Syekh Muhammad Mutawalli al-Sya’rawi mengatakan, pikiran adalah alat ukur yang digunakan manusia untuk memilih sesuatu yang dinilai lebih baik dan lebih menjamin masa depan diri dan keluarganya. Dengan berpikir, kata James Allan, seseorang bisa menentukan pilihannya.
Berpikir yang diberi tambahan kata positif, dapat diartikan bukan sekedar berpikir yang menggunakan akal, tetapi lebih memerankan perasaan, salah satunya adalah prasangka. Menurut Ahmad Mufid, berpikir positif adalah memedulikan hal-hal yang buruk untuk kemudian dicari kebaikan apa saja yang memungkinkan diambil.
Sedangkan menurut Raihan Adi Prabowo, berpikir positif adalah sikap mental yang melibatkan proses masukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran yang membangun perkembangan pikiran.
Berpikir positif merupakan satu kesatuan yang terdiri tiga komponen, yaitu muatan pikiran, penggunaan pikiran dan pengawasan pikiran. Berpikir posiif merupakan suatu pemikiran yang membawa langkah seseorang menuju kesuksesan dalam hidupnya, karena segala sesuatu yang dilakukan dengan berpikir positif akan menghasilkan hal yang positif juga.
Pikiran positif bisa menghadirkan rasa percaya diri, kebahagiaan, sukacita, kesehatan serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan. Singkatnya, berpikir positif merupakan kegiatan akal budi yang bermanfaat, yang mewujudkan suatu tindakan keputusan yang berguna tidak hanya untuk diri sendiri, akan tetapi juga bagi kemaslahatan orang banyak.
Dengan demikian, berpikir positif penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain karena manfaatnya yang sudah dijelaskan di atas, berpikir positif lebih baik daripada berpikir negatif. Karena pikiran yang negatif akan mengantarkan pada hasil yang negatif, sedangkan pikiran positif akan mengantarkan pada hasil yang positif pula.
Nilai Dasar Berpikir Positif
Dalam pendidikan formal maupun informal terdapat peranan yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Melalui pendidikan, seseorang dapat menumbuhkan benih-benih positif yang ada dalam dirinya. Namun diperlukan nilai-nilai dasar yang membantu seseorang untuk menguatkan berpikir positif. Nilai-nilai dasar yang dimaksud tersebut adalah sebagai berikut.
1) Optimis
Berani menghadapi realitas dan berani menatap dunia sekeliling serta diri sendiri, memahami dan menghayati sesuatu seperti apa adanya.
2) Bersedia Membantu
Tidak berat tangan untuk menolong orang lain. Jangan segan pula untuk meminta tolong kepada orang lain. Nilai ini sangat diperlukan, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang secara harfiah dalam hidupnya saling memerlukan bantuan dan saling mengisi, karena tidak ada seorang pun yang sempurna.
3) Pantang Menyerah
Orang yang gigih, rajin dan pantang menyerah adalah orang yang memiliki daya imajinasi serta kreatifitas yang tinggi. Nilai ini merupakan modal yang kuat untuk mencapai sebuah harapan.
4) Menghargai Ciptaan Tuhan
Menghargai ciptaan Tuhan berarti menghargai orang lain dan menghargai diri sendiri. Bersyukur atas segala yang telah diperoleh dari-Nya juga merupakan sikap menghargai ciptaan Tuhan.
5) Bersahabat
Melakukan segala hal secara damai dan tidak menggunakan cara- cara kekerasan adalah salah satu nilai dasar dalam berpikir positif. Mendukung orang lain dan tidak menjatuhkannya dengan tetap berupaya untuk mencari persamaan dan bukan mencari perbedaan.
Dengan nilai dasar tersebut kepribadian seseorang akan terbentuk lebih positif. Melalui pribadi yang positif maka akan lahir karakter- karakter positif yang mendorong seseorang untuk selalu berpikir positif. Dengan demikian, nilai dasar tersebut dapat menjadi langkah awal dalam upaya pembentukan cara berpikir yang lebih positif.
