Apa yang anda ketahui tentang teori model pertumbuhan ekonomi Adam Smith?

Pertumbuhan ekonomi

Apa yang anda ketahui tentang teori model pertumbuhan ekonomi Adam Smith?

Teori ini memaparkan tentang bagaimana mengelola perekonomian suatu negara dengan cara melaksanakan persaingan bebas tanpa campur tangan pemerintah. Disertai dengan adanya pembagian kerja dan pengalokasian sumber daya yang dilakukan secara efisien.

teori-ekonomi-klasik-adam-smith-2-638

Adam Smith menyatakan bahwa dengan menjalankan sistem ekonomi liberal (bebas), maka pertumbuhan ekonomi dapat dicapai secara maksimum. Pertumbuhan ekonomi dapat dicapai dengan memperhatikan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan output total.

Pandangan-pandangan yang disampaikan dalam teori pertumbuhan ekonomi Adam Smith diantaranya adalah:

  • Setiap individu bebas melakukan kegiatan ekonomi agar dapat memaksimalkan kesejahteraan secara agregat atau keseluruhan. Dalam perekonomian ini ada kekuatan yang tidak nampak yang menyebabkan perekonomian akan memperlakukan individu sesuai dengan harapannya.

  • Pembagian kerja akan meningkatkan daya produktifitas tenaga kerja akibat adanya peningkatan keterampilan dan penemuan mesin yang hemat tenaga kerja. Secara keseluruhan hal ini akan menghemat waktu produksi.

  • Proses akumulasi modal meningkat seiring terjadinya peningkatan tabungan. Tabungan akan semakin tinggi ketika pendapatan tinggi, dengan kondisi konsumsi relatif tetap. Ketika tabungan tinggi maka penyediaan modal untuk investasi semakin tinggi.

  • Tingkat suku bunga akan semakin menurun ketika kemakmuran, kesejahteraan, dan jumlah penduduk semakin meningkat. Tingkat suku bunga rendah menyebabkan biaya investasi dan produksi menjadi lebih murah. Penduduk bertambah menyebabkan cadangan modal bertambah.

  • Proses pertumbuhan bersifat akumulatif. Peningkatan satu sektor ekonomi dapat meningkatkan sektor ekonomi lainnya. Di sini ada rantai kebutuhan dan kepentingan. Peningkatan di bidang pertanian dapat meningkatkan bidang industri dan bidang niaga dan seterusnya, sampai terjadi kelangkaan sumber daya sehingga perekonomian mengalami kondisi stasioner.

Adam Smith sering kali disebut sebagai “bapak” dari ilmu ekonomi modern. Dia sebenarnya lebih dikenal dengan Teori Nilai yaitu teori yang menyelidiki faktor-faktor yang menentukan nilai atau harga suatu barang. Dalam bukunya yang monumental “An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations”, dapat dilihat tema pokoknya mengenai bagaimana perekonomian kapitalis tumbuh. Dalam buku tersebut, teori pertumbuhan ekonomi untuk pertama kalinya diungkapkan secara panjang lebar dan sistematis. Oleh karena itu, teori Adam Smith sering dianggap sebagai awal dari pengkajian masalah pertumbuhan ekonomi secara sistematis.

Pertumbuhan ekonomi menurut Adam Smith di bagi menjadi 5 tahapan yang berurutan, yaitu dimulai dari tahap perburuan, tahap beternak, tahap bercocok tanam, tahap perdagangan dan yang terakhir adalah tahap perindustrian. Menurut teori ini, masyarakat akan bergerak dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern yang kapitalis. Dalam prosesnya, pertumbuhan ekonomi akan semakin terpacu dengan adanya sistem pembagian kerja antarpelaku ekonomi (Kuncoro, 1997) .

Pembagian kerja merupakan titik sentral pembahasan dalam teori Adam Smith, dalam upaya meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Terciptanya spesialisasi dari tiap-tiap pelaku ekonomi ini didorong oleh faktor-faktor (1) peningkatan keterampilan pekerja, dan (2) penemuan mesin-mesin yang menghemat tenaga. Spesialisasi akan terjadi jika tahap pembangunan ekonomi telah menuju ke sistem perekonomian modern yang kapitalistik. Meningkatnya kompleksitas aktivitas ekonomi dan pola produksi disertai peningkatan kebutuhan hidup di masyarakat, mengharuskan masyarakat untuk tidak lagi memenuhi semua kebutuhan mereka secara sendiri, namun lebih ditekankan pada keahlian tertentu untuk menggeluti bidang tertentu.

Secara garis besar, pemikiran Adam Smith bertumpu pada akselerasi sistem produksi suatu negara. Sistem produksi suatu negara terdiri dari tiga unsur pokok, yaitu (Budiono, 1992) :

  1. Sumber-sumber alam yang tersedia (atau faktor produksi tanah);
  2. Sumber daya manusia (jumlah penduduk);
  3. Stok barang kapital yang ada.

Menurut Adam Smith, sumber-sumber alam merupakan wadah yang paling mendasar dari kegiatan produksi suatu masyarakat. Jumlah sumber-sumber alam yang tersedia merupakan batas maksimal bagi pertumbuhan perekonomian tersebut. Artinya, selama sumber-sumber ini belum sepenuhnya dimanfaatkan maka pertumbuhan ekonomi masih tetap bisa ditingkatkan. Selanjutnya unsur jumlah penduduk dan stok kapital menentukan besarnya output masyarakat dari tahun ke tahun. Tetapi apabila output terus meningkat, sumber-sumber alam akhirnya akan sepenuhnya dimanfaatkan (dieksploitasi) hingga batas ketersediaannya. Tingkat ketersediaan sumber daya alam ini akan menjadi batas atas dari pertumbuhan suatu perekonomian. Pertumbuhan ekonomi (dalam arti pertumbuhan output dan pertumbuhan penduduk) akan berhenti apabila batas atas ini dicapai.

