Apa yang anda ketahui tentang tanaman jeruk?

Jeruk

Jeruk atau limau adalah semua tumbuhan berbunga anggota marga Citrus dari suku Rutaceae. Anggotanya berbentuk pohon dengan buah yang berdaging dengan rasa masam yang segar, meskipun banyak di antara anggotanya yang memiliki rasa manis.

Jeruk atau kadang sebagian orang menyebutnya limau adalah sebuah tanaman yang awal munculnya dari asia. Tempat pertama kali tumbuhnya yaitu di Cina. Jeruk dapat ditanam pada daerah subtropis maupun tropis. Karena kemampuan adaptasinya yang baik, jeruk mampu bertahan pada daerah tropis yang memiliki ketinggian 900-1200 meter diatas permukaan laut dengan udara yang lembab (Adelina, dkk, 2017).

Adapun syarat agar buah jeruk dapat tumbuh dengan baik yaitu menanamnnya pada lokasi yang memiliki curah hujan kurang dari 100 mm atau 1200 mm/bulan dan kelembaban udara 50%-85% dengan 3 bulan kering. Syarat selanjutnya, buah jeruk perlu ditanam di lokasi yang terbuka atau lokasi yang dapat tersinari oleh matahari dengan tanah yang gembur. Dan syarat terakhir yaitu diperlukannya irigrasi dan drainase dengan nilai keasamaan atau pH 6-7.

Dalam bidang tumbuhan terdapat klasifikasi suatu tumbuhuan. Klasifikasi tumbuhan merupakan pengelompokan seluruh tumbuhan menjadi beberapa kelompok yang tersusun dari takson-takson secara terorganisasi berdasarkan hierarkinya sehingga memudahkan dalam mengidentifikasi suatu tumbuhan.

Menurut Tjitrosoepomo (2002) klasifikasi dari jeruk itu sendiri yaitu sebagai berikut.

  • Kingdon : Plantae
  • Divisi : Spermatophyta
  • Subdivisi : Angiospermae
  • Class : Dicotyledomae
  • Ordo : Rutales
  • Famili : Rutaceae
  • Genus : Citrus
  • Spesies : Citrus spp.

Jeruk adalah semua tumbuhan berbunga anggota marga Citrus dari suku Rutaceae. Anggotanya berbentuk pohon dengan buah yang berdaging dengan rasa masam yang segar, meskipun banyak di antara anggotanya yang memiliki rasa manis.

Ada 16 spesies dan 8 variates yang tergabung dalam genus jeruk (Citrus) menurut Swingle dan Tanaka (Reuther et al, 1967). Jeruk yang tersebar di Indonesia semuanya tergabung dalam genus tersebut. Sebenernya terdapat 6 genera (genus) yang diantaranya adalah Citrus, Fortunella, Microcitrus, Poncirus, Eremocitrus, dan Cymenia. Daun pada genera-genera tersebut berupa daun tunggal. Tetapi untuk genera Poncirus memiliki daun majemuk (trifoliate) yang sifatnya masih dominan dari pada daun tunggal.

Seperti yang dijelaskan diatas bahwa genus citrus merupakan salah satu genus terkenal terutama di Indonesia dari pada genus-genus lainnya. Pada genus citrus terdapat 2 sub genusnya yaitu Papeda dan Citrus. Terdapat 10 spesies yang tergabung dalam sub genus Citrus, akan tetapi hanya 7 spesies yang sering dibudidayakan oleh kebanyakan orang. 7 spesies tersebut diantaranya adalah :

Citrus sinensis Osbeck (jeruk manis),

  • Citrus reticulata Blanco (jeruk keprok),
  • Citrus maxima Merr (jeruk besar),
  • Citrus imon (jeruk lemon),
  • Citrus aurantifolia (jeruk nipis),
  • Citrus medica (sitrun),
  • Citrus paradisi (grape fruit).

