Apa yang anda ketahui tentang Manusia?

manusia

Bagaiman Konsep Dasar Tentang Manusia ?Apa yang anda ketahui tentang Manusia?

Konsep Dasar Tentang Manusia


Dalam pendekatan rasional emotif hakikat manusia adalah makhluk berpotensi (rasional-irasional), berpikir, merasa, berbuat, dipengaruhi oleh budaya, verbalis, pemikir, verbalisasi diri, konfrontasi, indoktrinasi diri, unik, dan bahwa sumber perilaku manusia ialah ide/ nilai. Karena sumber perilaku ide/ nilai bukan peristiwa maka menjadi ide utama teori Rational emotive therapy (RET).

Ellis memberikan argumentasi bahwa manusia cenderung berbicara pada diri sendiri, menilai diri sendiri dan defensif. Mereka mulai bermasalah dalam emosi dan tingkah laku ketika mereka tertarik untuk memilih kebutuhan tertentu (kebutuhan akan cinta, pengakuan, atau keberhasilan) dan membuat kesalahan dengan menganggap kebutuhan tersebut sebagai mutlak dipenuhi. Kata-kata „harus‟, „mesti‟, „berhak‟, „menuntut‟, „perintah‟, dan sejenisnya akan meningkatkan keinginan seseorang untuk menjadi dogmatis dan irasional. Pola pikir yang tidak rasional dan tidak logis akan menimbulkan gangguan perasaan dan selanjutnya menghasilkan gangguan tingkah laku pula.
Konsep dasar Rational emotive therapy (RET) yang dikembangkan oleh Albert Ellis adalah sebagai berikut:

  • Pemikiran manusia adalah penyebab dasar dari gangguan emosional. Reaksi emosional yang sehat maupun yang tidak, bersumber dari pemikiran itu.
  • Manusia mempunyai potensi pemikiran rasional dan irrasional. Dengan pemikiran rasional dan inteleknya manusia dapat terbebas dari gangguan emosional.
  • Pemikiran irrasional bersumber pada disposisi biologis lewat pengalaman masa kecil dan pengaruh budaya.
  • Pemikiran dan emosi tak dapat dipisahkan.
  • Berpikir logis dan tidak logis dilakukan dengan simbol-simbol bahasa.
  • Pada diri manusia sering terjadi self-verbalization. Yaitu mengatakan sesuatu terus-menerus kepada dirinya.
  • Pemikiran tak logis-irrasional dapat dikembalikan kepada pemikiran logis dengan reorganisasi persepsi. Pemikiran tak logis itu merusak dan merendahkan diri melalui emosionalnya. Ide-ide irrasional bahkan dapat menimbulkan neurosis dan psikosis.