Apa yang dimaksud dengan Anggaran (Budget)?

Anggaran merupakan sejumlah uang yang dihabiskan dalam periode tertentu untuk melaksanakan suatu program. Tidak ada satu perusahaan pun yang memiliki anggaran yang tidak terbatas, sehingga proses penyusunan anggaran menjadi hal penting dalam sebuah proses perencanan.

Apa yang dimaksud dengan Anggaran (Budget) ?

1 Like

Anggaran, menurut Shim dan Siegel (2000), merupakan titik fokus dari keseluruhan proses perencanaan dan pengendalian.

Menurut Garrison dan Noreen (2000), anggaran adalah rencana rinci tentang perolehan dan penggunaan sumber daya keuangan dan sumber daya lainnya untuk suatu periode tertentu.

Welsch, Hilton dan Gordon (2000) mendefinisikan perencanaan dan pengendalian laba (juga sering disebut penganggaran) diartikan sebagai proses yang ditujukan untuk membantu melaksanakan fungsi-fungsi perencanaan dan pengendalian secara efektif.

Nafarin (2000) menyatakan anggaran sebagai suatu rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan program-program yang telah disahkan, serta merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang untuk jangka waktu tertentu.

Keunggulan dan Keterbatasan Anggaran


Anggaran sendiri memiliki keunggulan serta keterbatasan. Menurut Garrison dan Noreen (2000), manfaat dari program penganggaran adalah sebagai berikut:

  1. Anggaran merupakan alat komunikasi bagi rencana manajemen melalui organisasi.

  2. Anggaran memaksa manajer untuk memikirkan dan merencan akan masa depan. Bila penyiapan anggaran tidak diperlukan, maka akan terlalu banyak manajer yang harus menghabiskan waktunya untuk mengatasi berbagai masalah darurat.

  3. Proses penganggaran merupakan alat alokasi sumber daya pada berbagai bagian dari organisasi agar dapat digunakan seefektif mungkin.

  4. Proses pengganggaran dapat mengungkap adanya kemandegan potensial sebelum terjadinya.

  5. Anggaran mengkoordinasikan aktivitas seluruh organisasi dengan cara mengintegrasikan rencana dari berbagai bagian. Penganggaran ikut memastikan agar setiap orang dalam organisasi mengarah pada sasaran yang sama.

  6. Anggaran menentukan tujuan dan sasaran yang dapat berlaku sebaga benchmark untuk mengevaluasi kinerja pada waktu berikutnya.

Sedangkan keterbatasan anggaran menurut Carter dan Usry (2002), adalah sebagai berikut:

  1. Ramalan bukanlah ilmu pasti; sejumlah penilaian dipresentasikan berdasarkan estimasi/perkiraan. Karena anggaran berdasarkan ramalan terhadap kegiatan- kegiatan yang ak an datang, maka revisi atau modifikasi terhad ap anggaran perlu dilakukan ketika dibutuhkan perubahan rencana. Jika kinerja aktual melen ceng dari anggaran, alasannya mungkin saja karena ramalannya yang salah.

  2. Anggaran mungkin memfokuskan perhatian manajer kepada suatu tujuan yang tidak seiring dengan tujuan organisasi secara keseluruhan. Suatu sistem anggaran dianggap kurang bagus jika memotivasi manajer melakukan tindakan yang bukan merupakan yang terbaik bagi organisasi.

  3. Diperlukan komitmen dari manajemen puncak dan kerja sama seluruh anggota manajemen. Jika manajemen puncak tidak mendukung proses penganggaran, maka manajemen bawah akan menganggap proses penganggaran sebagai kegiatan yang tidak berarti.

  4. Penggunaan berlebihan terhadap anggaran sebagai alat evaluasi bisa berakibat munculnya tingkah laku yang tidak sesuai. Manajemen mungkin saja sengaja melakukan tindakan yang menguras sumber daya perusahaan demi mencapai tujuan anggaran pribadinya.

  5. Perencanaan laba tidak menghilangkan atau menggantikan peran administrasi. Eksekutif terkadang merasa terbatasi oleh anggaran.

  6. Pembuatan memakan waktu. Terkadang manajemen sering tidak sabar karena mengharapkan terlalu banyak dalam waktu yang terlalu singkat.

Keterbatasan lainnya menurut Nafarin (2000) yaitu bila pihak yang merasa dipaksa untuk melaksanakan anggaran dapat mengakibatkan mereka menggerutu dan menentang, sehingga anggaran tidak akan efektif.

Dalam rangka mengatasi keterbatasan-keterbatasan anggaran tersebut, dibutuhkan partisipasi dari seluruh bagian organisasi. Manajemen puncak perlu menjelaskan manfaat dan tujuan pembuatan anggaran, sehingga tidak menganggap anggaran sebagai suatu paksaan ataupun kekangan, melainkan menganggapnya sebagai informasi yang dapat digunakan untuk membawa mereka ke arah tujuan organisasi.

Macam-Macam Anggaran


Terdapat bermacam-macam anggaran menurut berbagai sudut pandang. Berikut pengelompokan anggaran menurut Nafarin (2000):

1. Menurut dasar penyusunan:

  • Anggaran variabel (fleksibel), yaitu anggaran yang disusun berdasarkan interval kapasitas tertentu. Merupakan suatu seri anggaran yang dapat disesuaikan pada tingkat-tingkat aktivitas yang berbeda. Misalnya anggaran penjualan disusun berkisar antara 500 unit sampai 1.000 unit.

