© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Dyadic Coping?

image

Apa yang dimaksud dengan dyadic coping sebagai upaya yang digunakan oleh salah satu atau kedua pasangan untuk mengatasi situasi stres?

Teori mengenai dyadic coping ini diangkat oleh Bodenmann (1995) dengan didasarkan pada transactional stress theory dari Lazarus dan Folkman (1984) dengan pendekatan lebih kepada penderita penderita kanker. Selanjutnya, Bodenmann (1997, 2005) melihat dan mengembangkan dyadic coping ini menjadi suatu model yang sistemik dan erat kaitannya dengan proses, yang dinamakan Systemic-Transactional Model. Model ini melihat bagaimana menghadapi stres yang dialami bersama dan bagaimana pasangan mengatasi masalah, baik secara individual maupun kolektif sebagai suatu unit.

Bodenmann (1997, 2005) mengatakan bahwa pada level individual, penilaian terhadap stres terbentuk karena kebutuhan dan kekhawatiran individu. Proses komunikasi stres muncul dimana setiap pasangan mengomunikasikan stres mereka masing-masing dengan harapan menerima dukungan atau umpan balik mengenai coping yang dilakukan. Pasangan dapat merespon hal ini secara supportive (memberi saran dan membantu dalam tugas sehari-hari, menunjukkan empati, mengekspresikan rasa solidaritas, dan berpandangan positif) maupun unsupportive (banyak mengkritik, mengambil jarak dari pasangan, menunjukkan ketidaktertarikan).

Selanjutnya dalam level pasangan, kesejahteraan dalam berelasi dipengaruhi oleh kebiasaan pasangan untuk bekerja sebagai satu tim untuk mengatur aspek-aspek dari pemicu stres yang mempengaruhi, baik suami maupun istri (Badr, Kashy, Carmack, & Cristofanilli, 2010).

Pada dasarnya, Bodenmann (1995, 2005) mengemukakan bahwa dyadic coping adalah upaya yang digunakan oleh salah satu atau kedua pasangan untuk mengatasi situasi stres, dimana upaya tersebut merupakan pola interaksional yang terdiri dari ketegangan di antara kedua pasangan.