Apa yang Anda ketahui tentang tangga nada?

Ada beberapa unsur yang membentuk seni musik, salah satunya adalah tangga nada. Menurut Anda, apa yang dimaksud dengan tangga nada?

Tangga nada merupakan urutan dari suatu nada yang disusun membentuk tangga. Tangga nada dibagi menjadi dua, yaitu tangga nada diatonik dan tangga nada pentatonik. tangga nada diatonik adala tangga nada yang terdiri dari 7 buah nada dengan 2 jenis jarak (1/2 dan 1), sedangkan tangga nada penatatonik adalah tangga nada yang hanya terdiri dari 5 nada pokok. Suatu tangga nada, pasti memiliki satu nada dasar yang diikuti oleh nada-nada lainnya yang bisa lebih rendah atau lebih tinggi dengan pola interval tertentu, sehinga membentuk ciri khas tertentu.

Allen Winold dan Jhon Rehn (1971) berpendapat bahwa ” scale is arrangement of pitches consecutive ascending or discending order”, jika diartikan dalam bahasa indonesia ” tangga nada adalah susunan titi nada yang berturut-turut dari urutan nada rendah ke nada tinggi atau nada tinggi ke nada rendah . Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa nada sebagai bagian dari tangga nada merupakan bunyi yang memiliki tinggi rendah yang pada dasarnya merupakan getaran yang teratur dan dibakukan. Sebagai contoh, nada A yang dipakai saat ini ditentukan memiliki frekuensi 440 Hz/second. Hal ini berarti bahwa dalam satu detik terjadi getaran sebanyak 440 kali. Saat ini yang dipakai dalam sistem nada internasional ada 12 nada pokok yang sudah dibakukan yaitu C, C#, D, D#, E,F,F#,G,G#,A,A#, dan B, Nada-nada tersebut dapat disusun menjadi sebuah tangga nada dengan menentukan satu nada sebagai tonika dan memasukkan interval-interval pembentuk tangga nada.

Dalam Theory Music Resources , ” “Scale” refers to the basic order of the group of notes in a key”( Burstein, musictheoryresources.com) . Pada prinsipnya pernyataan tersebut memiliki makna bahwa tangga nada mengacu pada rangkaian urutan nada ( ascending or discending) dalam sebuah key (tanda mula) . Tangga nada adalah nada-nada yang tersusun berurutan secara alphabetis ascending (dari nada terendah ke nada tertinggi) maupun sebaliknya descending (dari nada tertinggi ke nada terendah) dan memiliki interval dengan variasi tertentu.

Secara garis besar tangga nada dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :

1. Tangga Nada Diatonik

”A diatonic scale is one thats runs through seven different pitches latter names” .( Allen Winold 206:1971). Menurut Allen Winold tangga nada adalah satu nada( tonik ) yang berurutan ke tujuh nada lainnya secara berurutan ( tonik, super tonik, mediant, subdominant, dominant, submediant, leading tone, oktaf ). Tangga nada diatonik adalah sebuah sistem tangga nada yang masing-masing nada dalam tangga nada tersebut mempunyai jarak 1 tone( whole tone ) dan jarak ½ tone( semitone/half tone ) secara bervariasi. Tangga nada diatonik memiliki 7 nada pokok dan masing-masing nada pokok tersebut memiliki hubungan kelurga harmoni. Selain itu, nada-nada pokok tersebut juga bisa disusun menjadi achord-achord dalam keluarga harmoni (Byrnside, 1985). Dalam ilmu akustik tangga nada diatonik sering disebut sebagai laras internasional karena tangga nada diatonik memiliki spesifikasi frekuensi nada yang baku dan tetap tidak seperti tangga nada dalam etnis-etnis tertentu seperti instrumen gamelan dari Jawa dan sasando NTT, namun saat ini banyak instrumen etnis yang ditala dengan sistem diatonik agar lebih fleksibel untuk bisa dikolaborasikan dengan instrumen kontemporer.

2. Tangga Nada Pentatonik

Tangga nada pentatonik biasanya sangat berhubungan erat dengan suatu etnis atau kelompok tertentu di daerah tertentu pula. Karena tangga nada ini biasanya berasal dari etnis atau kelompok tertentu, maka jenisnya pun sangat banyak dan bervariasi. “The word “pentatonic” comes from the Greek word pente meaning five and tonic meaning tone ”. Dalam pernyataan kutipan tersebut menunjukkan bahwa kata pentatonic berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari kata “ pente” yang berarti lima dan ” tonic” yang berarti nada. Jadi tangga nada pentatonik merupakan tangga nada yang memiliki 5 nada pokok sebagai elemennya. Dalam kamus musik (ponoe banoe,2003:330) dijelaskan bahwa ”pentatonik adalah rangkaian 5 nada, sedangkan Pentatonic Scale adalah tangga nada pentatonik adalah rancangan sebuah tangga nada yang terdiri dari 5 nada berjenjang”. Tangga nada pentatonik sebenarnya tidak dapat dituliskan dalam notasi umum, karena pada mula terciptanya instrument tersebut, dalam proses pembuatan instrumen-instrumen etnis tidak menggunakan alat tonalitas yang baku melainkan hanya menggunakan kepekaan pendengaran dari empu instrumennya. Saat ini tangga nada pentatonik diterapkan dengan pendekatan kemiripan (kuasi) yaitu nada dalam pentatonik diselaraskan dengan nada-nada dalam laras diatonik. Ada beberapa jenis tangga nada pentatonik yang mendominasi karya musik di dunia ini, namun dalam pembahasan ini akan dibatasi dengan 2 jenis tangga nada pentatonik yang lazim terdapat pada karya musik daerah di Indonesia pada umumnya, yaitu : pelog dan slendro.