berurutan. (W.L, Wiltlow. Arthur N. Popper. Richard R. Fay. 2000).

image

Ekolokasi adalah suatu fenomena kelelawar mengeluarkan suara dengan melalui mulut atau hidungnya ketika sedang terbang. Suara yang dihasilkan umumnya berada di atas ambang batas pendengaran manusia dan di pantulkan kepada kelelawar tersebut dalam bentuk gema (echoes) (Huang,2010).

Contoh Ekolokasi pasa Kelelawar


Ekolokasi berguna bagi kelelawar yang sedang terbang dalam kegelapan untuk menentukan lokasi serangga mangsanya. Kelelawar hanya mengeluarkan seperseribu energi suara untuk memangsa serangga dalam keadaan terbang (Saunders, 1992). Bagi kelelawar pemakan serangga, proses perburuan serangga dari mengenali hingga menangkapnya, umumnya membutuhkan waktu kurang dari satu detik. Walau berada dalam keadaan gelap, kelelawar dapat melakukannya dengan sangat baik. Kelelawar menggunakan pantulan gelombang ultrasonik dari mulutnya untuk menentukan posisi target (Huang,2010).

Untuk menyelesaikan perburuan mangsanya, kelelawar harus selalu mengarah ke target yang terbang dan bergerak bebas. Kelelawar dapat mengubah-ubah sudut dan arah gerakannya mengikuti gerakan mangsanya. Apabila mangsanya serangga terlihat di arah barat laut, kelelawar akan bergerak agar calon mengsanya itu selalu berada di arah barat laut sambil mendekat. Kelelawar hanya membutuhkan waktu singkat untuk mendeteksi, mengunci, dan
menangkap mangsa selincah apapun (McNeely, 1977).

3 Likes