Apa yang dimaksud dengan Al-Kariim atau Maha Mulia ?

al-Kariim

Nilai yang terkandung di dalam al-Kariim:

Barangsiapa yang beriman dan membaca “Ya Kariim” sebanyak 300x secara rutin, Insya Allah dalam waktu dekat ia akan diangkat derajatnya, disegani, serta dihormati oleh semua orang.

Apa yang dimaksud dengan Al-Kariim atau Maha Mulia ?

Kata Al-Karim terambil dari akar kata karama, yang terdiri dari huruf-huruf kaf, ra’ dan mim, yang mengandung makna “kemuliaan”, “kedermawanan”, “keistimewaan sesuai objeknya”.

Nama Al-Karim untuk mensifati Allah, diulang dalam Al-Quran sebanyak 3 kali, yaitu dalam surat al- Muminûn: 116, an-Naml: 40, dan al-Infithâr: 6.

Allah Al-Karîm, Allah yang Mahamulia, Maha Pemurah dengan pemberian-Nya. Tidak peduli berapa dan kepada siapa Dia memberi. Selalu mencurahkan karunia-Nya, tidak mengenal lelah dan bosan. Kemurahan-Nya tidak terhitung dan tidak dapat dihitung. Dengan kemurahan-Nya, Dia tidak pernah marah dan bosan mendengar permohonan hamba-hamba-Nya. Dan Allah akan menambah karunia-Nya kepada yang mau bersyukur kepada-Nya.

Dengan kemurahan-Nya, Allah tidak segera memberi sangsi kepada hamba-Nya yang durhaka atau tidak mau bersyukur. Padahal Allah Mahakuasa. Dengan kemuliaan dan kemurahan-Nya, Allah malu menolak doa seseorang yang telah menengadahkan kedua tangannya kepada-Nya (HR. Abu Daud).

Dengan kemurahan-Nya pula, Allah tidak membiarkan orang yang beriman kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya, kecuali pasti masuk surga (HR. al-Baihaqi).

Allah swt berkalam, yang artinya,

“Katakanlah: “Sesungguhnya Rabbku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (Saba`: 39).

Seorang hamba yang meneladani nama Al-Karîm, akan selalu hidup optimis dengan mengharap kemurahan karunia Allah dan diimbangi dengan rasa takut kepada-Nya. Karenanya, dia tidak mudah menyerah atau putus asa untuk mencapai tujuan hidupnya.
Meneladani nama Al-Karîm, mengharuskan seorang hamba untuk dermawan dan ringan tangan untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Ia selalu memberi manfaat di mana pun ia berada.

Rasulullah saw bersabda, yang artinya,

“Sebaik- baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada manusia lainnya.” (HR. ath-Thabarâni, dishahihkan oleh al-Albâni).

Referensi :

  • Dr. Hasan el-Qudsy, The Miracle of 99 Asmaul Husna, Ziyad Book, 2014
  • Sulaiman Al-Kumayi, Asma’ul Husna For Super Woman, Semarang, Pustaka Nuun, 2009