Apa yang dimaksud dengan colorblind ideology?

Ideologi colorblind merupakan ideologi yang menganjurkan untuk melupakan isu rasisme, karena isu tersebut merupakan bagian dari masa lalu dan saat ini ras sudah tidak memiliki peran untuk memahami pengalaman hidup suatu masyarakat.

Ideologi ini bertujuan untuk membatasi pemahaman manusia terhadap konsep ras maupun rasisme di masyarakat dengan cara memperlakukan setiap orang setara tanpa memandang perbedaan ras, kultur, dan etnis.

Sosiolog Eduardo Bonilla-Silva, mendeskripsikan ideologi colorblind sebagai perspektif yang terdiri dari empat kerangka, yakni :

  • abstract liberalism : menekankan pada ide-ide liberali dan adanya kesempatan yang setara, tanpa memandang ras, serta adanya keyakinan bahwa intervensi politik/ekonomi hanya menciptakan perpecahan di antara kelompok ras

  • naturalism : meyakini bahwa pengelompokkan secara rasial merupakan peristiwa yang alamiah dan lebih mungkin terjadi

  • cultural racism : mendukung adanya perbedaan rasial dalam praktik kultural

  • minimization of racism : meminimalisir isu rasisme di dalam lingkup kemasyarakatan kontemporer.

Sementara sosiolog lain, Ruth Frankenberg mendefinisikan ideologi colorblind sebagai sebuah perspektif yang terdiri dari tiga jenis, yaitu :

  • color-evasion : penekanan pada kesamaan rasial terhadap kerugian saat melihat atau mengetahui perbedaan yang terjadi dalam realita pengalaman maupun politik

  • powerevasion : keyakinan bahwa sumber daya telah didistribusikan secara merata kepada setiap orang dan kesuksesan ditentukan oleh usaha individu masing-masing

  • kerangka racecognizance : pandangan masyarakat kulit putih yang justru menganggap perbedaan ras adalah suatu bentuk diskursus yang telah mempengaruhi beragam aspek kehidupan manusia, sehingga manusia harus realistis dengan menyadari eksistensi perbedaan ras dan rasisme untuk memahami lingkungan masyarakat modern.