Apa yang anda ketahui tentang Planet Merkurius?

Merkurius adalah planet terkecil di dalam tata surya dan juga yang terdekat dengan Matahari dengan kala revolusi 88 hari dan kala rotasi 59 hari. Apa yang anda ketahui tentang Planet Merkurius ?

Permukaan Merkurius

Luas permukaan merkurius adalah sekitar 7,48 x 107 km2. Pada permukaannya banyak ditemukan kawah kawah yang kemungkinan terbentuk karena hantaman asteroid dan benda angkasa lain di planet ini. Kawah terbesar yang pernah diamati diberi nama prokofiev dengan diameter sekitar 112 km. Kawah prokofiev terletak di kutub utara merkurius. Kawah-kawah pada permukaan merkurius ini mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Ada kawah yang terlihat lebih gelap karena jarang terkena sinar matahari secara langsung. Pada kawah merkurius juga terdapat daerah pegunungan yang panjangnya dapat mencapai ratusan kilometer. Pegunungan ini kemungkinan besar terbentuk ketika pendinginan planet di masa lampau.

Komposisi Merkurius

Hasil perhitungan dari massa merkurius menunjukkan angka sebesar 3.3022 x 1023 kg. Kerapatan merkurius rata-rata adalah sekitar 5,430 g/cm3. Merkurius mempunyai inti besi dan nikel, intinya ini merupakan penyusun 2/3 dari massa keseluruhan planet. Beberapa senyawa lain yang merupakan penyusun merkurius diantaranya adalah silikat, magnesium, aluminium, dan kalsium.

Gravitasi Merkurius

Karena massa merkurius lebih kecil dari pada bumi, maka gravitasi permukaan merkurius juga lebih rendah daripada gravitasi di bumi. Perkiraan gravitasi di merkurius hanya sekitar 38% dari gravitasi bumi. Jadi jika berat anda adalah 100 km di bumi, maka berat anda adalah 38 kg saat berada di merkurius. Nilai Gravitasi di merkurius adalah 3.7 m/s2.

Struktur Inti Merkurius

Hasil perhitungan kepadatan merkurius menunjukkan angka 5,43 g/cm3. Kepadatan ini digunakan untuk menduga struktur dalam merkurius. Kepadatan bumi yang tinggi tercipta karena tekanan gravitasi. Namun gaya gravitasi merkurius jauh lebih kecil, sehingga diduga bahwa inti dari merukius berukuran besar dan kaya akan besi. Ilmuan memperkirakan bahwa intinya adalah 42 persen dari volumenya. Ada mantel setebal 600 km yang menyelimuti inti merkurius tersebut. Sedangkan kerak merkurius mungkin hanya setebal 100 – 200 km. Merkurius merupakan planet yang mempunyai besi lebih banyak dibandingkan planet lain dalam sistem tata surya.

Medan Magnet Merkurius

Medan magnet yang dimiliki merkurius mirip dengan bumi, tetapi lebih lemah. Medan magnet ini dihasilkan oleh pergerakan besi inti planet tersebut. Untuk menemukan kekuatan medan magnet merkurius. Ilmuwan pernah mengorbankan alat peneliti yang disebut messenger jatuh dan hancur menabrak merkurius. Wahana tersebut diluncurkan pada tahun 2004 dan telah mengamati merkurius selama 4 tahun. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa medan magnet merkurius sudah ada sejak 4 miliar tahun. Kekuatan medan magnet ini hanya sedikit lebih lemah dari medan magnet bumi.