  • Anggaran tetap (statis), yaitu anggaran yang disusun berdasarkan suatu tingkat kapasitas tertentu. Misalnya penjualan direncanakan 1.000 unit, dengan demikian anggaran lainnya dibuat berdasarkan anggaran penjualan 1.000 unit tersebut.

Shim dan Siegel (2000) juga memberikan pendapat mengenai perbedaan anggaran fleksibel dan statis, bahwa anggaran fleksibel berguna untuk mengendalikan biaya, diarahkan untuk beberapa aktivitas bukan hanya satu aktivitas, dan bersifat dinamis serta tidak statis. Sedangkan anggaran statis (tetap) hanya diarahkan untuk satu tingkat aktivitas dan memiliki masalah dalam pengendalian biaya.

Tabel Contoh anggaran laporan laba rugi statis
image
Sumber: Garrison dan Noreen (2000, p426)

2. Menurut cara penyusunan:

  • Anggaran periodik adalah anggaran yang disusun untuk satu periode tertentu, pada umumnya periodenya satu tahun yang disusun setiap akhir periode anggaran.

  • Anggaran kontiniu adalah anggaran yang dibuat untuk mengadakan perbaikan anggar an yang pernah dibuat, misalnya tiap bulan diadakan perbaikan, sehingga anggaran yang dibuat dalam setahun mengalami perubahan.

3. Menurut jangka waktunya:

  • Anggaran jangka pendek (anggaran taktis) adalah anggaran yang dibuat dengan jangka waktu paling lama sampai satu tahun. Anggaran untuk keperluan modal kerja merupakan anggaran jangka pendek.

  • Anggaran jangka panjang (anggaran strategis) adalah anggaran yang dibuat dengan jangka waktu lebih dari satu tahun. anggaran untuk keperluan investasi barang modal merupakan anggaran jangka panjang yang disebut anggaran modal (capital budget). Anggaran jangka panjang diperlukan sebagai dasar penyusunan anggaran jangka pendek.

4. Menurut bidangnya:

  • Anggaran operasional adalah anggaran untuk menyusun anggaran laporan laba rugi. Anggaran operasional antara lain terdiri dari:

    • Anggaran penjualan

      Menurut Welsch, Hilton dan Gordon (2000, p160-161), dua pendekatan yang berbeda digunakan untuk rencana penjualan, tergantung pada karakteristik perusahaan, yaitu:

      1. Pendekatan harga jual per unit. Pertama direncanakan unit yang hendak dijual dan harga jual per unit untuk tiap produk. Metode ini diterapkan saat (a) jumlah lini produk kecil, dan (b) harga jual relatif tinggi. contohnya, pendekatan ini biasanya akan digunakan untuk dealer mobil (kecuali untuk operasi suku cadang)

      2. Pendekatan nilai penjualan. Pendekatan ini merencanakan nilai penjualan dalam satuan uang hanya untuk departemen penjualan. Pendekatan ini digunakan saat (a) jumlah lini produk banyak, dan
        (b) harga jual antar lini produk sangat bervariasi. Pada kasus ini sering tidak praktis untuk merencanakan unit dan harga individual untuk semua barang (bayangkan toko bahan makanan).

    • Anggaran biaya pabrik;

      • Anggaran biaya bahan baku
      • Anggaran biaya tenaga kerja langsung
      • Anggaran biaya overhead pabrik
    • Anggaran beban usaha

    • Anggaran laporan rugi laba

  • Anggaran keuangan adalah anggaran untuk menyusun anggaran neraca. Anggaran keuangan antara lain terdiri dari:

    • Anggaran kas
    • Anggaran piutang
    • Anggaran persediaan
    • Anggaran utang
    • Anggaran neraca

Kedua anggaran ini bila dipadukan disebut anggaran induk (master budget). Anggaran induk yang mengkonsolidasikan rencana keseluruhan perusahaan untuk jangka pendek, biasanya disusun atas dasar tahunan.

Anggaran tahunan dipecah lagi menjadi anggaran triwulanan dan anggaran triwulanan dipecah lagi menjadi anggaran bulanan. Ilustrasi keterkaitan anggaran induk menurut Garrison dan Noreen dapat dilihat pada gambar dibawah ini.


Gambar Keterkaitan anggaran induk. Sumber: Garrison dan Noreen (2000, p414)

anggaran

Anggaran merupakan suatu alat bantu dalam manajemen suatu perusahaan dalam mencapai tujuan utamanya yaitu memperoleh laba dengan memproduksi barang atau jasa untuk dijual kepada konsumen, sehingga diperoleh penghasilan yang optimal, anggaran bisa juga dikatakan sebagai perencanaan yang berfungsi sebagai alat bantu dalam menetapkan asumsi mengenai gambaran kegiatan yang dilakukan berdasarkan fakta yang ada, sehingga pada waktu yang akan datang dapat tercapai tujuan yang diinginkan.

Rencana tersebut juga diasumsikan sebagai upaya tindakan hati-hati sebelum melakukan realisasi dari perencanaan tersebut, sehingga hasil realisasinya sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya dan agar mendapatkan hasil yang optimal.

