© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang anda ketahui tentang Vitamin E?

Vitamin E

Vitamin E merupakan vitamin yang sangat berguna bagi tubuh. Beberapa manfaat utama dari vitamin E antara lain untuk meningkatkan daya tahan tubuh, membantu mengatasi stres, meningkatkan kesuburan, meminimalkan risiko kanker dan penyakit jantung koroner

Vitamin E diketahui sebagai zat gizi esensiel yaitu setelah dilakukan percobaan dengan tikus. Kekurangan vitamin E mengakibatkan kemandulan pada tikus jantan sedangkan pada tikus betina terjadi keguguran pada saat bunting. Zat gizi esensiel tersebut dikenal sebagai tokoferol atau vitamin E.

Ada empat macam tokoferol yaitu alpha, beta, gamma, dan delta tokoferol. Alpha tokoferol mempunyai aktivitas sebagai vitamin E sedangkan gamma dan delta tokoferol mempunyai aktivitas yang besar sebagai antioksidan.

Kekurangan vitamin E mengakibatkan terjadinya oksidasi asam lemak berikatan rangkap membentuk peroksida dan hidrogen peroksida, yang bersifat meracuni sel dan mengakibatkan keracunan sel. Konsumsi vitamin E yang tinggi dianjurkan untuk mencegah penyakit kronis dan usia lanjut. Vitamin juga mencegah kanker prostat dan melindungi kulit.

Sumber vitamin E


Vitamin E umumnya terdapat pada pangan nabati yang kaya akan lemak, misalnya minyak sayur, kacang-kacangan (kacang tanah, hazelnuts, almonds), biji-bijian (biji bunga matahari, pistachio, pine), dan gandum. Vitamin E juga banyak terdapat pada salad dressing, peanut butter, margarine, dan produk- produk susu dengan lemak penuh (susu, butter dan cream). Saat ini sangat populer untuk memfortifikasi vitamin E ke dalam berbagai jenis makanan seperti breakfast sereal, margarine, susu dan jus.

Makanan sumber vitamin E
Gambar Makanan sumber vitamin E

Rekomendasi asupan


Kebutuhan vitamin E tergantung dari kandungan beberapa asam lemak (polyunsaturated fatty acids, PUFAs) yang mudah bereaksi dengan molekul- molekul turunan oksigen dan terdapat pada jaringan membran di dalam tubuh (seperti sistem syaraf atau mata).

Amerika Serikat menganjurkan asupan vitamin E per harinya adalah 15 mg untuk orang dewasa.

Karena vitamin E secara alami hanya terdapat pada makanan berlemak, asupan vitamin E terkait dengan asupan lemak. Terlebih lagi, lemak diperlukan untuk penyerapan vitamin E di dalam usus. Hal ini berarti bahwa makanan bebas lemak (fat-free) bukanlah sumber yang baik untuk vitamin E.

Fungsi Vitamin E


Fungsi utama vitamin E di dalam tubuh sangat terkait dengan sifat uniknya sebagai antioksidan khususnya mencegah oksidasi lemak di dalam sel, dengan demikian:

  • Vitamin E membantu memperlama umur hidup sel-sel darah merah

  • Melindungi membran biologis seperti yang berada di jaringan syaraf, otot dan sistem kardiovaskuler

  • Meningkatkan sistem kekebalan membantu mencegah kehilangan vitamin A karena oksidasi

  • Vitamin E juga dipergunakan dalam penanganan bayi prematur khususnya berkaitan dengan anemia dan masalah yang berkaitan dengan darah lainnya

  • Vitamin E mencegah kerusakan lemak dan komponen seluler lainnya (misal protein, DMA) dari kerusakan akibat oksigen dan turunannya (disebut kerusakan oksidatif)

  • Vitamin E diperkirakan juga membantu memperbaiki viskositas darah.

Kekurangan vitamin E


Kekurangan atau defisiensi vitamin E sangat jarang terjadi. Gejala kekurangan vitamin E pertama kali terlihat pada bayi prematur, oleh karena itu makanan formula bayi saat ini mengandung konsentrasi vitamin E yang cukup. Kekurangan vitamin E akan menimbulkan pengaruh terhadap ketidakmampuan menyerap (ketidakmampuan memanfaatkan vitamin E secara cukup) dan mengakibatkan penyakit neuromuscular pada dewasa maupun anak-anak.

Vitamin E


Vitamin E adalah nama umum untuk dua kelas molekul tocopherol dan tocotrienol yang memiliki aktivitas vitamin E dalam nutrisi. Struktur Vitamin E dapat dilihat dibawah ini :

image

  • Peran/Fungsi

    • Meningkatkan daya tahan tubuh, membantu mengatasi stres, meningkatkan kesuburan, meminimalkan risiko kanker dan penyakit jantung koroner

    • Berperan sangat penting bagi kesehatan kulit, yaitu dengan menjaga, meningkatkan elastisitas dan kelembapan kulit, mencegah proses penuaan dini, melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi sinar ultraviolet, serta mempercepat proses penyembuhan luka.

    • Sebagai Antioksidan. Semua vitamin E adalah antioksidan dan terlibat dalam banyak proses tubuh dan beroperasi sebagai antioksidan alami yang membantu melindungi struktur sel yang penting terutama membran se dari kerusakan akibat adanya radikal bebas. Dalam melaksanakan fungsinya sebagai antioksidan dalam tubuh, vitamin E bekerja dengan cara mencari, bereaksi dan merusak rantai reaksi radikal bebas Y. Dalam reaksi tersebut, vitamin E sendiri diubah menjadi radikal. Namun radikal ini akan segera beregenerasi menjadi vitamin aktif melalui proses biokimia yang melibatkan senyawan lain.

    • Melindungi sel darah merah yang mengangkut oksigen tubuh dari kerusakan. Selain bisa melindungi dari akibat kelebihan vitamin A dan melindungi vitamin A dari kerusakan, vitamin ini juga bisa melindungi hewan dari akibat berbagai obat, bahan kimia, dan logam yang mendukung pembentukan radikal bebas.

    • Vitamin ternyata diperlukan untuk beberapa spesies hewan. Sebagian besar percobaaan telah dilaksanakan pada tikus dimana defisiensi vitamin E menyebabkan kegagalan reproduksi. Fungsi vitamin dalam tubuh manusia belum dipahami sepenuhnya. Akan tetapi ada bukti yang menunjukkan bahwa vitamin E memainkan peran dalam proses-proses yang mengendalikan oksidasi dalam jaringan tubuh. Dalam keadaan normal, defisiensi vitamin E tidak dikenal.

  • Makanan
    Vitamin tersebar luas pada berbagai jenis makanan. Kecambah (taoge) merupakan makanan yang kaya akan vitamin. Di samping itu, vitamin E juga terdapat pada bagian biji tanaman lain yang bertunas dan pada sayuran hijau. Makanam lainnya mengandung vitamin E dalam jumlah yang lebih kecil. Selain itu ASI juga banyak mengandung vitamin E untuk memenuhi kebutuhan bayi.

  • Defisiensi
    Kekurangan vitamin E akan menyeabkan sel darah merah terbelah. Proses ini disebut hemolisis eritrodit dan dapat dihindari dengan vitamin E. Akibat lain kekurangan vitamin E adalah :

    • Perubahan degeneratif pada sistem saraf dan otot
    • Kelemahan dan kesulitan berjalan
    • Nyeri pada otot betis
    • Gangguan penglihatan
    • Anemia
    • Retensi cairan (odem)
    • Kelainan kulit

    Pada bayi, kekurangan vitamin E dapat menyebabkan kelainan yang mengganggu penyerapan lemak pada bayi yang prematur) dan kekurangan gizi. Namun kekurangan vitamin E sesungguhnya sangat jarang terjadi karena vitamin ini banyak terdapat dalam makanan, terutama dalam minyak sayur. Pada manusia kekurangan vitamin E bisa disebabkan karena dieT yang sangat buruk dalam jangka waktu lama.

  • Kebutuhan
    NAS-NRC merekomendasikan kebutuhan untuk pria dan wanita dewasa adalah 30 IU vitamin E per hari atau ekuivalen (secara kasar) dengan 20 mg α-tokoferol (untuk bayi : 0,3-0,6 mg/hari; untuk anak-anak dan remaja di antara kebutuhan untuk dewasa dan bayi).

    Keracunan vitamin E tidak ada. Orang dewasa yang diberi megadosis 600-800 IU α-tokoferol setiap hari selama 4 minggu sampai 3 tahun tidak memperlihatkan problema jangak panjang maupun jangka pendek atau perubahan-perubahan kimiawi darah. Ada 2 kekecualian yang perlu disebutkan, walaupun implikasinya tidak diketahui- yaitu penurunan hormon tiroid dalam serun dan sedikit terjadi peningkatan kadar trigliserida puasa pada wanita muda (Tsai, dkk., 1978).

Vitamin E adalah vitamin larut lemak yang sangat berguna selain sebagai antioksidan juga melindungi tubuh dari polyunsaturated fatty acid (PUFAs) seperti asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, dan asam arakhidonat. Selain itu vitamin E dalam tubuh sebagai penangkal radikal bebas dan molekul oksigen yang penting dalam mencegah peroksidasi membran asam lemak tak jenuh (Bruke, 2007).

Vitamin E adalah penghenti reaksi penyebab radikal bebas yang efisien di membran lemak, karena bentuk radikal bebas distabilkan oleh resonansi. Oleh karena itu radikal vitamin E memiliki kecenderungan kecil untuk mengekstraksi sebuah atom hidrogen dari senyawa lain dan menyebarkan reaksi. Vitamin E radikal juga bisa mengalami regenerasi dengan adanya vitamin C atau glutation (Berdanier, 1998).