Anatomi Jeruk


Anatomi Jeruk

Gambar Anatomi Jeruk

Pada umumnya, buah jeruk merupakan bola kantung jus yang dilindungi oleh kulit lilin. Kulit buah jeruk tersusun dari dua lapisan yaitu lapisan luar atau yang disebut flavedo dan lapisan dalam berserat yang lebih tebal biasanya disebut albedo. Zat warna orange pada kulit buah jeruk disebabkan karotenoid yang terdapat dalam flavedo sehingga menimbulkan warna khas pada buah. Pada flavedo terdapat vesikel (kantung atau rongga kecil) yang isinya berupa minyak kulit sehingga menyebabkan timbulnya aroma segar buah. Albedo spons putih mengandung beberapa zat yang mempengaruhi kualitas jus. Hal tersebut bersifat negatif, jika albedo spons putih dapat menemukan jalan ke dalam jus yang diekstraksi. Zat-zat tersebut antara lain flavonoid, d-limonene, limonin dan pektin.

Bagian buah yang dapat dimakan dikenal sebagai endocarp. Ini terdiri dari inti berserat pusat, segmen individu, dinding segmen dan membran luar. Segmen berisi vesikula jus, atau kantung jus, yang disatukan oleh zat lilin. Benih juga mungkin ada di dalam segmen. Selain jus itu sendiri, tetesan minyak jus dan lipid juga ada di vesikula jus. Jus mengandung gula, asam, vitamin, mineral, pektin dan komponen berwarna bersama dengan banyak komponen lainnya. Setelah jus diekstraksi, potongan kantung jus yang pecah dan dinding segmen diambil kembali sebagai pulp. Ketika partikel-partikel ini besar, mereka disebut bubur kertas mengambang karena mereka naik ke permukaan sari buah. Partikel yang sangat halus dan padatan tersuspensi yang berangsur-angsur terakumulasi di dasar jus disebut pulp tenggelam.

Kandungan dan Manfaat


Kebanyakan orang pasti menyukai buah jeruk karena buah ini memiliki cita rasa asam manis dan menimbulkan sensasi menyegarkan. Selain dari rasanya, terdapat beragam kandungan nutrisi dalam jeruk sehingga menjadikannya populer menjadi makanan yang sehat. Kandungan nutrisi yang ada pada jeruk seberat 100 gram yaitu sebagai berikut.

  • Kalori : 47
  • Air : 87%
  • Lemak : 0,1 gram
  • Gula : 9,4 gram
  • Karbohidrat : 11,8 gram
  • Protein : 0,9 gram
  • Serat : 2,4 gram

Seperti yang tertera di atas, karbohidrat dan air menjadi kandungan utama dalam buah jeruk. Penyusun dari karbohidrat yang ada dalam buah jeruk berupa gula sederhana yaitu sukrosa, glukosa, dan fruktosa. Walaupun terdapat kandungan gula dalam buah jeruk tapi buah jeruk mempunyai indeks glikemik yang rendah dalam rentang 31-51. Indeks glikemik merupakan suatu sistem penomoran terhadap kandungan karbohidrat suatu buah yang jika semakin tinggi indeks glikemiknya maka semakin cepat kandungan karbohidrat diserap oleh darah dalam tubuh. Begitu juga sebaliknya jika semakin rendah indeks glikemiknya maka semakin baik untuk kesehatan karena kandungan karbohidrat tersebut lambat untuk diserap oleh darah dalam tubuh. Sehingga kadar indeks glikemik dapat mempengaruhi kesehatan apabila kadarnya rendah.

Serat yang terkandung dalam jeruk sangatlah tinggi yang dapat memenuhi kebutuhan serat pangan harian. 18% dari angka kecukupan gizi harian serat terdapat dalam serat buah jeruk. Serat yang terkandung dalam buah jeruk sangat bervariasi. Adapun contoh serat yang terkandung dalam buah jeruk yaitu selulosa, pektin, lignin, dan hemiselulosa. Adanya kandungan serat dalam buah jeruk sangat bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan tubuh karena tubuh tidak mencernanya. Hal itu juga yang membedakan serat dengan jenis karbohidrat lainnya. Menjaga kesehatan tubuh yang dimaksud yaitu menjaga kesehatan sistem pencernaan, mengendalikan kolesterol, dan mengontrol berat badan.

Kandungan lainnya yang terdapat dalam jeruk yaitu vitamin dan mineral yang beragam karena jeruk termasuk jenis buah-buahan. Yang termasuk dalam vitamin dan mineral utama pada buah jeruk yaitu sebagai berikut.

