Apa yang dimaksud dengan Atonia uteri?

Atonia Uteri adalah suatu kondisi dimana Myometrium tidak dapat berkontraksi dan bila ini terjadi maka darah yang keluar dari bekas tempat melekatnya plasenta menjadi tidak terkendali. (Apri, 2007)

Apa yang dimaksud dengan Atonia uteri ?

Atonia uteri

Atonia uteri adalah suatu keadaan dimana lemahnya kontraksi rahim yang menyebabkan uterus tidak dapat menghentikan perdarahan yang terjadi dari tempat implantasi plasenta setelah bayi dan plasenta lahir.

Faktor predisposisinya:

  1. Regangan rahim berlebihan yang diakibatkan kehamilan gemeli, polihidramnion, atau bayi terlalu besar.
  2. Kehamilan grande multipara
  3. Kelelahan persalinan lama
  4. Ibu dengan anemis atau menderita penyakit menahun
  5. Infeksi intra uterin
  6. Mioma uteri
  7. Ada riwayat atonia uteri

Diagnosis

Setelah bayi dan plasenta lahir, ternyata perdarahan masih aktif dan banyak, bergumpal dan pada saat dipalpasi didapatkan fundus uteri masih setinggi pusat atau lebih dengan kontraksi yang lembek. Perlu diperhatikan bahwa pada saat atonia uteri terdiagnosis, maka pada saat itu juga masih ada darah sebanyak 500-1000 cc yang sudah keluar dari pembuluh darah, tetapi masih terperangkap dalam uterus dan harus diperhitungkan dalam kalkulasi pemberian darah pengganti.

Atonia uteri

Penatalaksanaaan

  1. Pemijatan uterus
  2. Oksitosin dapat diberikan
  3. Antisipasi dini akan kebutuhan darah dan transfusi sesuai kebutuhan, jika perdarahan terus berlangsung, memastikan plasenta lahir lengkap, jika terdapat tanda-tanda sisa plasenta, sisa plasenta tersebut dikeluarkan, uji pembekuan darah sederhana. Kegagalan terbentuknya pembekuan darah setelah 7 menit atau adanya bekuan lunak yang dapat pecah dengan mudah menunjukan adanya koagulopati.
  4. Jika perdarahan terus berlangsung, lakukan kompresi bimanual internal atau kompresi aorta abdominalis.
  5. Jika perdarahan masih berlangsung setelah dilakukan kompresi, lakukan ligasi arteri uterina dan ovarika, histerektomi jika terjadi perdarahan yang mengancam jiwa.