Vitamin E secara alami memiliki 8 isomer yang dikelompokan dalam 4 tocopherol yaitu α, β, γ, δ dan 4 tocotrienol α, β, γ, δ homolog. Suplemen yang banyak beredar dipasaran umumnya tersusun atas tocopherol dan tocotrienol yang diyakini merupakan antioksidan potensial (Winarsi, 2007). α-tocopherol adalah bentuk vitamin E paling aktif. Bentuk sintetik vitamin E mempunyai aktivitas biologis 50 % daripada α-tocopherol yang terdapat di alam (Almatsier, 2004).

Bentuk dan Isomer dari Senyawa Vitamin E

  1. d-Alpha Tocopherol

    image

    Rumus molekul : C29H50O2
    Berat molekul : 430.7

    Pemerian : Jernih, kuning, kuning kehijauan, tidak berbau, minyak kental.

    Stabilitas : Tidak stabil pada udara dan cahaya, khususnya media basa.

    Kelarutan : Tidak larut dalam air; larut dalam alkohol; larut dengan aseton, dengan kloroform, dengan eter, dan dengan minyak nabati.

    Penyimpanan : Simpan di bawah gas inert dalam wadah kedap udara, terlindung dari cahaya.

  2. dl-Alpha Tocopherol

    image

    Rumus molekul: C29H50O2

    Berat molekul: 430.7

    Pemerian: Jernih, kuning, atau kuning kehijauan, praktis tidak berbau, minyak kental.|

    Stabilitas: Tidak stabil pada udara dan cahaya, tidak tahan pada media basa.

    Kelarutan: Tidak larut dalam air; larut dalam alkohol; larut dengan aseton, dengan kloroform, dengan eter, dan dengan minyak nabati.

    Penyimpanan: Simpan di bawah gas inert dalam wadah kedap udara terlindung dari cahaya.

  3. d - Alpha Tocoferil Acetate atau Alpha Tocopherol Acetate

    image

    Rumus molekul : C31H52O3

    Berat molekul : 472.7

    Pemerian : Cairan jernih, kuning, atau kuning kehijauan, praktis tidak berbau, minyak kental.

    Stabilitas : Stabil pada udara dan cahaya, tidak stabil pada media basa.

    Kelarutan : Tidak larut dalam air; larut dalam alkohol; larut dengan aseton, dengan kloroform, dengan eter, dan dengan minyak nabati.

    Penyimpanan : Simpan di bawah gas inert dalam wadah kedap udara. Terlindung dari cahaya.

  4. dl - Alpha Tocoferil Acetate Rumus molekul : C31H52O3 Berat molekul : 472.7

    image

    Pemerian : Jernih, kuning, atau kuning kehijauan, praktis tidak berbau, minyak kental.

    Stabilitas : Stabil pada udara dan cahaya, tidak tahan pada media basa.

    Kelarutan : Tidak larut dalam air; larut dalam alkohol; larut dengan aseton, dengan kloroform, dengan eter, dan dengan minyak nabati.

    Penyimpanan : Simpan di bawah gas inert dalam wadah kedap udara, terlindung dari cahaya.

  5. d-Alpha Tocoferil Acid Succinate

    Termasuk Vitamin E polietilen glikol suksinat, sebuah campuran yang dibentuk oleh esterifikasi asam tocoferil d-alpha succinate dengan makrogol.

    Rumus molekul : C33H54O5 Berat molekul : 530.8

    Pemerian : Bubuk putih atau kristal hampir putih. Praktis tidak berbau. Titik lebur : Sekitar 75°C; tidak stabil saat dipegang cair.

    Stabilitas : Stabil terhadap udara dan cahaya, tetapi tidak stabil terhadap alkali.

    Kelarutan : Tidak larut dalam air; larut dalam alkohol, dalam aseton, dalam eter, dan minyak nabati; sangat larut dalam khloroform; sedikit larut dalam larutan alkali.

    Penyimpanan : Simpan di wadah kedap udara. Terlindung dari cahaya.

  6. dl Alpha Tocoferil Acid Succinate Rumus molekul : C33H54O5 Berat molekul : 530.8

    Pemerian : Bubuk putih atau kristal hampir putih. Praktis tidak berbau. Titik lebur : Sekitar 75°C; tidak stabil saat dipegang cair.

    Stabilitas : Stabil terhadap udara dan cahaya, tetapi tidak stabil terhadap alkali.

    Kelarutan :Tidak larut dalam air; larut dalam alkohol, dalam aseton, dalam eter, dan minyak nabati; sangat larut dalam kloroform; sedikit larut dalam larutan alkali.

    Penyimpanan : Simpan di wadah kedap udara, terlindung dari cahaya. (Sweetman, 2009).

Ringkasan

http://eprints.umm.ac.id/42372/3/jiptummpp-gdl-hilwaarifm-48347-3-babii.pdf