Apa yang dimaksud dengan Biaya Variabel (Variable Costs)?

Biaya variabel adalah biaya yang berubah secara proporsional dengan aktivitas bisnis.

Biaya variabel adalah jumlah biaya marjinal terhadap semua unit yang diproduksi. Hal ini juga dapat dianggap biaya normal. Biaya tetap dan biaya variabel membentuk dua komponen dari total biaya. Biaya langsung, bagaimanapun, adalah biaya yang dapat dengan mudah dikaitkan dengan objek biaya tertentu.

Namun, tidak semua biaya variabel adalah biaya langsung. Sebagai contoh, biaya overhead variabel produksi adalah biaya variabel yang merupakan biaya tidak langsung, tidak langsung menjadi suatu biaya. Biaya variabel kadang-kadang disebut biaya tingkat-unit karena mereka bervariasi dengan jumlah unit yang diproduksi.

Apa yang dimaksud dengan Biaya Variabel (Variable Costs)?

Menurut Garrison (2006) Biaya variabel adalah bahwa:

" Variable costs, are costs that change in proportion to changes in activity ".

Dengan kata lain biaya variabel adalah biaya yang akan berubah secara proporsional sesuai dengan aktifitas kegiatan yang dilakukan dalam usaha mencapai laba yang diinginkan oleh perusahaan.

Menurut Riwayadi ( 2006:30 ) mengatakan bahwa :

” Biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang totalnya berubah secara proporsional dengan perubahan output aktivitas, sedangkan biaya per unitnya adalah tetap dalam batas relevan tertentu ”.

Sedangkan menurut Mulyadi ( 2009:15 ) menyatakan bahwa:
“ Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan ”.

Berdasarkan pengertian di atas dapat dilihat bahwa perubahan biaya variabel sangat dipengaruhi oleh volume kegiatan dan berubah secara proporsional sesuai dengan aktivitas yang terjadi. Semakin besar volume kegiatan, semakin besar pula jumlah total biaya variabel, dan semakin rendah volume kegiatan, maka jumlah total biaya variabel akan semakin rendah pula.

Tetapi untuk biaya variabel per satuan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan.

Biaya variabel adalah biaya yang berubah secara proporsional dengan perubahan aktivitas”. Garisson (2000)
Jika tingkat aktivitasnya dilipatduakan, maka total biaya variabel juga akan dilipat dua kali.

Biaya variabel ini dapat di bagi lagi menjadi beberapa bagian, pembagian yang lebih rinci ini penting karena akan mempengaruhi sikap manajemen dalam menerapkan sejumlah kebijakan dan pemahaman yang kasar terhadap perilaku biaya dapat mengakibatkan pengambilan keputusan yang salah. Dalam prakteknya, banyak perusahaan yang bangkrut karena manajemen salah dalam menyiasati biaya yang terjadi dalam perusahaannya.

Atas dasar perilaku biaya, sejumlah biaya variabel akan benar-benar bersifat proporsional, sebagian lagi bersifat bertahap.

• Biaya variabel bersifat proporsional

Menurut Hariadi (2002) ”biaya variabel bersifat proporsional adalah biaya variabel yang berubah secara proporsional dengan perubahan tingkat kegiatan”. Contoh yang sederhana adalah biaya bahan baku yang berubah sejalan dengan perubahan volume produksi. Biaya bahan baku dapat dikatakan berubah sepenuhnya oleh tingkat kegiatan karena andaikata tidak ada kegiatan produksi maka biaya bahan juga tidak ada. Misalnya untuk memproduksi 5.000 unit barang jadi diperlukan biaya bahan baku Rp.50.000,00 maka berikutnya untuk memproduksi 10.000 unit barang jadi diperlukan biaya bahan baku sebesar Rp. 100.000,00 dan seterusnya.

• Biaya variabel bertahap

Menurut Hariadi (2002) ”biaya variabel bertahap adalah biaya variabel yang berubah setahap demi setahap dalam waktu tertentu atau tingkat kegiatan tertentu”. Contohnya adalah biaya tenaga kerja langsung. Tidak seperti biaya bahan baku, jam tenaga kerja langsung pabrik tak bisa di simpan sebagai persediaan untuk kemudian digunakan pada masa berikutnya. Jam kerja sudah ada dalam jumlah tertentu dan kalau tidak digunakan secara efektif, maka akan hilang begitu saja. Perubahan kapasitas produksi tidak secara otomatis menyebabkan biaya tenaga kerja berubah.

Biaya variabel didefinisikan sebagai biaya yang secara total meningkat secara proporsional terhadap peningkatan dalam aktivitas bisnis dan menurun secara proporsional terhadap penurunan dalam aktivitas bisnis.

Biaya variabel termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, beberapa perlengkapan, beberapa tenaga kerja tidak langsung, alat-alat kecil, pengerjaan ulang dan unit-unit yang rusak.

Biaya variabel biasanya dapat didefinisikan langsung dengan aktivitas yang menimbulkan biaya.

Dalam praktik, hubungan antar aktivitas bisnis dan biaya variabel terkait biasanya dianggap linier yaitu total biaya variabel diasumsikan meningkat dalam jumlah konstan untuk setiap satu unit peningkatan dalam aktivitas bisnis, tetapi hubungan aktual jarang yang linier secara sempurna sepanjang rentang aktivitas yang mungkin.