Apa yang anda ketahui tentang Teknik Pembelajaran Predict Observe Explaint (POE)?

Teknik pembelajaran

Teknik pembelajaran adalah cara yang digunakan guru dalam proses pembelajaran untuk mengimplementasikan suatu metode secara spesifik sehingga metode yang diimplementasikan dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Apa yang anda ketahui tentang Teknik Pembelajaran Predict Observe Explaint (POE)?

Teknik Pembelajaran POE ( Predict Observe Explaint ) pertama kali dikembangkan dan diperkenalkan oleh White dan Gunstone sebagai pembelajaran yang efisien untuk menimbulkan ide atau gagasan dan melakukan diskusi dari ide siswa. Teknik ini bertujuan untuk mengungkap kemampuan siswa dalam melakukan predict (prediksi), observe (pengamatan) dan Explaint (penjelasan). Teknik ini akan berhasil dengan baik jika para siswa diberi kesempatan untuk mengamati demonstrasi baik yang dilakukan oleh guru atau oleh temannya sendiri yang ditunjuk oleh guru.

Menurut Novitasari penguasaan konsep siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Predict Observe Explaint lebih baik dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.

Model pembelajaran Predict Observe Explaint menggunakan tiga langkah utama yang harus dilakukan adalah kemampuan memprediksi yaitu membuat dugaan terhadap suatu peristiwa. Setelah itu, guru menuliskan apa yang diprediksi siswa. Untuk menjawab pertanyaan tersebut guru mengajak siswa melakukan kegiatan observasi yaitu melakukan pengamatan melalui percobaan. Guru membimbing siswa melakukan kegiatan percobaan dengan menggunakan data yang dihasilkan untuk disimpulkan. Kesimpulan yang diperoleh kemudian dicocokkan dengan prediksi siswa. Apabila tepat, maka siswa semakin yakin dengan konsep yang mereka kuasai. Namun apabila prediksi tidak tepat, maka guru akan membantu siswa menemukan penjelasan. Dengan demikian siswa dapat memperbaiki kesalahan konsep dalam diri mereka masing-masing.

Model pembelajaran Predict Observe Explaint (singkatan dari Prediction, Observation, and Explaination) sering disebut model pembelajaran untuk menggali pemahaman siswa dengan cara meminta siswa untuk melaksanakan tiga tugas utama yaitu:

  • Prediksi (Prediction)

    Membuat prediksi atau dugaan merupakan langkah pertama dalam pembelajaran POE. Guru memberikan sebuah persoalan kepada siswa, kemudian siswa merumuskan dugaan berdasarkan persoalan tersebut. Siswa diberi kebebasan seluas-luasnya dalam memberikan prediksi. Mereka juga harus mempersiapkan alasan atas prediksi yang mereka ungkapkan. Dalam langkah ini guru dapat mengetahui seberapa besar pemahaman siswa terhadap pelajaran yang sedang diajarkan.

  • Observasi (Observation)

    Langkah kedua dalam pembelajaran POE adalah melakukan observasi, siswa diajak melakukan percobaan, mengamati, atau melakukan pengukuran. Tujuan utama dilakukannya observasi adalah mencari tahu jawaban dari prediksi yang diberikan siswa. Dalam langkah ini guru dapat mengetahui kemampuan siswa dalam mempersiapkan alat dan bahan, dan menggunakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

  • Penjelasan (Explaination)

    Langkah terakhir membuat penjelasan, siswa diberi kesempatan untuk menjelaskan hasil observasi dan kesesuaiannya dengan prediksi awal. Apabila prediksi benar, maka siswa akan yakin dengan konsepnya. Namun, apabila prediksi siswa tidak benar maka guru akan membantu siswa dalam mencari penjelasan. Dengan demikian siswa akan menemukan jawaban dari persoalan yang sedang dipelajari.

Teknik ini dilandasi oleh teori pembelajaran konstruktivisme yang beranggapan bahwa melalui kegiatan melakukan prediksi, observasi, dan menerangkan sesuatu hasil pengamatan, maka siswa dapat berpikir kritis dan menganalisis suatu permasalahan. Sehingga struktur kognitifnya akan terbentuk dengan baik.

Konstruksi berarti bersifat membangun. Konstruktivisme merupakan salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan adalah buatan kita sendiri. Hal ini terjadi karena teori konstruktivisme menyadari bahwa pengetahuan tidak bisa ditransfer begitu saja, melainkan harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing individu. Pengetahuan juga bukan merupakan sesuatu yang sudah ada, melainkan suatu proses yang berkembang terus- menerus. Dalam proses itu, keaktifan seseorang sangat menentukan dalam mengembangkan pengetahuannya.

