© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan bakteri Listeria?

Sepuluh orang lanjut usia di Australia yang mana enam orang dari New South Wales, tiga orang dari Queensland dan satu orang dari Victoria, didiagnosis menderita infeksi setelah mengkonsumsi Rockmelon. Sepuluh orang tersebut mulai sakit antara 17 Januari hingga 9 Februari 2018.

Sebagai informasi, walaupun berdasarkan catatan Badan Karantina Pertanian bahwa sejak tahun 2016 buah Rockmelon asal Australia belum pernah masuk ke Indonesia, namun buah ini telah diekspor ke beberapa negara, termasuk Malaysia dan Singapura yang merupakan negara tetangga dan berbatasan langsung dengan wilayah Indonesia.

Melon (Cucumis melo L.) merupakan buah yang termasuk dalam suku labu-labuan atau Cucurbitaceae. Ciri Khas melon jenis Rockmelon adalah memiliki kulit berwarna hijau yang berjaring/terdapat guratan seperti jaring, sedangkan daging buahnya berwarna orange. Kandungan air melon jenis ini lebih sedikit dibanding jenis lainnya.

Rockmelon memiliki kulit berwarna hijau yang berjaring/terdapat guratan seperti jaring, sedangkan daging buahnya berwarna orange. Selain Rokmelon, jenis melon yang populer di Indonesia antara lain jenis sky rocket dan golden melon. Sesuai informasi dari Badan Karantina Pertanian, semua buah melon yang beredar di pasaran Indonesia berasal dari produksi asli dalam negeri, sehingga aman dan sehat untuk dikonsumsi, serta bebas dari cemaran L. monocytogenes.

Sebenarnya kejadian cemaran L. Monocytogenes ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada tahun 2015 Kementerian Perdagangan Republik Indonesia secara resmi mengumumkan pelarangan perdagangan produk buah apel jenis Granny Smith (merek Granny’s Best) dan Gala (merek Big B) yang diproduksi Bidart Bros asal California Amerika Serikat. Kedua jenis apel tersebut diduga terkontaminasi bakteri L. Monocytogenes, sama seperti kasus rockmelon.

Apa itu Listeria monocytogenes? Mengapa berbahaya dan bagaimana menghindarinya?

Listeria monocytogenes (L. monocytogenes) diklasifikasikan sebagai bakteri gram positif dan bergerak menggunakan flagella. Penelitian menunjukkan bahwa 1-10% manusia mungkin memiliki L. monocytogenes di dalam ususnya. Bakteri ini juga telah ditemukan pada setidaknya 37 spesies mamalia dan 17 spesies burung, baik liar maupun peliharaan.

L. monocytogenes dapat ditemukan dengan mudah ditemukan di air kotor, air irigasi, tanah, dan pupuk. Bakteri ini juga tahan suhu di bawah 0°C dan dapat tetap tumbuh pada suhu 4°C, sehingga dapat berkembang pada makanan seperti susu mentah, susu yang proses pasteurisasinya kurang baik, keju, daging ayam, seafood mentah, ikan asap, es krim, buah segar, dan sayuran yang disimpan di lemari pendingin. Infeksi bisa terjadi antara lain melalui kontak dengan hewan, hama, buah yang terkontaminasi, menggunakan alat masak yang telah terkontaminasi, dan tangan yang tidak bersih.

Wanita hamil, bayi, orang tua dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah sangat berisiko terkena penyakit Listeriosis akibat terinfeksi L. monocytogenes. Listeriosis dimulai dengan gejala seperti flu, yaitu demam, menggigil, nyeri otot, mual dan kadang diare. Waktu dari infeksi bakteri ini ke dalam tubuh sampai menunjukkan tanda-tanda penyakit berkisar antara 8 sampai 90 hari. Infeksi ini juga dapat menyebabkan keguguran pada perempuan hamil.

Tindakan pencegahan yang dapat kita lakukan antara lain membeli buah yang tidak “memar” atau rusak, dan sebaiknya dicuci sampai bersih sebelum dimakan. Selanjutnya, hindari mengkonsumsi makanan yang sudah melewati tanggal kadaluarsa. Selain itu, pencegahan dapat dilakukan dengan memasak makan dengan pemanasan yang baik dan merata, serta memanaskan makanan yang disimpan secara berkala sampai merata.

Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah jangan menyimpan makanan siap makan terlalu lama hingga berhari-hari di dalam lemari es, karena seperti yang telah disebutkan di atas, bakteri L. monocytogenes adalah salah satu dari sedikit patogen yang bisa tumbuh di suhu rendah.

Sumber: