Apa yang Dimaksud dengan Akomodasi dalam Ilmu Sosiologi?

image
Dalam ilmu Sosiologi terdapat istilah akomodasi.

Apa yang dimaksud dengan akomodasi dalam ilmu Sosiologi?

Istilah “akomodasi ” digunakan dalam dua arti, yaitu untuk menunjuk pada suatu keadaan dan untuk menunjuk pada suatu proses.

Sebagai suatu keadaan, akomodasi mengacu pada terjadinya suatu keseimbangan (equilibrium) dalam interaksi antara orang per orang atau kelompok-kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Sedangkan, sebagai suatu proses, akomodasi berarti tindakan aktif yang dilakukan untuk menerima kepentingan yang berbeda dalam rangka meredakan suatu pertentangan yang terjadi.

Para sosiolog menggunakan istilah “akomodasi ” sebagai suatu pengertian untuk menggambarkan suatu proses dalam hubunganhubungan sosial yang sama artinya dengan pengertian adaptasi (adaptation). Istilah “adaptasi” diadopsi dari istilah dalam ilmu biologi, yang berarti suatu proses ketika makhluk hidup selalu menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya. Dalam konteks sosial, adaptasi dipahami sebagai suatu proses ketika penyesuaian diri dapat dilakukan oleh individu atau kelompok-kelompok yang mulamula saling bertentangan, dengan cara menyesuaikan diri dengan kepentingan yang berbeda dalam situasi tertentu.

Akomodasi juga bisa dikatakan sebagai bentuk manajemen konfl ik ketika terjadinya pertentangan tidak menimbulkan kehancuran di kedua belah pihak atau merugikan satu pihak dan menguntungkan pihak lainnya. Dipercaya bahwa stabilitas memungkinkan masingmasing pihak yang bertentangan untuk dapat melakukan pertukaran kepentingan, daripada konfl ik dan pertentangan yang menimbulkan chaos dan justru mempersulit diselesaikannya masalah. Konfl ik yang menajam akan memungkinkan salah satu pihak menang atau kalah. Yang kalah habis dan yang menang kian ada dan kuat. Hal semacam itu tak diinginkan sehingga akomodasi merupakan tindakan yang lebih baik. Tujuan dilaksanakannya akomodasi antara lain:

  • Untuk meredakan pertentangan kepentingan yang menajam agar tak terjadi kehancuran dari salah satu atau masing-masing pihak. Akomodasi di sini bertujuan untuk menghasilkan suatu sintesis antara kedua pendapat tersebut agar menghasilkan suatu pola yang baru;

Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu;

Untuk memungkinkan terjadinya kerja sama antara kelompokkelompok sosial yang hidupnya terpisah sebagai akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan, seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem kasta ; dan

Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah.

Tentu tidak selamanya tujuan meredakan konfl ik tercapai, apalagi saat pertentangannya menajam dan tidak mungkin disatukan. Oleh karenanya, dalam konteks semacam ini, akomodasi berguna untuk menunda terjadinya pertikaian untuk sementara, sambil dilakukan tindakan-tindakan agar kepentingan-kepentingan tiap kelompok didefinisikan kembali. Belum lagi, ketika dilakukan kesepakatan sementara untuk mengakomodasi masing kepentingan yang ditemukan, muncul ketidakpuasan masing-masing pihak atas jalannya akomodasi kepentingan. Tentunya, semuanya tergantung dari sejauh mana akomodasi mempertimbangkan bagaimana kepentingan masing-masing pihak didefi nisikan, serta bagaimana akomodasi dilakukan secara seimbang dan adil dari kepentingan kedua belah pihak.

Sebagai suatu proses, akomodasi memiliki bentuk-bentuk, antara lain:

  • Coercion, yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan oleh karena adanya paksaan. Coercion merupakan bentuk akomodasi, yaitu salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah bila dibandingkan dengan pihak lawan. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara fi sik (langsung), maupun psikologis (tidak langsung);

  • Compromise, yaitu suatu bentuk akomodasi ketika pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. Sikap dasar untuk dapat melaksanakan compromise adalah bahwa salah satu pihak bersedia untuk merasakan dan memahami keadaan pihak lainnya dan begitu pula sebaliknya;

  • Arbitration, yaitu suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya. Pertentangan diselesaikan oleh pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh suatu badan yang berkedudukan lebih tinggi dari pihak-pihak bertentangan;

  • Mediation hampir menyerupai arbitration. Pada mediation, diundanglah pihak ketiga yang netral dalam soal perselisihan yang ada. Tugas pihak ketiga tersebut adalah mengusahakan suatu penyelesaian secara damai. Kedudukan pihak ketiga hanyalah sebagai penasihat belaka, dia tidak berwenang untuk memberi keputusan-keputusan penyelesaian perselisihan tersebut;

  • Conciliation, adalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. Conciliation bersifat lebih lunak daripada coercion dan membuka kesempatan bagi pihak-pihak yang bersangkutan untuk mengadakan asimilasi;

  • Toleration, juga sering disebut sebagai tolerant-participation. Ini merupakan suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya. Kadang-kadang, toleration timbul secara tidak sadar dan tanpa direncanakan, ini disebabkan adanya watak orang per orang atau kelompok-kelompok manusia untuk sedapat mungkin menghindarkan diri dari suatu perselisihan;

  • Stalemate, yaitu suatu akomodasi , ketika pihak-pihak yang bertentangan mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada suatu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya. Hal ini disebabkan oleh karena kedua belah pihak sudah tidak ada kemungkinan lagi, baik untuk maju maupun untuk mundur; dan

  • Adjudication, yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.

Manfaat dan hasil-hasil yang didapatkan dengan proses akomodasi antara lain:

  • Akomodasi, dan integrasi masyarakat telah berbuat banyak untuk menghindari masyarakat dari benih-benih pertentangan laten yang akan melahirkan pertentangan baru;

  • Menekan oposisi. Suatu persaingan sering dilaksanakan demi keuntungan suatu kelompok tertentu demi kerugian pihak lain;

  • Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda;

  • Perubahan lembaga-lembaga kemasyarakatan agar sesuai dengan keadaan baru atau keadaan yang berubah;

  • Perubahan-perubahan dalam kedudukan;

Pengertian Akomodasi

Akomodasi ialah individu mengubah dirinya agar bersesuaian dengan apa yang diterima dari lingkungannya. (Mohd. Surya, 2003:56). Sebagai proses penyesuaian atau penyesuian atau penyusunan kembali skema ke dalam situasi yang baru. ( Riyanto Yatim, 2009:123).

Akomodasi merupakan mekanisme perubahan kekuatan refraksi mata dengan merubah bentuk dari kristalin lensa. Titik fokus posterior berpindah kedepan mata selama akomodasi. Dengan adanya proses tersebut, titik jauh lebih dekat ke mata. Kemampuan akomodasi ketika otot siliaris berkontraksi sebagai respon bagi stimulasi parasimpatetik dan relaksasi serabut zonular. Pergerakan dari respon akomodasi merupakan hasil dari peningkatan konveksitas lensa ( terutama pada permukaan anterior). Amplitudo akomodasi (dalam D) atau sebagai jarak dari akomodasi. Jarak antara titik jauh mata dan titik terdekat dimana mata dapat menjaga fokus (titik dekat). Lensa kehilangan elastisitasnya diakibatkan proses penuaan dan respon akomodasi berkurang dinamakan presbyopia.

Referensi

http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/765
https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/intel/article/viewFile/197/178