Apa yang dimaksud dengan Akupuntur?

Akupuntur adalah salah satu teknik pengobatan alami. Apa yang dimaksud dengan Akupuntur?

Akupunktur berasal dari bahasa yunani yaitu kata acus yang artinya jarum dan kata punctura yang mempunyai arti menusuk, sedangkan di dalam bahasa cina yaitu cenciu (Dharmojo, 2001). Ilmu akupunktur merupakan salah satu dari ilmu kedokteran cina.

Akupunktur merupakan pengobatan yang dilakukan dengan jarum yang ditusukkan pada titik-titik tertentu yang ada pada tubuh kemudian diberi stimulasi seperlunya, sehingga mendapatkan efek terapi dengan tujuan untuk mengembalikan sistem keseimbangan tubuh (Hidayat et al., 2015).

Titik akupunktur terletak di permukaan tubuh, terutama pada lokasi dimana bundle saraf menembus facia otot. Terdapat lebih dari 360 titik akupunktur, diantaranya dikenal titik general yang dibuktikan mampu menyebabkan pelepasan endorphin.

Titik akupunktur (accupoint) merupakan sel aktif listrik yang mempunyai sifat tahanan listrik rendah dan konduktifitas listriknya tinggi sehingga titik akupunktur akan lebih cepat menghantarkan listrik dibanding sel – sel lain(Feisal, 2014).

Titik Meridian

Titik meridian merupakan jaringan jalan Qi (energi vital) dan Xue (energy darah) yang mengalir dalam tubuh kita. Meridian juga membentuk jaringan dalam tubuh kita yang merawat seluruh tubuh. Qi adalah energi yang berada di dalam tubuh. Qi digunakan oleh tubuh seperti menggerakkan detak jantung, gerakan pencernaan dan pernapasan, gerakan tangan dan kaki, serta melindungi dari penyakit (Li et al., 2014).

Aliran Qi dan Xue yang lancar dan normal akan melindungi dan merawat seluruh fungsi tubuh dari penyakit. Apabila aliran Qi dan Xue mengalami gangguan atau tersumbat akan menimbulkan ketidakseimbangan Qi sehingga timbul penyakit. Adanya penusukan jarum dilakukan dengan tujuan untuk membuat Qi dan Xue mengalir dengan lancar kembali (S.-H. Lee & Lim, 2016).

Deep Breathing Exercise

Deep Breathing exercise adalah latihan pernapasan dengan mengembangkan dada dan perut dengan perlahan-lahan dan dalam dengan menggunakan otot diafragma sehingga memungkinkan abdomen terangkat dan dada mengembang penuh ( Smeltzer, et al, dalam Priyanto, 2010).

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan otot-otot pernapasan untuk meningkatkan fungsi ventilasi dan memperbaiki oksigenasi. Selain itu, deep breathing exercise ini juga dapat membantu untuk menghilangkan pikiran yang membuat khawatir, cemas serta stress.

Dengan pola pernapasan yang pelan, tenang, akan merangsang tubuh untuk melepaskan opoid endogen yaitu endorphin dan enfekalin yang dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks sehingga tingkat stress akan menurun (Kaur dan Sharma, 2011 dalam Rahmawati, 2017).