  • Vitamin C
    Vitamin C merupakan vitamin yang sangat melekat pada buah jeruk, sehingga ketika menyebut jeruk pasti sudah tau bahwa di dalamnya terdapat vitamin C. Untuk memenuhi angka kecukupan gizi harian maka perlu mengkomsumsi satu buah jeruk berukuran besar karena jeruk besar memberikan 100% angka kecukupan gizi.

  • Vitamin B1
    Vitamin B1 yang bisa juga disebut tiamin ini dapat mengubah karbohidrat menjadi energi yang nantinya digunakan untuk tubuh.

  • Vitamin B9
    Vitamin B9 yang biasanya dikenal dengan folat merupakan suatu vitamin utama yang dibutuhkan oleh ibu hamil.

  • Kalium
    Dengan mengkonsumsi kalium secara cukup dapat berguna untuk mengurangi tekanan darah yang diderita oleh penderita hipertensi. Kalium ini juga termasuk mineral yang berkemungkinan untuk mengurangi resiko penyakit jantung.

  • Kalsium
    Seperti halnya kalium, kalsium juga termasuk salah satu mineral yang terkandung dalam buah jeruk. Kalsium sangat berguna untuk menjada pemeliharaan otot dan tulang.

Yang membuat buah jeruk menjadi buah istimewa yaitu terdapat bervariasi senyawa dan zat khusus tumbuhan. Terdapat dua jenis golongan yang terkandung dalam buah jeruk, diantaranya adalah senyawa karotenoid dan fenolik. Adapun zat khususya adalah asam sitrat. Penjelasan dari senyawa dan zat khusus tersebut adalah sebagai berikut.

  • Asam Sitrat
    Buah jeruk termasuk dalam jenis buah sitrus sehingga mengandung asam sitrat dan sitrat. Kedua zat khusus tersebut bermanfaat dalam pencegahan terjadinya batu ginjal

  • Karotenoid
    Karotenoid termasuk dalam golongan zat antioksidan yang dapat menimbulkan warna orange cerah pada buah jeruk. Adapun beberapa contoh senyawa karotenoid pada buah jeruk adalah beta-cryptoxanthin dan likopen. Kedua senyawa tersebut bermanfaat untuk melawan penyakit peradangan pada tubuh.

  • Fenolik
    Sepetinya halnya karotenoid, fenolik juga termasuk golongan zat antioksidan. Hesperidin dan antosianin merupakan dua jenis fenolik yang terkandung dalam jeruk yang bermanfaat untuk memelihara kesehatan tubuh.

Dari kandungan buah jeruk yang sangat beragam sehingga buah jeruk ini memberikan tawaran manfaat dan khasiat kesehatan yang sangat beragam. Adapun manfaat-manfaat tersebut adalah sebagai berikut.

  • Memelihara kesehatan jantung
  • Mencegah batu ginjal
  • Menurunkan risiko anemia
  • Menurunkan resiko katarak
  • Mencegah terjadinya cacat terdahap janin
  • Melindungi sel dari radikal bebas
  • Memeliharan sistem imun tubuh
  • Meningkatkan produksi kolagen
Referensi
  • Adelina, S. O., E. Adelina, dan Hasriyanti. 2017. Identifikasi Morfologi dan Anatomi Jeruk Lokal (Citrus sp) di Desa Doda dan Desa Lempe Kecematan Lore Tengah Kabupaten Poso. E-J. Agrotekbis, 5(1) : 58-65.

  • Pak, Tetra. 2004. The Orange Book. Sweden : Rutter Press.

  • Putra, Arif. 2020. Ragam Kandungan Jeruk yang Senantiasa Setia untuk Sehatkan Tubuh. Diakses pada 15 Desember 2020 di https://www.sehatq.com/artikel/ragam-kandungan-jeruk-yang-senantiasa-setia-untuk-sehatkan-tubuh.

  • Reuther W., H. J. Webber, and L.D. Batchelor. 1967. The Citrus Industry : History, World Distribution, Botany and Varieties Volume 1. California : University of California.

  • Tjitrosoepomo, Gembong. 2002. Taksonomi Tumbuhan (spermatopyta). Yogyakarta : UGM Press.

1 Like