Dari website Wikimedia Foundation, menurut National Committee on Governmental Accounting (NCGA), saat ini Governmental Accounting Standarts Board (GASB), definisi anggaran (budget) sebagai berikut:

“… Rencana operasi keuangan, yang mencakup estimasi pengeluaran yang diusulkan, dan sumber pendapatan yang diharapkan untuk membiayainya dalam periode waktu tertentu”.
(2007)

Sedangkan menurut Nafarin dalam bukunya Penganggaran Perusahaan menjelaskan pengertian anggaran sebagai berikut :

“Anggaran adalah suatu rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan program yang telah disahkan”. (2004)

Menurut Robert N. Anthony dan Vijay Govindarajan pengertian anggaran yang diterjemahkan oleh FX Kurniawan Tjakrawala dalam bukunya Sistem Pengendalian Manajemen adalah sebagai berikut :

“Anggaran adalah alat untuk memberikan informasi ke pihak manajemen mengenai rencana yang dimiliki oleh seorang kepala divisi untuk tahun berikutnya agar pihak manajemen dapat memberikan penilaian terhadap rencana-rencana yang telah disusun”. (2002)

Karakteristik Anggaran Yang Baik


Suatu anggaran mempunyai karakteristik yang baik beberapa aspek yang berbeda dibandingkan dengan ramalan. Anggaran merupakan rencana manajemen yang mendasarkan asumsi bahwa langkah-langkah positif akan diambil oleh penyusun anggaran agar realisasi anggaran sesuai dengan rencana yang telah disusun. Di lain pihak ramalan hanya merupakan prediksi mengenai apa yang akan terjadi tanpa membawa implikasi pada peramal bahwa dia akan berusaha akan mempengaruhi realisasi. Jika dibandingkan dengan karakteristik anggaran dan ramalan mempunyai karakteristik yang berbeda.

Menurut Robert N. Anthony dan Vijay Govindarajan diterjemahkan oleh FX Kurniawan Tjakrawala dalam bukunya Sistem Pengendalian Manajemen Buku 2, adapun perbedaan anggaran dengan ramalan dilihat dari karakteristiknya adalah sebagai berikut :

Karakteristik anggaran :

  1. Anggaran memperkirakan keuntungan yang potensial dari unit perusahaan.
  2. Dinyatakan dalam istilah moneter, walaupun jumlah moneter mungkin didukung dengan jumlah non-moneter (contoh unit yang terjual atau produksi).
  3. Biasanya meliputi waktu selama satu tahun.
  4. Merupakan perjanjian manajemen, bahwa manajer setuju untuk bertanggung jawab untuk pencapaian tujuan dari anggaran.
  5. Usulan anggaran diperiksa dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi dari pembuat anggaran.
  6. Sekali disetujui, anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi tertentu.
  7. Secara berkala kinerja keuangan aktual dibandingkan dengan anggaran dan perbedaannya dianalisis dan dijelaskan.

Sedangkan karakteristik ramalan :

  1. Peramalan dapat atau tidak dinyatakan dalam istilah moneter.
  2. Dapat dilakukan setiap waktu.
  3. Peramal tidak menerima tanggung jawab akan hasil dari ramalannya.
  4. Peramalan biasanya tidak disetujui oleh kekuasaan yang lebih tinggi.
  5. Peramalan diperbaharui secepatnya informasi baru menunjukkan adanya perubahan kondisi.
  6. Berbagai varian dalam peramalan tidak dianalisis secara formal ataupun berkala”.
    (2003)

Hal senadapun dinyatakan oleh Mulyadi dalam bukunya Akuntansi Manajemen Konsep, Manfaat dan Rekayasa, tentang karakteristik perbedaan anggaran dengan prakiraan yaitu :

Anggaran mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  1. Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan dan satuan selain keuangan.
  2. Anggaran umumnya mencakup jangka waktu satu tahun.
  3. Anggaran berisi komitmen atau kesanggupan manajemen, yang berarti bahwa para manajer setuju untuk menerima tanggung jawab untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam anggaran.
  4. Usulan anggaran di-review dan disetujui oleh pihak yang berwenang lebih tinggi dari penyusun anggaran.
  5. Sekali disetujui, anggaran hanya dapat diubah dibawah kondisi tertentu.
  6. Secara berkala, kinerja keuangan sesungguhnya dibandingkan dengan anggaran dan selisihnya dianalisis dan dijelaskan.

Prakiraan memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Prakiraan dapat dinyatakan dalam satuan keuangan atau dalam satuan selain keuangan.
  2. Prakiraan dapat mencakup berbagai macam jangka waktu.
  3. Penyusun prakiraan tidak bertanggung jawab untuk mencapai hasil yang diprakirakan.
  4. Prakiraan tidak memerlukan persetujuan dari pihak yang memeiliki wewenang yang lebih tinggi.
  5. Prakiraan akan selalu dimutakhirkan (update) juka informasi baru menunjukan perubahan kondisi.
  6. Penyimpangan dari yang diprakirakan tidak diananlisis secara formal atau secara berkala. Penyusun prakiraan melakukan analisis terhadap penyimpangan hasil prakiraan dengan apa yang diprakirakan, namun tujuan analisis ini adalah untuk memperbaiki kemampuannya dalam melakukan prakiraan. (2001)

anggaran

Tujuan Anggaran


Perencanaan anggaran merupakan salah satu bagian saja dari rencana-rencana perusahaan, karena perencanaan ini mencakup seluruh aktivitas perusahaan baik itu pemerintah maupun swasta. Oleh karena itu, anggaran mempunyai tujuan yang secara garis besar untuk mengatur aktivitas yang akan dilakukan oleh perusahaan.

