Apa yang dimaksud dengan Deja Vu?

Deja vu

Deja vu berasal dari bahasa Perancis, secara harfiah mempunyai arti “pernah dilihat”, adalah fenomena merasakan sensasi kuat bahwa suatu peristiwa atau pengalaman yang saat ini sedang dialami sudah pernah dialami di masa lalu. Deja Vu adalah suatu ingatan palsu terhadap pengalaman baru. Individu merasa sangat mengenali suatu situasi baru yang sesungguhnya belum pernah dikenalnya.

Apa yang dimaksud dengan Deja Vu ?

Ada mitos, bahwa deja vu terjadi saat kita melihat atau mengalami kejadian yang sama seperti yang pernah kita alami di kehidupan lampau, sebelum “reinkarnasi”. Fenomena deja vu rupanya erat kaitannya dengan bagian otak yang bernama dentate gyrus. Bagian ini bertanggung jawab untuk menyimpan ingatan-ingatan episodik, alias sepotong-sepotong. Jadi apabila kita melihat atau mengalami sesuatu, dentate gyrus akan mencatat segala komponennya, seperti bau, warna, suara, waktu dan lain sebagainya yang ditangkap panca indra kita, untuk kemudian dicocokkan dengan ingatan episodik. Apabila tidak ditemukan, maka peristiwa tersebut akan “didaftarkan” sebagai peristiwa baru.

Sedangkan deja vu sendiri terjadi apabila dentate gyrus ini sedang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sehingga kita akan merasa melihat sebuah peristiwa yang pernah dialami sebelumnya berdasar kemiripan dari beberapa komponen (bau, warna, suara), padahal sebenarnya tidak. Sebuah penilitian pernah dilakukan oleh seorang pakar psikologi bernama Kenneth A. Peller dari Northwestern University terkait dengan fenomena deja vu ini. Ken menunjukkan beberapa gambar kepada relawan, namun menyuruh relawan tersebut untuk memikirkan sebuah benda lain di dalam benak mereka.

Jadi misalnya Ken menunjukkan gambar buah apel, dia akan meminta relawannya membayangkan buah durian. Saat menunjukkan gambar binatang ayam, relawan akan diminta membayangkan kerbau. Dan seterusnya. setelah beberapa saat Ken menunjukkan gambar kerbau kepada semua relawan. Anehnya, beberapa relawan merasa kebingungan dan ragu-ragu, apakah mereka benar-benar telah melihat gambar kerbau sebelumnya atau hanya memikirkannya. Hal tersebut akhirnya berkembang menjadi deja vu, yaitu ketika kita kesulitan membedakan apakah peristiwa yang kita lihat benar-benar pernah dialami ataukah hanya ada dalam bayangan, alias angan-angan semata.

Deja vu ini bisa menjadi parah dan sangat mengganggu kehidupan kita sehari-hari. Di Inggris pernah ada seorang penderita deja vu kronis. Orang ini sangat yakin dan bisa menceritakan dengan detail peristiwa-peristiwa yang sebenarnya belum pernah dialaminya. Misal, dia merasa tidak perlu makan karena merasa yakin sudah makan sebelumnya.

Sumber:

Apakah Deja Vu tu?
Deja vu merupakan peristiwa di mana seseorang merasa yakin telah mengalami situasi baru sebelumnya. Selama mengalami sebuah situasi baru, seseorang merasakan suatu kesamaan dengan sesuatu yang dialami di masa lalu. Seseorang merasa telah melalui hal yang sama baru saja terjadi di masa lalu atau telah melihat hal itu dalam mimpinya. Istilah Deja vu ini pertama kali diperkenalkan oleh Emile Boirac yang merupakan seorang peneliti di bidang psikologi berkebangsaan Perancis. Kebanyakan mereka yang mengalami Deja vu mengklaim telah melihat sesatu dalam mimpi mereka atau sangat yakin telah melihat itu beberapa waktu yang lalu. Berikut beberapa jenis Deja Vu:

1. Deja Senti (Memikirkan)
Jenis deja vu yang satu ini adalah fenomena “Pernah Merasakan” sesuatu . Hal itu merupakan fenomena kejiwaan dan para peneliti meyakini bahwa sesuatu yang telah diraskan di masa lalu itu sangat mirip dengan dirasakan saat ini. Kesamaan seseorang merasa bahwa dia telah merasakan hal yang sama di masa lalu. Mungkin kita pernah berkata “Oh iya saya ingat” atau “Oh iya saya tahu” dan lain-lain, hanya satu atau dua menit kemudian kamu dapat mengingat kembali semuanya, dengan tidak memerlukan kata-kata maupun pemikiran yang dinyatakan dengan lisan untuk menimbulkan ingatan.

2. Deja Vecu (Mengalami)
Biasanya seseorang yang menghadapi fenomena dejavu yang satu ini mengalami ingatan yang lebih detail seperti ingat akan suara atau kata-kata yang diucapkan orang yang berada di alam deja vu nya bahkan aroma disekitar saat terjadi fenomena ini. Perasaan yang terjadi pada Deja Vecu lebih kuat daripada Deja vu. Suatu perasaan bahwasannya segala sesuatu yang sedang terjadi sedang terjadi baru saja itu identik dengan apa yang terjadi sebelumnya serta satu gagasan tidak wajar tentang apa yang akan terjadi berikutnya, seperti para normal.

3. Deja Visite (Mengunjungi)
Deja Visite adalah pengalaman yang hanya sedikit orang mengalaminya di mana melibatkan suatu pengetahuan gaib akan suatu tempat yang baru. Sebagai contoh, anda mungkin pernah mengetahui jalur jalan di suatu kota yang baru anda datangi atau pemandangannya meskipun tidak pernah ke sana sebelumnya dan anda yakin mustahil mempunyai pengetahuan tentang itu.

4. Jamais Vu (Pernah Melihat)
Jamais vu (pernah melihat) digambarkan sebagai sebuah situasi sudah pernah dikenal tapi tidak bisa mengenali. Hal itu sering dianggap sebagai kebalikan dari deja vu dan menimbulkan perasaan ngeri dan takut. Anda tidak mengenali sebuah situasi meskipun anda mengetahui secara rasional bahwa anda telah berada di dalam situasi itu sebelumnya.

5. Deja Vu
Deja vu adalah pengalaman tertentu akan sesuatu yang sedang berlangsung di mana anda sudah mengalaminya atau melihat situasi baru itu sebelumnya, anda merasa seolah-olah peristiwa telah terjadi atau sedang mengulanginya. Pengalaman itu biasanya disertai oleh perasaan yang kuat seperti sudah mengenal dan suatu perasaan berupa kengerian, asing atau aneh. Pengalaman yang sebelumnya ini biasanya berhubungan dengan mimpi, tetapi kadang ada suatu perasaan pasti bahwa itu sudah terjadi di masa lalu.

Sumber: votecamejo.com