Belajar menurut konstruktivisme adalah suatu proses mengasimilasikan dan mengaitkan pengalaman atau pelajaran yang dipelajari dengan pengertian yang sudah dimilikinya, sehingga pengetahuannya dapat dikembangkan hingga akhirnya peserta didik tersebut mampu mengkonstruksi sendiri pengetahuannya.

Manfaat Teknik POE


Manfaat yang dapat diperoleh dari implementasi teknik pembelajaran POE (Predict Observe Explain) ini antara lain:

  • Dapat digunakan untuk mengungkap gagasan awal siswa.

  • Memberikan informasi kepada guru tentang pemikiran siswa.

  • Membangkitkan diskusi.

  • Memotivasi siswa agar berkeinginan untuk melakukan eksplorasi konsep.

  • Membangkitkan keinginan untuk menyelidiki.

Asumsi Dasar Teknik POE


Asumsi-asumsi dasar yang menjadi dasar implementasi teknik pembelajaran POE (Predict Observe Explain) adalah sebagai berikut:

  • Jika siswa sejak awal diminta untuk memprediksi yang akan terjadi untuk pertama kali, mereka akan berusaha melakukan observasi dengan cermat.

  • Dengan menuliskan prediksinya terlebih dulu, siswa akan termotivasi untuk mengetahui apa jawaban sesungguhnya dari fenomena yang diamati.

Dengan meminta kepada siswa untuk menjelaskan alasannya dalam memberikan prediksi semacam itu, guru dapat mengetahui kemampuan teoritis siswa tersebut. Hal ini sangat bermanfaat untuk mengungkap adanya kesalahan konsep dari para siswa mengenai teori yang bersangkutan, serta mengembangkan pemahaman para siswa. Hal ini dapat dipergunakan oleh guru sebagai bahan pertimbangan menyusun rencana pembelajaran selanjutnya.

Dengan cara menjelaskan dan melakukan evaluasi terhadap prediksinya sendiri serta mendengarkan prediksi rekannya yang lain, para siswa dapat menilai sendiri pembelajarannya serta mengkonstruksi makna baru.

Cara Melakukan Teknik POE


Langkah-langkah pembelajaran teknik pembelajaran Predict Observe Explaint umumnya adalah sebagai berikut:

  • Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil berkisar antara 3-8 orang bergantung pada jumlah siswa dalam kelas serta tingkat kesukaran materi ajar. Semakin sukar, semakin diperlukan jumlah siswa yang lebih besar dalam kelompok tersebut agar diperoleh buah pikiran yang lebih variatif.

  • Siapkan demonstrasi yang terkait dengan topik yang akan dipelajari. Upayakan agar kegiatan ini dapat membangkitkan minat siswa, sehingga mereka akan berupaya melakukan observasi dengan cermat.

  • Jelaskan kepada siswa yang sedang anda lakukan.

    • Langkah 1: melakukan prediksi (predict)

      • Mintalah kepada para siswa secara perorangan menuliskan prediksinya tentang apa yang akan terjadi.

      • Tanyakanlah kepada mereka tentang apa yang mereka pikirkan terkait apa yang akan mereka lihat dan mengapa mereka berpikir seperti itu.

    • Langkah 2: melakukan observasi (observation)

      • Laksanakan sebuah demonstrasi.

      • Sediakan waktu yang cukup agar mereka dapat fokus pada observasinya.

      • Mintalah para siswa menuliskan apa yang mereka amati. Langkah 3: menjelaskan (explain)

      • Mintalah siswa memperbaiki atau menambahkan penjelasan kepada hasil observasinya.

      • Setelah setiap siswa siap dengan makalah untuk penjelasan, laksanakan diskusi kelompok.

Kelebihan dan Kekurangan Teknik POE


Kelebihan dan kekurangan teknik pembelajaran Predict Observe Explaint antara lain adalah sebagai berikut:

Kelebihan Teknik Pembelajaran Predict Observe Explaint:

  • Dapat membuat pelajaran menjadi lebih jelas dan konkret dengan meminta siswa menggali pengetahuannya sendiri atas apa yang dia tahu serta diperkuat oleh hasil pengamatan yang dilakukan.

  • Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari.

  • Proses pengajaran lebih menarik.

  • Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan.

Kekurangan Teknik Pembelajaran Predict Observe Explaint:

  • Memerlukan kesiapan dan keterampilan dari guru dan siswa.

  • Fasilitas seperti peralatan, tempat dan yang lainnya harus selalu tersedia dengan baik.

  • Memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang di samping memerlukan waktu yang cukup panjang.

Referensi :

  • Andi Prastowo, Pengembangan Bahan Ajar Tematik Panduan Lengkap Aplikatif, DIVA Press, Jogjakarta, 2013.
  • Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2008
  • Warsono, Pembelajaran Aktif Teori dan Asesmen , PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2014
  • Agus N Cahyo, Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Aktual dan Terpopuler, DIVA Press, Jogjakarta, 2013.