Menurut Nafarin Tujuan anggaran dalam bukunya Penganggaran Perusahaan adalah sebagai berikut :

  1. Untuk digunakan sebagai landasan yuridis formal dalam memilih sumber penggunaan dana.
  2. Untuk mengadakan pembatasan jumlah dana yang dicari dan digunakan.
  3. Untuk merinci jenis sumber dana yang dicari maupun jenis penggunaan dana, sehingga dapat mempermudah pengawasan.
  4. Untuk merasionalkan sumber dan penggunaan dana, agar dapat mencapai hasil yang maksimal.
  5. Untuk menyempurnakan rencana yang telah disusun dengan anggaran yang lebih jelas dan nyata terlihat.
  6. Untuk menampung dan menganalisis serta memutuskan sekumpulan yang berkaitan dengan keuangan”. (2004)

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari anggaran adalah sebagai landasan yuridis formal dalam memilih, membatasi dan menggunakan dana serta untuk menyempurnakan rencana yang telah disusun sebelumnya dengan anggaran yang lebih nyata, sehingga mudah dianalisis dan mudah dalam mengambil keputusan.

Kegunaan Anggaran


Kegunaan anggaran pada suatu perusahaan merupakan alat untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan, fungsi perencanaan, koordinasi, pengawasan dan juga sebagai pedoman kerja dalam menjalankan perusahaan untuk tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut Munandar (2001) dalam bukunya Budget memberikan pengertian mengenai kegunaan anggaran sebagai berikut:

  1. Sebagai pedoman kerja
    Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang disusun sistematis dan dinyatakan dalam unit moneter. Lazimnya penyusunan anggaran berdasarkan pengalaman masa lalu dan taksir-taksiran pada masa yang akan datang, maka ini dapat menjadi pedoman kerja bagi setiap bagian dalam perusahaan untuk menjalankan kegiatannya.

  2. Sebagai alat pengkoordinasian kerja
    Koordinasi menuntut adanya keselarasan tindakan bekerja dari setiap individu atau bagian dalam perusahaan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa untuk menciptakan adanya koordinasi diperlukan perencanaan yang baik, yang dapat menunjukkan keselarasan rencana antara satu bagian dengan bagian lainnya.

    Anggaran yang berfungsi sebagai perencanaan harus dapat menyesuaikan rencana yang dibuat untuk berbagai bagian dalam perusahaan, sehingga rencana kegiatan yang satu akan selaras dengan lainnya. Untuk itu anggaran dapat dipakai sebagai alat koordinasi untuk seluruh bagian yang ada dalam perusahaan, karena semua kegiatan yang saling berkaitan antara satu bagian dengan bagian lainnya sudah diatur dengan baik.

  3. Sebagai alat pengawasan kerja
    Anggaran merupakan salah satu cara mengadakan pengawasan dalam perusahaan. Pengawasan itu merupakan usaha-usaha yang ditempuh agar rencana yang telah disusun sebelumnya dapat dicapai.

    Anggaran berfungsi pula sebagai tolak ukur, sebagai alat pembanding untuk menilai (evaluasi) realisasi kegiatan perusahaan nantinya. Dengan membandingkan antara antara apa yang tertuang didalam anggaran dengan apa yang dicapai oleh realisasi kerja perusahaan, dapatlah dinilai apakah perusahaan telah sukses bekerja ataukah kurang sukses bekerja. Dengan demikian pengawasan adalah mengevaluasi prestasi kerja dan tindakan perbaikan.

    Aspek pengawasan yaitu dengan membandingkan antara prestasi dengan yang dianggarkan, apakah dapat ditemukan efisiensi atau apakah para manajer pelaksana telah bekerja dengan baik dalam mengelola perusahaan.

    Tujuan pengawasan itu bukanlah mencari kesalahan akan tetapi mencegah dan nemperbaiki kesalahan. Sering terjadi fungsi pengawasan itu disalah artikan yaitu mencari kesalahan orang lain atau sebagai alat menjatuhkan hukuman atas suatu kesalahan yang dibuat pada hal tujuan pengawasan itu untuk menjamin tercapainya tujuan-tujuan dan rencana perusahaan.

Manfaat Anggaran


Dalam suatu proses kegiatan (aktivitas) yang dilakukan perusahaan, anggaran memiliki berbagai manfaat yang dapat dirasakan baik secara langsung maupun tidak langsung oleh perusahaan tersebut.

Menurut pendapat Nafarin (2004) dalam bukunya Penganggaran Perusahaan mendefinisikan manfaat anggaran sebagai berikut :

  1. “Segala kegiatan dapat terarah pada pencapaian tujuan bersama.
  2. Dapat digunakan sebagai alat menilai kelebihan dan kekurangan pegawai.
  3. Dapat memotivasi pegawai
  4. Menimbulkan tanggung jawab tertentu pada pegawai.
  5. Menghindari pemborosan dan pembayaran yang kurang perlu.
  6. Sumber daya, seperti : Tenaga kerja, Peralatan, dan Dana dapat dimanfaatkan seefisien mungkin.
  7. Alat pendidikan bagi para manajer”.

Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan penyusunan anggaran secara cermat dan baik akan mendatangkan manfaat bagi perusahaan. Salah satu manfaat itu adalah sebagai alat pengawasan kerja suatu perusahaan yang mengendalikan setiap kegiatan yang terjadi agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan dana.

Kelemahan Anggaran


Anggaran yang baik dan sempurna tidak akan menjamin bahwa pelaksanaan serta realisasinya nanti juga akan baik serta sempurna, tanpa dikelola oleh tangan-tangan manajemen (manajer) yang trampil dan berbakat. Disamping itu, anggaran sebagai suatu alat masih juga mengandung beberapa kelemahan-kelemahan.

Menurut Narumondang Bulan Siregar (2003) didalam arikelnya berjudul Penyusunan Anggaran Perusahaan Sebagai Alat Manajemen Dalam Pencapaian Tujuan menyatakan kelemahan-kelemahan anggaran antara lain:

  1. Anggaran disusun berdasarkan taksiran-taksiran (forecasting). Betapapun cermatnya taksiran tersebut dibuat namun amatlah sulit untuk mendapatkan taksiran yang benar-benar akurat dan kemudian sama sekali tidak berbeda dengan kenyataannya nanti.

