© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang anda ketahui tentang Udang Barong atau Udang Karang ?

Lobster atau udang barong atau udang karang

Lobster atau udang barong atau udang karang (Panulirus spp.) merupakan komoditas perikanan yang potensial dan bernilai ekonomis penting untuk ekspor.

Klasifikasi Udang Barong


Udang karang atau lobster laut diklasifikasikan sebagai berikut :

  • Super kelas : Crustacea
  • Kelas : Malacostraca
  • Subkelas : Eumalacostraca
  • Superordo : Eucarida
  • Ordo : Decapoda
  • Subordo : Reptantia
  • Superfamili : Scyllaridae
  • Famili : Palinuridae
  • Genus : Panulirus
  • Spesies : Panulirus homarus, Panulirus penicillatus, Panulirus longipes, Panulirus versicolor, Panulirus ornatus dan Panulirus polyphagus

Morfologi Udang Barong


Bentuk fisik udang karang secara umum terdiri atas dua bagian, yaitu bagian depan disebut cephalotorax dan bagian belakang disebut abdomen. Seluruh tubuh lobster dilindungi oleh kerangka luar (cangkang) yang keras dan terbagi atas ruas-ruas. Bagian depan (kepala dan dada) terdiri atas tiga belas ruas dan bagian badan terdiri atas enam ruas. Pada bagian kepala (rostrum) terdapat organ- organ seperti rahang (mandibula), insang, mata majemuk, antenulla, antenna, dan lima pasang kaki jalan (pereiopoda). Pada bagian badan terdapat lima pasang kaki renang (pleopoda) dan sirip ekor (uropoda).

Udang karang bersifat nocturnal yaitu melakukan aktifitas mencari makan pada malam hari. Pada siang hari mereka bersembunyi di tempat-tempat yang gelap dan terlindung, di dalam lobang-lobang batu karang.

Udang karang bertelur sepanjang tahun dengan puncak pemijahan pada awal musim hujan. Sebagai contoh, di perairan Pangandaran udang karang ditemukan bertelur sepanjang tahun dengan puncak pemijahan pada bulan Oktober (Trijoko, 1994).

Habitat Udang Barong


Di perairan dunia, udang karang dijumpai mulai dari pantai timur Afrika, Jepang, Indonesia, Australia, dan Selandia Baru (HOLTHUIS, 1991). Di perairan Indonesia diketahui ada enam jenis udang karang bernilai ekonomis penting.

Enam jenis lobster termasuk dalam genus Panulirus, yaitu udang batu (Panulirus peniculatus), udang raja (P. longipes), udang rejuna (P. versicolor), udang jarak (P. polyphagus), udang pantung (P. homarus), dan udang ketangan (P ornatus) (Moosa, 1984).

Udang-udang karang tersebut banyak dijumpai di perairan pesisir dengan dasar perairan berupa pasir berbatu. Di Indonesia udang karang dijumpai di perairan Pangandaran, Jawa Barat dan Gunungkidul, DIY, biasanya berkelompok di dalam lubang-lubang batu (Trijoko, 1994).

Berdasarkan informasi dari beberapa eksportir lobster, perairan Indonesia yang mempunyai potensi untuk penangkapan lobster meliputi Paparan Sunda, Selat Malaka, Kalimantan Timur, Sumatra bagian timur, Pesisir Utara Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku, Pantai selatan Papua, dan seluruh pesisir Samodra Indonesia.

Apa yang anda ketahui tentang Udang Barong atau Udang Karang ?

Karakteristik

Udang Barong atau Spinny Lobster mempunyai kerangka kepala (carapace) tebal dan ditutupi oleh duri besar dan kecil. Ujung kepala bagian atas mata terdapat dua tonjolan yang keras. Diantara dua tonjolan tersebut terdapat dua pasang sungut. Sungut kedua keras, kaku dan panjang. Ekornya seperti kipas berwarna merah. Pada badan terdapat garis melintang berwarna hitam. Jenis yang paling umum ditemukan di Indonesia adalah genus Panulirus spp. Tubuh umumnya berwarna warni.

Habitat

Semua Udang Barong termasuk jenis penghuni karang. Dia hidup pada lobang-lobang diantara karang; termasuk tipe scavenger, dengan jenis makanan Detritus maupun Makrofauna lainnya.

Alat Tangkap

Penangkapan Udang Barong dilakukan dengan cara menyelam dan dengan bantuan Hookah Compressor. Karena jenis yang beragam, ukuran Udang ini juga bervariasi. Panjang maksimum yang bisa dicapai adalah 50 cm, umumnya tertangkap pada ukuran 20 – 30 cm. Udang Barong termasuk komoditas ekspor dan ditangkap oleh nelayan skala kecil. Udang umumnya dijual dalam kondisi hidup.