© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Alur dalam Drama

Alur adalah struktur rangkaian kejadian dalam cerita yang disusun sebagai urutan bagian-bagian dalam keseluruhan fiksi. Dengan demikian, alur merupakan perpaduan unsur-unsur yang membangun cerita sehingga menjadi kerangka utama cerita.

Apa yang dimaksud dengan Alur dalam Drama ?

Drama berarti sesuatu sedang terjadi. Suatu tindakan atau aksi yang terjadi pada saat ini, tetapi akan berakhir di suatu saat nanti. Intensitas drama dan konflik terletak pada alur.

A. Teeuw menyatakan bahwa dalam pandangan Aristoteles, action (aksi/tindakan) adalah lebih penting daripada character (watak). Efek tragedi dihasilkan oleh alurnya. Oleh karena itu, agar alur menghasilkan efek yang baik, maka alur harus memiliki keseluruhan. Ini artinya, alur paling tidak harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut. Uraian peristiwa teratur dan menunjukkan konsekuensi dan konsistensi yang masuk akal. Peristiwa harus ada awal, tengah, dan akhir yang tidak sembarangan. Semua unit dalam plot tidak dapat dipindahtempatkan tanpa mengacaukan keseluruhannya.

Pola plot yang mengikuti struktur Aristoteles disebut plot erat— biasanya disebut plot linear—, yakni cerita terdiri dari lima bagian:

  1. Pemaparan (eksposisi),
  2. Perumitan (komplikasi),
  3. Klimaks,
  4. Peleraian (antiklimaks),
  5. Penyelesaian catastrophe.

Selain plot erat ada pula plot longgar—sering disebut sebagai plot melingkar—, yaitu plot kebalikan dari plot erat, di mana peristiwa demi peristiwa, kejadian demi kejadian berlangsung tidak berdasarkan kausalitas (sebab-akibat), melainkan disela- selai dengan kejadian-kejadian yang tidak berkaitan langsung dengan kejadian utama dan karakter utama.

Plot adalah suasana yang berawal dari satu krisis ke krisis berikutnya melalui pola ketegangan ritmik dan relaksasi, sampai pada klimaks meninggi karena adanya kekuatan yang luar biasa, sehingga mengakibatkan perubahan yang terkadang dramatis. Plot merupakan struktur keseluruhan sebuah naskah.

Awal

Awal sebuah drama menunjukkan ruang, waktu, karakter, suasana hati dan tingkat kenyataan atau kemungkinannya. Semua ini menggiring plot ke arah titik dimana konflik dan persoalan menjadi jelas.

  1. Sebuah drama akan dimulai dengan ruang, waktu dan tokoh yang tidak dikenal. Sesuatu yang baru, pada awalnya, sebaiknya merebut perhatian, akan tetapi, seperti halnya fakta yang ada di masyarakat dan tempat itu diungkapkan, perhatian pada keduanya akan menurun atau semakin meningkat.

  2. Pengarang dihadapkan pada dua masalah: ia harus memberikan informasi pokok, tetapi pada waktu yang bersamaan memberi harapan agar pembaca dapat mengikuti kelanjutannya.

  3. Awal sebuah drama berisikan eksposisi atau seting yang erat hubungannya dengan informasi tentang latar belakang (kejadian sebelumnya, identitas tokoh dan situasi saat itu). Eksposisi diperlukan untuk mengawali adegan dan muncul secara perlahan – lahan.

  4. Kegunaan eksposisi sebagian besar ditentukan oleh point of attack atau suatu momen yang memulai cerita. Terkadang point of attack muncul lebih awal. Namun ada yang muncul secara perlahan dan lebih dinarasikan daripada diadegankan.

  5. Eksposisi berisikan insiden yang menggugah yang akan menuju pada urutan pertanyaan-pertanyaan dramatik atau benang merah, spine, yang mengikat kejadian secara bersamaan, sebagai bagan pengorganisasian struktur naskah.

Tengah

Bagian tengah naskah disusun dalam berbagai komplikasi.
Komplikasi adalah unsur yang menyebabkan perubahan jalannya laku.

  1. Komplikasi meningkat karena adanya penemuan informasi baru, perlawanan yang tak terduga dari tokoh–tokoh tertentu, kemungkinan– kemungkinan yang tak terduga yang muncul dalam perjalanan laku atau dari beberapa peristiwa.

  2. Komplikasi mencipta suspens. Di awal cerita ketika cerita mulai berkembang ke arah puncak, kemungkinan–kemungkinan itu hampir– hampir terbatas. Akibatnya, pembaca akan merasakan arah perkembangan laku dan karena tertutupnya kemungkinan lain, arah menuju krisis berkembang.

  3. Pada dasarnya, semua komplikasi adalah menemukan. Dengan pengertian bahwa setiap hal yang diungkapkan adalah penemuan yang tidak dikenal sebelumnya.

  4. Penyelesaian setiap penemuan tidak harus seketika itu terjadi. Sering seorang pengarang menjalinnya dengan beberapa tokoh.

  5. Di dalam komplikasi, akibat yang timbul dalam diri seorang tokoh sangat penting. Salah satunya adalah menyelesaikan aksi tokoh dan menemukan komplikasi baru.

Akhir

Bagian akhir cerita dinamakan resolusi atau denoument yang berawal dari klimaks hingga titik akhir. Bagian akhir merupakan pertalian dari berbagai jenis laku dan merupakan jawaban dari persolan yang muncul sebelumnya.

  1. Klimaks mengarah ke adegan penentuan. inilah adegan yang harus diungkapkan pengarang apabila naskah itu akan memuaskan penonton. Sepanjang perjalanan alur cerita, fakta – fakta akan segera muncul, dan seluruh laku tokoh dipusatkan ke arah itu

  2. Resolusi mampu menghasilkan rasa kepuasan dan kemantapan. Penonton akan mampu melihat secara jelas bagaimana akhir cerita kira– kira akan muncul.