  2. Taksiran-taksiran dalam anggaran disusun dengan mempertimbangkan berbagai data, infoffilasi dan faktor-faktor baik yang baik controlable maupun yang uncontrolable. Dengan demikian, jika nantinya terjadi perubahan-perubahan terhadap data informasi serta faktor-faktor tersebut akan merubah pula ketetapan taksiran-taksiran yang telah disusun tersebut.

  3. Berhasil atau tidaknya pelaksanaan (realisasi) anggaran sangat tergantung pada manusia-manusia pelaksananya. Anggaran yang baik tidak akan bisa direalisasikan bilamana para pelaksananya tidak mempunyai ketrampilan serta kecakapan yang memadai”.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan, nampaklah bahwa anggaran sebagai suatu alat, penggunaannya, modifikasinya serta pelaksanaannya sangat tergantung pada manusia-manusianya. Oleh sebab itulah maka kehadiran manajemen (manajer) mutlak diperlukan bagi perusahaan. Begitu pula halnya dengan perusahaan, perusahaan yang cenderung memandang kedepan, akan selalu memikirkan apa yang mungkin dilakukannya pada masa yang akan datang. Sehingga dalam pelaksanaannya, perusahaan-perusahaan ini tinggal berpegangan pada semua rencana yang telah disusun sebelumnya.

Glenn A Welsch mendefenisikan anggaran sebagai berikut:

“Profit planning and control may be broadly as de fined as sistematic and formalized approach for accomplishing the planning, coordinating and control responsibility of management”

Dari pengertian di atas, anggaran dikaitkan dengan fungsi-fungsi dasar manajemen yang meliputi fungsi perencanaan, koordinasi dan pengawasan. Jadi bila anggaran dihubungkan fungsi dasar manajemen maka anggaran meliputi fungsi perencanaan, mengarahkan, mengorganisasi dan mengawasi setiap satuan dan bidang-bidang organisasional didalam badan usaha.

Dari defenisi di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan :

  • Bahwa anggaran harus bersifat formal artinya anggaran disusun dengan sengaja dan bersungguh-sungguh dalam bentuk tertulis dan teliti.

  • Bahwa anggaran harus bersifat sistematis artinya anggaran disusun dengan berurutan dan berdasarkan logika.

  • Bahwa setiap manajer dihadapkan pada suatu tanggungjawab untuk mengambil keputusan sehingga anggaran merupakan hasil pengambilan keputusan yang berdasarkan asumsi tertentu.

  • Untuk keputusan yang diambil oleh manajer tersebut, merupakan pelaksanaan fungsi manajer dari segi perencanaan, pengorganisasian, mengarahkan dan pengawasan.

Fungsi Anggaran


Peranan anggaran pada suatu perusahaan merupakan alat untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan, fungsi perencanaan, koordinasi, pengawasan dan juga sebagai pedoman kerja dalam menjalankan perusahaan untuk tujuan yang telah ditetapkan.

  1. Fungi Perencanaan
    Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini merupakan dasar pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen lainnya.
    Winardi memberikan pengertian mengenai perencanaan sebagai berikut:

    “Perencanaan meliputi tindakan memilih dan menghubungkan fakta-fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal memvisualisasi serta merumuskan aktifitas-aktifitas yang diusulkan yang dianggap perlu untuk mencapai basil yang diinginkan”.

    Dari kutipan di atas disimpulkan bahwa sebelum perusahaan melakukan operasinya, pimpinan dari perusahaan tersebut harus lebih dahulu merumuskan kegiatan-kegiatan apa yang akan dilaksanakan di masa datang dan hasil yang akan dicapai dari kegiatan-kegiatan tersebut, serta bagaimana melaksanakannya. Dengan adanya rencana tersebut, maka aktifitas akan dapat terlaksana dengan baik.

  2. Fungsi Pengawasan
    Anggaran merupakan salah satu cara mengadakan pengawasan dalam perusahaan. Pengawasan itu merupakan usaha-usaha yang ditempuh agar rencana yang telah disusun sebelurnnya dapat dicapai. Dengan demikian pengawasan adalah mengevaluasi prestasi kerja dan tindakan perbaikan apabila perlu.

    Aspek pengawasan yaitu dengan membandingkan antara prestasi dengan yang dianggarkan, apakah dapat ditemukan efisiensi atau apakah para manajer pelaksana telah bekerja dengan baik dalam mengelola perusahaan.

    Tujuan pengawasan itu bukanlah mencari kesalahan akan tetapi mencegah dan nemperbaiki kesalahan. Sering terjadi fungsi pengawasan itu disalah artikan yaitu mencari kesalahan orang lain atau sebagai alat menjatuhkan hukuman atas suatu kesalahan yang dibuat pada hal tujuan pengawasan itu untuk menjamin tercapainya tujuan-tujuan dan rencana perusahaan.

  3. Fungsi Koordinasi
    Fungsi koordinasi menuntut adanya keselarasan tindakan bekerja dari setiap individu atau bagian dalam perusahaan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa untuk menciptakan adanya koordinasi diperlukan perencanaan yang baik, yang dapat menunjukkan keselarasan rencana antara satu bagian dengan bagian lainnya.

