Apa yang dimaksud dengan coffeetography?

coffetography

Coffeetography adalah teknik pengambilan gambar pembuat kopi di kafe atau kedai kopi . Beberapa foto difokuskan pada kopi di dalam cangkir, namun proses menyeduh dan melukis di secangkir kopi secara sempurna merupakan perwujudan karya seni dari seorang barista.

Apa yang dimaksud dengan coffeetography ?

1 Like

Tren kopi berjalan seiring dengan tren ‘foto kopi’ atau yang lebih dikenal dengan coffeetography Di media sosial tren ini merebak begitu cepat dan dianggap sebagai salah satu hal paling happening saat ini.

TAPI tak semua orang paham benar mengenai dunia coffeetograpy yang baru-baru ini telah menjadi ‘lahan baru’ di dunia fotografi. Setelah kemunculan food photography, coffee photography -lah yang disebut-sebut menjadi salah satu ranah paling heboh di media sosial khususnya Instagram. Berdasarkan ini, Otten Coffee sebagai salah satu online coffee store terbesar di Indonesia yang juga sangat menjaga feed Instagram dengan foto-foto kopi nan indah sering mendapatkan pertanyaan seputar coffeetography ini. Fotografer di balik feed Instagram Otten Coffee. Dan jika kamu adalah pemula yang ingin mencuri ilmu seputar foto kopi, berikut 3 tips sederhananya.

Kenali Produk Kopinya

Sebelum memfoto produk minuman kopi sudah dipastikan kamu harus mengenali minuman kopi tersebut. Jika tak kenal, tentulah akan kesulitan dan hasilnya tidak maksimal. Yang dimaksud dengan mengenali produk yang akan difoto adalah misalnya kamu akan memfoto cafe latte atau cappuccino, kamu harus paham benar dengan dua jenis minuman kopi ini. Minuman ini adalah minuman dengan foam dan latte art di permukannya. Jika terlalu lama difoto foam bisa ‘turun’ dan latte art bisa kacau. Nilai estetikanya pastilah menurun. Jadi sebaiknya foto sebelum apa-apa yang ada rusak dan berubah bentuk. Kenali apa yang mau kamu foto adalah salah satu kunci dari berhasilnya foto kopi kamu.

Tangkap Momen Secara Detail & Jeli

Kopi adalah tentang proses bukan hanya tentang hasilnya. Jadi jika ingin foto kopimu menarik dan tidak membosankan cobalah menangkap momen-momen proses seduh kopi secara detail dan jeli. Sesekali kamu bisa memfoto proses blooming pada manual brew pour over. Atau kalau tidak kamu bisa memfoto momen ketika barista mencipta latte art bersama milk jug dan cangkir kopi. Bisa juga menangkap bagian kopi yang menetes saat di seduh dan juga saat kopi dituang yang diikuti asap mengepul sebagai bonusnya. Ada banyak sekali hal yang bisa diabadikan. Salah satunya momen-momen yang detail dan jeli saat proses penyeduhan.

Berani Bermain Angle

Sama seperti ranah fotografi lainnya, dalam coffeetography kamu juga harus berani bermain dengan angle. Cari sudut pandang yang menarik dari sebuah momen lalu abadikan dengan dalam sekali jepret. Jika bosan dengan angle yang satu mungkin kamu bisa mengeksplorasi dengan angle lain. Ada banyak teknik juga yang bisa ditiru seperti teknik flatlay. Flatlay sendiri adalah salah satu teknik paling banyak digunakan di dunia media sosial perihal foto-foto kopi ini.Intinya, jangan pernah takut untuk mencoba dan mengeksplorasi kopi dari beragam sudut pandangmu.

image
Coffeetography adalah ranah untuk bermain-main dengan kopi dan mengabadikannya agar bisa dinikmati ratusan pasang mata. Mainkan Dof, dalam memotret tidak ada aturan baku yang mengharuskan sebuah foto fokus semua atau blur semua, semuanya tergantung dengan mood, konsep, dan hasil foto yang diinginkan. Gunakan difragma lebar (angka kecil) untuk latar belakang blur, dan diafragma sempit (angka besar) untuk hasil yang fokus pada semua area. Misalnya waktu musim hujan gini sambil minum kopi moodnya lebih cocok foto yang blur pada background.