Berdasarkan beberapa pembahasan di atas, maka berikut adalah beberapa ciri utama planet merkurius :

  • Diameternya adalah 4879 km
  • Jarak Merkurius ke matahari adalah 57 juta km, sedangkan jarak merkurius ke bumi adalah 92 juta km.
  • Merkurius mempunyai kepadatan sebesar 5,43 g/cm3 dengan 70% penyusunnya adalah logam dan 30% lainnya adalah silikat.
  • Gravitasi Merkurius adalah 3,7 m/s2, jauh lebih rendah daripada bumi
  • Merkurius mempunyai struktur inti berupa besi
  • Medan magnet merkurius sedikit lebih lemah daripada bumi.
  • Atmosfer merkurius sangat tipis, bahkan beberapa ilmuan menganggap bahwa merkurius tidak memiliki atmosfer.
  • Suhu pada planet merkurius pada siang hari mencapai 430 derajat celcius, sedangkan pada malam hari adalah sekitar -180 derajat celcius.
  • Revolusi merkurius adalah 88 hari sedangkan rotasi berlangsung selama 59 hari

Sumber :

Merkurius adalah planet pertama, sekaligus berukuran paling kecil di tata surya, yang letaknya paling dekat dengan matahari. Jarak Merkurius dengan Matahari kira-kira 58 juta km. Diameternya 4875 km dengan olume dan massa planet sama besar dengan 1/18 kali bumi. Kerapatan rata-rata (densitas) sama dengan bumi. Kesamaan kerapatan itu bearti planet Merkurius bertekstur materi bumi, namun dalam format lebih kecil.

Merkurius mengorbit 88 hari, sementara dari pengamatan radar, planet berotasi 58,7 hari, atau sama dengan 2/3 periode revolusi. Jadi setiap revolusi, berotasi satu setengah kali, sehingga planet mengarahkan wajah yang sama tiap satu setengah revolusi.

Telaaah spektroskopik memperlihatkan atmosfer Merkurius sangat tipis bahkan lebih tipis dari atmosfer Mars. Atmosfernya terdiri atas atom-atom berat gas natrium potasium. Atom-atom itu berasal dari kerak planet yang terlepas. Tumbukan bertubi-tubi oleh benda-benda luar yang menerjang permukaan planet mencerabut atom-atom ringan dan berat dari kerak planet. Atom-atom ringan seperti H dan H, yang diikat oleh gaya gravitasi planet, yang besarnya hanya sepertiga gravitasi bumi, terlepas ke langit. Tersisalah atom-atom berat seperti natrium potasium yang menjadi penyusun atmosfer. Tidak ada planet lain di tata surya yang mempunyai atmosfer yang sangat jarang dan hampir vakum, berisi atom-atom berat, seperti pada Merkurius.

Permukaan planet Merkurius dipenuhi oleh batuan kasar, gelap dan berpori. Untuk planet sekecil Merkurius, kepadatan planet terlihat mencengangkan. Inti planet yang berupa besi sudah meliputi 3/4 jejari planet. Tercatat juga medan magnet lemah Merkurius hanya 1% medan bumi. Penemuan itu menunjuk ke inti planet yang cair. Tapi ketiadaan selubung magma yang melingkupi inti besi, meyakinkan peneliti, bahwa pada masa lalu planet mengalami terjangan dan tumbukan hebat berulang-ulang sehingga selubung mantel planet tercerabut.

Pesawat Mariner 10 sempat memotret Merkurius dua kali pada 1974 dan 1975. Gambar-gambar yang diterima meliputi 45 persen pemrukaan yang memperlihatkan lapisan serupa bulan. Kawah-kawah ada dimana-mana di setiap inci muka planet. Suhu permukaan didapati 430 derajat celcius di sisi matahari, dan menurun tajam sampai -180 derajat selsius di sisi malam. Perbedaan wajah Merkurius dengan wajah bulan, adalah keberadaan alur-alur panjang busur melintang yang menandai masa periode pendinginan dan penyusutan yang sangat hebat pada arah horizontal (lintang) maupun vertikal (bujur) di masa lalu. Permukaan planet mengalami retakan dan patahan berkali-kali.

Pada tahun 1991, teleskop radio di bumi menunjukkan kebradaan lapisan es yang sangat luas di kawasan kutub planet, kawasan itu tidak tampak oleh Mariner 10. Ktika penemuan teleskop radio itu diumumkan, banyak spekulasi mengenai material es tersebut. Kesimpulannya adalah material es tersebut berasal dari tumbukan komet yang menhujani planet. Pengamatan itu memperkuat jejak sejarah Merkurius yang sangat turbulen dan hebat.