    Anggaran yang berfungsi sebagai perencanaan harus dapat menyesuaikan rencana yang dibuat untuk berbagai bagian dalam perusahaan, sehingga rencana kegiatan yang satu akan selaras dengan lainnya. Untuk itu anggaran dapat dipakai sebagai alat koordinasi untuk seluruh bagian yang ada dalam perusahaan, karena semua kegiatan yang saling berkaitan antara satu bagian dengan bagian lainnya sudah diatur dengan baik.

  4. Anggaran Sebagai Pedoman Kerja
    Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang disusun sistematis dan dinyatakan dalam unit moneter. Lazimnya penyusunan anggaran berdasarkan pengalaman masa lalu dan taksir-taksiran pada masa yang akan datang, maka ini dapat menjadi pedoman kerja bagi setiap bagian dalam perusahaan untuk menjalankan kegiatannya.

Referensi :

  • Glenn A.Welsch, Budgeting Profit Planning and Control, fourth edition, prentice hall of India Private Limited, New Delhi, 1981
  • Winardi, Azas-azas Manajemen, edisi ketujuh, penerbit Alumni Bandung, 1983

Istilah anggaran sudah lama dikenal dalam dunia usaha, tetapi rumusan dari suatu anggaran akan sangat bervariasi tergantung dari besar kecilnya organisasi dan motif usaha dari perusahaan tersebut. Dalam organisasi yang sifatnya mencari laba tentu saja rumusan mengenai anggaran akan berbeda dengan rumusan organisasi yang bermotif tidak mencari laba, akan tetapi pada dasarnya pengertian anggaran hampir sama untuk setiap jenis usaha.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai pengertian anggaran beberapa literatur telah menguraikan beberapa pengertian anggaran yang menurut para ahli adalah sebagai berikut:

Menurut Ellen Christina, M. Fuad, Sugiarto, dan Edy Sukarno ( 2000) mendefinisikan pengertian anggaran sebagai berikut:

“ Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan untuk jangka waktu (periode) tertentu dimasa yang akan datang “.

Menurut M. Nafarin (2000) mendefinisikan pengertian anggaran sebagai berikut:

“Yang dimaksud anggaran (Budget) merupakan rencana tertulis mengenai kegitan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang untuk jangka waktu tertentu.”

Menurut M. Munandar ( 2000 ) mendefinisikan pengertian anggaran sebagai berikut:

“Anggaran ialah suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam kesatuan moneter dan berlaku untuk jangka waktu tertentu di masa yang akan datang.”

Anggaran adalah suatu pendekatan yang formal dan sistematis daripada pelaksanaan tanggung jawab manajemen dalam perencanaan, koordinasi, dan pengawasan.

Penganggaran (budgeting) menunjukan suatu proses sejak tahap persiapan yang diperlukan sebelum dimulainya penyusunan rencana, pengumpulan berbagai data dan informasi yang perlu, pembagian tugas perencanaan, penyusunan rencananya sendiri, implementasi dari rencana tersebut, sampai pada akhirnya tahap pengawasan dan evaluasi dari hasil rencana itu. Hasil dari kegiatan penganggaran (budgeting) adalah anggaran (budget).

Anggaran perusahaan dapat dianggap sebagai suatu sistem tunggal yang memiliki ciri khas tersendiri, oleh karena anggaran perusahaan tersebut mempunyai tujuan serta cara kerja tersendiri yang merupakan satu kebulatan dan yang berbeda dengan tujuan serta cara kerja tersendiri yang merupakan satu kebulatan dan yang berbeda dengan tujuan serta cara kerja sistem lain yang terdapat dalam perusahaan. Di samping itu anggaran perusahaan dapat juga diangap sebagai sub sistem yang memerlukan hubungan dengan sub sistem lain yang terdapat dalam perusahaan oleh karena anggaran perusahaan bukanlah satu-satunya alat perencanaan dan pengendalian yang ada dan diperlukan perusahaan.

Dalam menyusun anggaran harus diperhatikan syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Realistis, artinya sangat mungkin untuk dicapai
  2. Luwes, artinya tidak kaku sehingga terdapat peluang untuk perubahan sesuai dengan situasi dan kondisi
  3. Kontinyu, artinya bahwa anggaran perusahaan memerlukan perhatian secara terus menerus dan bukan merupakan suatu usaha yang bersifat insidental.

Anggaran adalah pernyataan terkuantifikasi dan tertulis dari rencana manajemen. Seluruh tingkatan manajemen sebaiknya terlibat dalam membuatnya. Anggaran yang dapat dilaksanakan meningkatkan koordinasi dari pekerja, klarifikasi kebijakan dan kristalisasi rencana. Anggaran tersebut juga menciptakan kecocokan internal dan kebulatan suara atas tujuan di antara manajer dan pekerja di bawahnya.

Anggaran memiliki peranan penting dalam mempengaruhi individu- individu dan kelompok di setiap tingkatan proses manajemen, termasuk:

  • Menetapkan cita-cita.
  • Menginformasikan kepada individu-individu mengenai apa yang harus diberikan untuk pencapaian cita-cita tersebut.
  • Memotivasi kinerja yang diinginkan.
  • Evaluasi kinerja.
  • Memberikan saran kapan tindakan korektif sebaiknya diambil.

Sehingga dari hal-hal tersebut di atas dapat dikatakan akuntan tidak dapat mengabaikan ilmu perilaku (psikologi, psikologi sosial dan sosiologi) karena fungsi pengambilan keputusan dari akuntansi adalah suatu fungsi perilaku.