Ringkasan

https://majalah.ottencoffee.co.id/3-tips-foto-kopi-coffeetography-untuk-pemula/
https://www.keeindonesia.com/blogs/keelesson/teknik-coffeetography

1 Like

Kita sering melihat foto cangkir kopi yang diletakkan di atas meja, atau foto kopi diseduh dengan asap mengepul oleh sang barista di sosial media. Ya, kini kopi menjadi objek foto menarik tak hanya bagi peminum kopi aktif atau mereka yang bergeliat di industri kopi, tetapi juga mereka yang mendalami fotografer yang mau tak mau terseret arus third wave era. Para hipster berlomba-lomba menampilkan foto kopi terbaiknya. Akun-akun Instagram yang mengkhususkan dirinya kepada kopi pun muncul satu per satu. Dan di sinilah sebuah fenomena fotografi muncul dan mengukuhkan namanya menjadi satu sub-bidang: coffee photography .

Jadi dengan bahasa sederhana, coffee photography adalah sebuah bagian kecil dari dunia fotografi yang secara khusus mengabadikan kopi dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kopi ke dalam foto. Tak ada yang tahu pasti kapan coffee photography lahir dan siapa yang pertama kali menyebut istilah ini. Yang jelas, sama seperti bidang fotografi lainnya seperti food photography, street photography, human interest, dan landscape, coffee photography menjadi bagian kecil yang menambah khasanah dunia fotografi.

Lalu siapa saja yang disebut sebagai coffeethographer? Siapa saja yang memiliki minat terhadap kopi dan gemar mengabadikan ritual yang ada di dalam kopi dengan passion yang tak terbatas. Coffeethographer bisa saja fotografer profesional yang memfoto kopi karena pekerjaan atau karena minat. Bisa juga pengguna akun Instagram yang gemar mengabadikan setiap cangkir yang dia teguk di kedai kopi. Atau juga barista-barista yang mengabadikan hasil latte art buatannya.

Bisa juga mereka yang bekerja bersama petani di kebun kopi. Intinya coffeetographer adalah siapa saja yang secara sering atau sesekali pernah mengabadikan gambar kopi.

Coffeetography adalah teknik yang menangkap gambar kopi artisanal di kafe atau kedai kopi. Beberapa bidikan berfokus pada kopi dalam cangkir, tetapi foto menyeduh dan membuat secangkir teh yang sempurna benar-benar mewujudkan seni barista.

Kiat dan Trik Menguasai Coffeetography

  1. Bawa gambar lebih dekat ke Point of Interest (POI)
    Hindari memiliki terlalu banyak ruang kosong dalam bingkai, dan perbesar objek untuk detail yang lebih tajam dan fokus yang lebih jelas. Isi foto Anda dengan objek.

  2. Pertahankan komposisi objek yang seimbang
    Untuk melakukannya, Anda perlu mempelajari cara menangkap objek dan membingkainya dengan cara yang menunjukkan proporsi dan kedalaman yang optimal. Salah satu caranya adalah dengan memvisualisasikan garis dan mengidentifikasi pola dalam bingkai, seperti yang ditunjukkan dengan teknik aturan pertiga serta garis tengah untuk menangkap simetri dalam foto.

  3. Gunakan DoF untuk fokus pada objek
    Untuk mengambil gambar, Derahab (2017) menggunakan f / 1.8 Depth of Field (DoF) untuk membuat latar belakang buram dan objek yang lebih fokus. Ia menggunakan DoF yang lebih besar seperti f / 11 untuk memiliki segalanya dalam fokus.

  4. Temukan cahaya yang cukup
    Temukan meja di sebelah jendela atau di luar kedai kopi karena memiliki pencahayaan optimal untuk menghasilkan foto yang luar biasa.

Langkah selanjutnya setelah mengikuti teknik yang disebutkan di atas adalah mengedit foto agar memiliki nada yang Anda inginkan. Derahab (2017) biasanya mengedit foto dengan Lightroom atau VSCO. Setelah selesai dengan proses pengeditan, Anda dapat mengunggah foto-foto di Instagram menggunakan aplikasi Planoly untuk feed yang lebih tertata dengan baik.

Referensi

Derahap, Michael. 2017. Coffeetography – Photographing Coffee for Instagram. https://snapshot.canon-asia.com/article/en/coffeetography-photographing-coffee-for-instagram. diakses pada 2 Juni 2020.