Prinsip Berpikir Positif
Setiap manusia tidak bisa lepas dari permasalahan. Menghindar dari semua masalah yang datang hanya akan menyelamatkan diri untuk sesaat. Untuk itu, bukan masalah yang perlu dihindari, namun bagaimana cara membuat prinsip atau pola pikir dalam menghadapi masalah tersebut. Dalam hal ini, ada beberapa prinsip berpikir positif yang perlu diketahui dalam menjalani hidup sehari-hari, yaitu:
1) Mengubah Pola Pikir
Mengubah pola pikir berarti mengubah kenyataan, pikiran baru menciptakan kenyataan baru. Jika seseorang ingin melakukan perubahan positif dalam hidupnya, maka pertama kali yang harus ia lakukan adalah mengubah pikirannya. Gantilah pikiran negatif dengan pikiran positif. Sebab pikiran baru melahirkan kenyataan baru. Oleh karena itu, jika anda benar-benar ingin menciptakan perubahan positif dalam hidup, maka mulailah mengubah bagian dalam diri anda.
2) Belajar Dari Masa Lalu
Belajarlah dari masa lalu, hiduplah pada masa kini, dan rencanakanlah masa depan. Masa lalu adalah mimpi, masa depan adalah proyeksi, kehidupan saat ini yang diwarnai cinta membuat masa lalu menjadi mimpi yang indah dan masa depan yang penuh harapan. Banyak orang mengeluhkan masa lalu dan masa depan. Keduanya tidak ada saat ini. Masa lalu dan segala peristiwa yang ada di dalamnya telah berlalu sebagai pengalaman.
Setiap manusia dapat membersihkan masa lalu dengan selalu bertanya pada diri sendiri, “Pelajaran apa yang bisa aku petik dari masa lalu? Andai waktu membawaku ke masa lalu, apa yang akan aku lakukan?” Tulislah keterampilan yang dipelajari dari peristiwa pada masa lalu, lantas tulis juga sikap yang akan dilakukan jika menghadapi kejadian serupa. Dengan demikian dapat membuat akal mampu mengidentifikasi masa lalu sebagai pelajaran dan kekuatan, bukan kelemahan dan kegagalan.
Tentang masa kini, dihadapi dengan segenap makna positif adalah yang terbaik. Jangan sampai kehidupan masa kini dihantui dengan perasaan negatif masa lalu. Jangan terlena menunggu masa depan yang belum datang. Dengan demikian, kehidupan akan berjalan normal dan stabil. Selama menjalani hidup ini dengan tulus, maka semua orang dapat menjadikan masa lalu sebagai kebahagiaan dan masa depan sebagai proyeksi yang indah.
3) Mengubah Persepsi
Masalah dan kesengsaraan hanya ada dalam persepsi. Kenyataan adalah persepsi yang muncul dari pikiran. Jika ingin mengubah kenyataan hidup, langkah pertama adalah dengan memulai mengubah persepsi. Akal manusia hanya bisa fokus pada satu informasi dalam satu waktu. Jika persepsi tentang masalah diubah, memikirkannya sebagai hadiah terindah, lalu berkonsentrasi pada upaya mencari solusi, maka bukan tidak mungkin akan menemukan pintu harapan terbuka lebar di depan mata. Oleh karena itu, jangan biarkan persepsi tentang suatu masalah mempengaruhi kehidupan. Sebab persepsi adalah program akal terdahulu yang bisa jadi keliru. Dengan mengubah persepsi, niscaya kehidupan juga akan berubah.
4) Pisahkan Diri Dari Masalah
Jangan menjadi bagian masalah. Pisahkan diri dari masalah. Tidak ada masalah yang solusinya tidak dapat dipikirkan oleh akal manusia. Apa pun yang anda pikirkan, diri anda tetap lebih kuat dari yang anda bayangkan. Masalah hanya romantika hidup yang dapat menjadi pelajaran agar lebih bijaksana, lebih ahli, dan lebih berpengalaman.
5) Penyelesaian Spiritual
Setiap masalah ada solusi spiritualnya. Segala cobaan hidup di dunia adalah anugerah Allah untuk menjadikan manusia semakin dekat dengan-Nya. Dengan demikian, selalu ada penyelesaian secara spiritual bagi setiap masalah.
Berdasarkan prinsip di atas, berpikir positif bukanlah hal sulit. Kesadaran bahwa setiap masalah memiliki jalan keluar adalah kunci utamanya. Menghindari masalah hanya akan menyelamatkan diri sesaat. Sehingga tetap berpikir positif dan berpengharapan baik akan jauh lebih baik daripada mengeluh dan menghindar.