Anggaran adalah suatu alat perencanaan dan pengendalian yang efektif di dalam organisasi, yang bersifat jangka pendek biasanya mencakup periode satu tahun (Anthony dan Govindarajan, 1998:360). Sedangkan Supriyono (1987) mengungkapkan bahwa anggaran adalah suatu rencana terinci yang dinyatakan secara formal dalam ukuran kuantitatif untuk menunjukkan bagaimana sumber-sumber akan diperoleh dan akan digunakan selama jangka waktu tertentu, umumnya satu tahun. Kegiatan penyusunan anggaran ini dinamakan penganggaran.

Anggaran memiliki dua peran penting di dalam sebuah organisasi, yaitu pertama berperan sebagai alat perencanaan dan kedua berperan sebagai alat pengendalian. Sebagai sebuah rencana tindakan, anggaran dapat digunakan sebagai alat untuk mengendalikan kegian organisasi atau unit organisasi dengan cara membandingkan hasil yang sesungguhnya yang dicapai dengan rencana yang telah ditetapkan. Jika hasil yang sesungguhnya yang dicapai dengan rencana yang telah ditetapkan. Jika hasil sesungguhnya berbeda secara signifikan dari rencana, tindakan tertentu harus diambil untuk melakukan revisi yang perlu terhadap rencana.

vKarakteristik Anggaran

Menurut Anthony dan Govindarajan (1995) dalam Nooraini (2004) karakteristik anggaran adalah sebagai berikut:

  1. Perkiraan anggaran laba yang potensial berada dalam unit bisnis.
  2. Anggaran dinyatakan dalam satuan moneter, meskipun jumlah moneter mungkin disokong oleh jumlah bukan moenter (seperti unit-unit terjual atau produksi).
  3. Anggaran umumnya komitmen manajemen, manajer setuju untuk menerima tanggung jawab untuk mencapai tujuan anggaran.
  4. Anggaran umumnya mencakup periode satu tahun.
  5. Usulan anggaran harus direview dan disetujui oleh pihak yang lebih tinggi dari penyusun anggaran.
  6. Dalam kondisi khusus anggaran dapat berubah dengan persetujuan manajer.
  7. Secara periodik, pelaksanaan keuangan aktual dibandingkan dengan anggaran dengan penyimpangan harus dianalisis dan dijelaskan.

Sedang menurut Mulyadi (1997) karakteristik anggaran yang baik adalah:

  1. Anggaran disusun berdasarkan program.
    Proses manajemen perusahaan dimulai dengan perencanaan strategik (strategic planning) yang di dalamnya terjadi proses penetapan tujuan perusahaan dan penentuan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Setelah tujuan perusahaan ditetapkan dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut dipilih, prose manajemen perusahaan kemudian diikuti dengan penyusunan program-program untuk mencapai tujuan perusahaan yang ditetapkan dalam perencanaan stratejik.

  2. Anggaran disusun berdasarkan karakteristik pusat pertanggungjawaban yang dibentuk dalam perusahaan.
    Menurut karakteristik masukan dan keluarannya, pusat pertanggungjawaban dalam perusahaan dibagi menjadi 4 golongan yaitu pusat biaya, pusat pendapatan, pusat laba dan pusat investasi.

  3. Anggaran berfungsi sebagai alat perencanaan dan pengendalian.
    Agar proses penyusunan anggaran dapat menghasilkan anggaran yang dapat berfungsi sebagai alat pengendalian, proses penyusunan anggaran harus mampu menanamkan “sense of commitment” dalam diri penyusunnya. Proses penyusunan anggaran yang tidak berhasil menanamkan “sense of commitment” dalam diri penyusunnya, berakibat anggaran yang disusun tidak lebih hanya sebagai alat perencanaan saja, yang tidak terjadi penyimpangan antara realisasi dari anggarannya, dan tidak satupun manajer yang merasa bertanggung jawab.

Anggaran dapat diinterpretasikan sebagai paket pernyataan menyangkut perkiraan penerimaan dan pengeluaran yang diharapkan akan terjadi dalam satu atau beberapa periode mendatang. Dalam anggaran selalu disertakan data penerimaan dan pengeluaran yang terjadi di masa lalu. Kebanyakan organisasi sektor publik membedakan antara tambahan modal dan penerimaan, serta tambahan pendapatan dan pengeluaran. “Hal itu akan berdampak pada pemisahan penyusunan anggaran tahunan dan anggaran modal tahunan” (Bastian, 2010).

Menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003, pengertian anggaran atau APBN/D yaitu:

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara selanjutnya disebut APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah selanjutnya disebut APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

National Committe on Governmental Accounting (NCGA), yang saat ini telah diubah menjadi Governmental Accounting Standards Board (GASB), mendifiniskan anggaran ( budget ) sebagai berikut:

A Budget is a plan of financial operation embodying an estimated of proposed expenditures for a given period of time and proposed means of financing them.

Yang diartikan oleh Bastian (2010), bahwa Anggaran adalah rencana operasi keuangan, yang mencangkup estimasi pengeluaran yang diusulkan, dan sumber pendapatan yang diharapkan untuk membiayainya dalam periode tertentu.

Sedangkan menurut Mardiasmo (2009), anggaran didefiniskan sebagai pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial, sedangkan penganggaran adalah proses atau metoda untuk mempersiapkan suatu anggaran.

Dari beberapa pengertian anggaran diatas, dapat disimpulkan bahwa anggaran adalah pernyataan mengenai estimasi kinerja yang akan dicapai selama periode tertentu dan dinyatakan dalam ukuran finansial.

Menurut Mulyadi (2001) anggaran merupakan suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif, yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran lain, yang mencakup jangka waktu satu tahun. Anggaran merupakan suatu rencana kerja jangka pendek yang disusun berdasarkan rencana kegiatan jangka panjang yang ditetapkan dalam proses penyusunan program (programming).

