Apa yang Anda ketahui tentang logoterapi?

image
Logoterapi adalah mengubah sikap dan cara pandang manusia terhadap takdir yang bisa dirubah.
Apa yang Anda ketahui tentang logoterapi ?

Logoterapi merupakan sebuah aliran psikologi atau psikiatri modern yang menjadikan makna hidup sebagai tema sentralnya. Logoterapi berasal dari kata logos yang dalam bahasa Yunani berarti makna ( meaning ) dan juga rohani berarti ( spirituality ) dan terapi berarti penyembuhan atau pengobatan.

Secara umum logoterapi dapat digambarkan sebagai corak psikologi/ psikiatri yang mengakui adanya dimensi kerohanian pada manusia disamping dimensi ragawi dan kejiwaan, serta beranggapan bahwa makna hidup ( the meaning of life ) dan hasrat untuk hidup bermakna ( the will to meaning ) merupakan motivasi utama manusia guna meraih taraf kehidupan bermakna ( the meaningful life ) yang didambakan (Bastaman, 2007).

Asas-asas Logoterapi

Dalam pelaksanaannya logoterapi memilki tiga asas utama, yaitu :

  1. Makna ada pada setiap situasi dalam hidup, baik dalam penderitaan ataupun kebahagiaan. Makna hidup merupakan sesuatu yang dianggap penting, benar dan sangat didambakan serta memberikan nilai khusus bagi seseorang. Bila seseorang berhasil menemukan dan memenuhi makna hidupnya, maka kehidupan akan menjadi lebih berarti dan berharga. Dan pada akhirnya akan menimbulkan penghayatan bahagia ( happiness ) sebagai akibat sampingannya. Pengertian makna hidup juga tidak dapat dilepaskan dari tujuan hidup, yaitu hal-hal yang harus dicapai dan dipenuhi (Yalom, 1980, dalam Bastaman, 1996).

  2. Kebebasan berkehendak, yaitu dimana setiap manusia memiliki kebebasan yang tak terbatas dalam menemukan makna hidupnya. Makna hidup dapat ditemukan dalam kehidupan itu sendiri melalui karya-bakti, keyakinan atas harapan dan kebenaran serta penghayatan atas keindahan, iman, dan cinta kasih.

    “…. kehidupan tidak akan memberikan jawaban atas pertanyaan kita tentang arti hidup, tetapi sebaliknya menyerahkan kepada kita untuk menemukan jawabannya dengan jalan menetapkan sendiri apa yang bermakna bagi kita” (Viktor Frankl, dalam Bastaman, 2007).

  3. Manusia memiliki kemampuan dalam mengambil sikap terhadap penderitaan dan peristiwa tragis yang terjadi. Apabila keadaan tragis tersebut tidak dapat diubah, maka sebaiknya manusia mengambil sikap yang tepat agar tidak terhanyut dalam menghadapi keadaan tersebut (Bastaman, 2007). Lebih jauh lagi, Frankl menyatakan dalam Schultz (1991) hidup adalah menderita dan untuk menemukan suatu arti atas kehidupan seseorang adalah tetap bertahan hidup.

Landasan Logoterapi

Seperti aliran psikologi lainnya, logoterapi juga memiliki landasan filsafat manusia yang saling menunjang satu sama lain (Frankl, 1973 dalam Bastaman, 2007). Filsafat manusia yang melandasi asas-asas, ajaran, dan tujuan dari logoterapi tersebut, yaitu :

  1. Kebebasan Berkehendak ( The Freedom of Will )
    Kebebasan manusia bukanlah suatu kebebasan yang tidak terbatas, karena manusia merupakan makhluk yang serba terbatas, baik dari aspek fisik, psikologis, sosial budaya, dan sapek kerohanian. Kebebasan manusia adalah kebebasan untuk menentukan sikap ( freedom to take a stand ) terhadap pengalaman-pengalamn yang terjadi dalam hidupnya. Hal ini sesuai dengan pandangan aliran humanistik, dimana manusia dianggap sebagai ‘ the self determining being ’, yaitu dalam batas-batas tertentu manusia memiliki kemampuan dan kebebasan untuk mengubah kondisi hidupnya agar meraih kehidupan yang berkualitas.

  2. Kehendak Hidup Bermakna ( The Will to Meaning )
    Setiap orang meinginkan untuk memiliki sebuah cita-cita yang menjadi tujuan untuk mengarahkan hidup. Tujuan hidup ini juga merupakan motivator manusia untuk memperjuangkan hidupnya. Berbagai tujuan manusia dapat berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainya. Namun, memberikan gambaran yang sama bahwa tujuan-tujuan tersebut adalah hasrat untuk mencapai kebermaknaan hidup.

    Bila hasrat ini dapat dipenuhi, maka seseorang dapat merasakan kehidupan yang dijalani berguna, berharga, dan berarti ( meaningful ). Hasrat inilah yang menjadi motivasi utama manusia untuk berbakti, berkarya. Dan sebagai motivasi dasar manusia, hasrat untuk hidup bermakna ini akan menjadikan seseorang menjadi pribadi yang berharga dan berarti ( being somebody ).

  3. Makna Hidup ( The Meaning of Life )
    Makna hidup adalah hal-hal yang dianggap penting dan berharga serta memberikan nilai bagi seseorang, sehingga layak dijadikan tujuan hidup. Jika makna hidup dapat dipenuhi, maka seseorang akan merasakan kebahagiaan ( happiness ) dalam hidup. Dan makna hidup ini dapat ditemukan pada segala kondisi kehidupan.