Apa yang dimaksud dengan Akinesia?

Akinesia

Akinesia adalah kehilangan gerakan yang lengkap atau hampir seluruhnya. Ini mungkin akibat kerusakan pada bagian otak karena stroke atau penyakit Parkinson.

Referensi

The British Medical Association. 2016. ILLUSTRATED MEDICAL DICTIONARY. London:A Dorling Kindersley Book

Apa itu Akinesia?

Akinesia adalah sebutan untuk hilangnya kemampuan untuk menggerakkan otot. Ini paling sering digambarkan sebagai gejala penyakit Parkinson (PD). Ini juga bisa muncul sebagai gejala dari kondisi lain.

Kondisi ini menyebabkan sel saraf (neuron) di pusat gerakan otak melemah dan mati. Kemudian neuron tidak dapat lagi mengirim sinyal ke saraf dan otot. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan kemampuan untuk mengontrol otot, termasuk otot di wajah, tangan, kaki, atau otot lain yang digunakan setiap hari.

Akinesia pada Janin

Akinesia bisa terjadi pada janin di dalam kandungan. Kondisi ini disebut akinesia janin. Dalam kasus ini, janin tidak bergerak sebanyak yang seharusnya. Kondisi ini juga bisa terjadi dengan gejala lain. Paru-paru janin mungkin tidak berkembang dengan baik atau bayi mungkin lahir dengan fitur wajah yang tidak normal. Gejala ini dikenal sebagai urutan deformasi akinesia janin (FADS). Kemungkinan besar itu hasil dari gen mereka.

Gejala

Gejala akinesia yang paling dikenal adalah “beku”. Gejala ersebut bisa membuat tubuh merasa kaku pada satu atau lebih kelompok otot, membuat wajah tampak membeku dalam satu ekspresi wajah, dan membuat tubuh berjalan dengan gerakan kaku yang berbeda yang dikenal sebagai “gaya berjalan membeku”.

Gejala ini juga terjadi karena suatu kondisi yang disebut progressive supranuclear palsy (PSP), yang cenderung mempengaruhi berjalan dan keseimbangan lebih dini dibandingkan pada PD. Gejala lain yang mungkin muncul bersamaan dengan akinesia meliputi:

  • Gemetar otot (tremor) di tangan dan jari
  • Terjadi pelunakan suara atau suara menjadi lebih pelan
  • Tidak bisa berdiri tegak
  • Bergerak perlahan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas fisik

Penyebab Akinesia

Pada orang dewasa, beberapa penyebab yang terkait dengan akinesia meliputi:

  • Penyakit Parkinson: Ini mengakibatkan berkurangnya jumlah dopamin yang diproduksi di otak, memengaruhi kemampuan seseorang untuk mengontrol otot mereka.
  • Gejala mirip Parkinson yang diinduksi obat: Saat seseorang mengonsumsi terlalu banyak obat yang menghambat dopamin.
  • Progressive supranuclear palsy (PSP): Suatu kondisi kerusakan otak bertahap yang biasanya pertama kali mempengaruhi keseimbangan saat berjalan.
  • Kadar hormon: Hipotiroidisme atau kadar hormon tiroid yang sangat rendah dapat menyebabkan akinesia.

Pada orang dengan penyakit Parkinson, pria lebih mungkin mengalami akinesia dibandingkan wanita.

Treatment

Treatment pada penyakit ini dapat dilakukan dengan obat-obatan. Salah satu pengobatan yang paling umum untuk akinesia akibat PD adalah campuran levodopa, agen sistem saraf pusat, dan karbidopa. Karbidopa membantu menjaga efek samping levodopa seperti mual, agar tidak terlalu parah. Levodopa membantu mengobati akinesia dan gejala PD lainnya karena otak mengubahnya menjadi dopamin. Levodopa dan karbidopa dapat berinteraksi dengan obat lain dan memiliki beberapa efek samping yang parah.

Selain obat-obatan, penyakit akinesia juga dapat diobati dengan perawatan alternatif seperti berolahraga. Berolahraga secara teratur dapat membantu dalam mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan yang dapat terjadi akibat akinesia dan kondisi fungsi motorik lainnya.

Perawatan seperti seperti pijat dan akupunktur juga dapat meredakan gejala PD dan PSP. Bermeditasi atau melakukan aktivitas yang membuat tubuh rileks, seperti mendengarkan musik atau melukis dapat membantu memperlambat efek akinesia dan membantu untuk mempertahankan kendali atas otot-otot.

Sumber

https://www.healthline.com/health/parkinsons/akinesia#treatment. diakses pada 14 April 2021. 9.40