Menurut Ellen Christina (2001) anggaran didefinisikan sebagai suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan untuk jangka waktu (periode) tertentu di masa yang akan datang. Oleh karena rencana yang disusun dinyatakan dalam bentuk unit moneter, maka anggaran seringkali disebut juga rencana keuangan.

Anggaran merupakan alat yang dapat digunakan dalam melaksanakan proses perencanaan dan pengendalian manajemen. Anggaran yang telah ditetapkan merupakan komitmen manajemen untuk melaksanakan aktivitas operasi perusahaan sesuai dengan yang telah ditetapkan atau direncanakan.

Fungsi Anggaran


Menurut Mulyadi (2001) fungsi anggaran adalah sebagai berikut:

  1. Anggaran merupakan hasil akhir proses penyusunan rencana kerja.
  2. Anggaran merupakan cetak biru aktivitas yang akan dilaksanakan perusahaan di masa yang akan datang.
  3. Anggaran berfungsi sebagai alat komunikasi intern yang menghubungkan berbagai unit organisasi dalam perusahaan dan yang menghubungkan manajer bawah dengan manajer atas.
  4. Anggaran berfungsi sebagai tolok ukur yang dipakai sebagai pembanding hasil operasi sesungguhnya.
  5. Anggaran berfungsi sebagai alat pengendalian yang memungkinkan manajemen menunjuk bidang yang kuat dan lemah bagi perusahaan.
  6. Anggaran berfungsi sebagai alat untuk mempengaruhi dan memotivasi manajer dan karyawan agar senantiasa bertindak secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan organisasi.

Menurut Govermental Accounting Standards Board (GASB) dalam Bastian (2006), definisi anggaran (budget) adalah: rencana operasi keuangan, yang mencakup estimasi pengeluaran yang diusulkan, dan sumber pendapatan yang diharapkan untuk membiayainya dalam periode waktu tertentu.

Anggaran merupakan satu instrumen penting di dalam manajemen karena merupakan bagian dari fungsi manajemen. Di dunia bisnis maupun di organisasi sektor publik, termasuk pemerintah, anggaran merupakan bagian dari aktivitas penting yang dilakukan secara rutin. Dalam rangka penyusunan anggaran terdapat beberapa prinsip penganggaran yang perlu dicermati, yaitu (Nugroho,2003):

  1. Transparansi dan akuntabilitas anggaran
    Anggaran harus dapat menyajikan informasi yang jelas mengenai tujuan, sasaran, hasil, dan manfaat yang diperoleh masyarakat dari suatu kegiatan atau proyek yang dianggarkan. Anggota masyarakat memiliki hak dan akses yang sama untuk mengetahui proses anggaran karena menyangkut aspirasi dan kepentingan masyarakat, terutama pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup masyarakat. Masyarakat juga berhak untuk menuntut pertanggungjawaban atas rencana ataupun pelaksanaan anggaran tersebut.

  2. Disiplin anggaran
    Pendapatan yang direncanakan merupakan perkiraan yang terukur secara rasional yang dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan. Sedangkan belanja yang dianggarkan pada setiap pos/pasal merupakan batas tertinggi pengeluaran belanja. Penganggaran pengeluaran harus didukung dengan adanya kepastian tersedianya penerimaan dalam jumlah yang cukup dan tidak dibenarkan melaksanakan kegiatan/proyek yang belum/tidak tersedia anggarannya. Dengan kata lain, bahwa penggunaan setiap pos anggaran harus sesuai dengan kegiatan/proyek yang diusulkan

  3. Keadilan anggaran
    Pemerintah wajib mengalokasikan penggunaan anggarannya secara adil agar dapat dinikmati oleh seluruh kelompok masyarakat tanpa diskriminasi dalam pemberian pelayanan, karena pendapatan pemerintah pada hakikatnya diperoleh melalui peran serta masyarakat secara keseluruhan.

  4. Efisiensi dan efektivitas anggaran
    Penyusunan anggaran hendaknya dilakukan berlandaskan azas efisiensi, tepat guna, tepat waktu pelaksanaan, dan penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan. Dana yang tersedia harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk dapat menghasilkan peningkatan dan kesejahteraan yang maksimal untuk kepentingan masyarakat.

  5. Disusun dengan pendekatan kinerja
    Anggaran yang disusun dengan pendekatan kinerja mengutamakan upaya pencapaian hasil kerja (output/outcome) dari perencanaan alokasi biaya atau input yang telah ditetapkan. Hasil kerjanya harus sepadan atau lebih besar dari biaya atau input yang telah ditetapkan. Selain itu harus mampu menumbuhkan profesionalisme kerja di setiap organisasi kerja yang terkait.

Menurut Indra Bastian (2006), fungsi anggaran meliputi:

  1. Anggaran merupakan hasil akhir proses penyusunan rencana kerja
  2. Anggaran merupakan cetak biru aktivitas yang akan dilaksanakan di masa mendatang atau dengan kata lain pedoman bagi pemerintah dalam mengelola untuk satu periode di masa yang akan datang.
  3. Anggaran sebagai alat komunikasi intern yang menghubungkan berbagai unit kerja dan mekanisme kerja antar atasan dan bawahan
  4. Anggaran sebagai alat pengendalian unit kerja
  5. Anggaran sebagai alat motivasi dan persuasi tindakanefektif dan efisien dalam pencapaian visi organisasi
  6. Anggaran merupakan instrumen politik
  7. Anggaran merupakan instrumen kebijakan fiskal