Unsur yang kedua adalah sumber daya manusia atau jumlah penduduk. Dalam proses pertumbuhan output, unsur ini dianggap mempunyai peranan pasif, dalam arti bahwa jumlah penduduk akan menyesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja. Misalnya apabila stok kapital yang tersedia membutuhkan pekerja 1 juta orang untuk menggunakannya, sementara jumlah tenaga kerja yang tersedia hanya 900 ribu orang maka jumlah penduduk yang akan menempati pekerjaan itu akan cenderung meningkat sehingga tenaga kerja yang tersedia akhirnya akan mencapai 1 juta orang.

Unsur produksi yang ketiga yaitu stok kapital, yang secara aktif menentukan output. Smith memang memberikan peranan sentral kepada pertumbuhan stok kapital atau akumulasi kapital dalam proses pertumbuhan output. Apa yang terjadi dengan tingkat output tergantung pada apa yang terjadi pada stok kapital. Di samping itu laju pertumbuhan output juga tergantung pada laju pertumbuhan stok kapital. Pertumbuhan itu akan terus melaju hingga akan dibatasi oleh ketersediaan sumber daya alam dan dukungan sumber daya manusia yang terampil. Peranan modal dalam teori pertumbuhan menempati posisi sentral yang biasanya terakumulasi melalui tabungan. Akumulasi kapital menurut Smith tidak dapat dilepaskan dari perluasan pasar. Pasar merupakan tempat untuk mendistribusikan hasil produksi. Cakupan pasar memiliki pengaruh yang sangat luas bagi pemasaran hasil produksi. Dengan demikian, pada gilirannya maka pasar berpengaruh pula terhadap perolehan laba, yang berarti kemungkinan mengakumulasi kapital menjadi semakin besar. Berdasarkan arti pentingnya pasar dalam proses akumulasi kapital maka Smith secara khusus menunjuk bahwa potensi pasar akan dapat dicapai secara maksimalhanya bila, setiap warga masyarakat diberi kebebasan seluas-luasnya untuk melakukan pertukaran dalam kegiatan ekonominya (Budiono, 1992)

Menurut Adam Smith, proses pertumbuhan akan terjadi secara simultan dan memiliki hubungan keterkaitan satu dengan yang lain. Timbulnya peningkatan kinerja pada satu sektor akan meningkatkan daya tarik bagi pemupukan modal, mendorong kemajuan teknologi, meningkatkan spesialisasi, dan memperluas pasar. Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi semakin pesat. Proses pertumbuhan ekonomi sebagai suatu fungsi tujuan pada akhirnya harus tunduk terhadap fungsi kendala yaitu keterbatasan sumber daya alam dan manusia. Pertumbuhan ekonomi satu Negara akan mulai mengalami perlambatan jika daya dukung alam dan keterampilan penduduk tidak mampu lagi mengimbangi aktivitas ekonomi yang sedang berlangsung.

Keterbatasan sumber daya merupakan faktor yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, bahkan dalam perkembangannya hal tersebut justru menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi. Penurunan pertumbuhan ekonomi akan terus terjadi dikarenakan mata rantai tabungan, akumulasi modal, dan investasi tetap terjalin dan berkaitan erat satu sama lain. Jika investasi rendah maka kemampuan menabung akan turun sehingga akumulasi modal akan mengalami penurunan pula. Begitu pula, jika penduduk tidak memiliki keahlian yang relevan untuk menjalan produksi maka laju investasi juga akan rendah dan akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Akhirnya kapitalisme dalam hal ini akan berada pada kondisi stasioner, yaitu pada tingkat pertumbuhan sama dengan nol.

Unsur pokok dari sistem produksi suatu negara yang menentukan output total yang dihasilkan menurut Smith adalah sumber daya alam yang tersedia atau tanah, sumber daya manusia, dan stok barang modal yang ada.

Menurut Smith, sumber daya alam merupakan unsur pokok dalam kegiatan produksi suatu masyarakat. Sumber daya alam yang tersedia merupakan batas maksimum bagi pertumbuhan suatu perekonomian. Jika sumber daya alam belum sepenuhnya digunakan, maka jumlah penduduk dan stok modal akan memegang peranan penting dalam pertumbuhan 23 output. Sedangkan saat sumber daya alam yang tersedia tersebut telah habis digunakan maka pertumbuhan output akan berhenti. Sumber daya manusia berperan pasif dalam pertumbuhan output karena jumlah penduduk akan menyesuaikan diri dengan kebutuhan akan tenaga kerja dari suatu masyarakat. Berbeda halnya dengan peran pasif dari sumber daya manusia, stok modal berperan aktif dalam pertumbuhan tingkat output karena jumlah dan tingkat pertumbuhan output tergantung pada laju pertumbuhan stok modal sampai batas maksimum sumber daya alam (Arsyad, 1999). Mengenai peranan penduduk dalam pembangunan ekonomi, Smith berpendapat bahwa perkembangan penduduk akan mendorong pembangunan ekonomi. Penduduk yang bertambah akan memperluas pasar. Dengan perluasan pasar tersebut, maka akan meningkatkan spesialisasi dalam perekonomian tersebut. Perkembangan spesialisasi dan pembagian kerja akan mempercepat proses pembangunan ekonomi karena adanya spesialisasi akan meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan mendorong perkembangan teknologi (Sukirno, 2006).