© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang anda ketahui tentang ikan Teripang atau Sea Cucumber ?

Ikan Teripang** atau Sea Cucumber

Ikan Teripang atau Sea Cucumber termasuk komoditas ekonomis penting belakangan ini karena prospeknya sebagai komoditas ekspor. Sebelum dijual hasil, teripang diproses melalui pemasakan, pengasapan dan pengeringan. Harga teripang kering mencapai ratusan ribu rupiah. Teripang umumnya ditangkap dengan menyelam menggunakan hookah kompresor. Pada awalnya, Teripang ditangkap oleh nelayan pada saat air surut (meting) dengan menggunakan sumpit atau diambil langsung dengan tangan. Sebagai jenis organisme yang sesil (menetap) dan meningkatnya permintaan ekspor, populasi Teripang cepat mengalami penurunan sehingga penangkapan dilakukan pada perairan yang lebih dalam.

Karakteristik ikan Teripang atau Sea Cucumber

  • Badan bulat panjang seperti tabung.
  • Seluruh tubuh ditutupi oleh duri-duri lunak (podia).
  • Tubuh ditutupi oleh selapis kulit yang agak tebal.
  • Pada ujungnya terdapat saluran untuk menghisap dan pembuangan (mouth dan anus). Teripang yang tertangkap di Indonesia berasal dari spesies yang beragam.

Habitat ikan Teripang atau Sea Cucumber

Teripang termasuk jenis dasar (demersal) dengan habitat utama pasir maupun terumbu karang. Individu yang masih muda umumnya berada pada perairan yang lebih dangkal (reef flat), setelah dewasa memilih perairan lebih dalam atau pada Terumbu Karang bagian luar (outer reef slope). Termasuk jenis organisme scavenger atau filter feeder, jenis makanannya adalah Detritus.

Apa yang anda ketahui tentang ikan Teripang atau Sea Cucumber ?

Karakteristik

Teripang memiliki badan bulat panjang seperti tabung. Seluruh tubuh ditutupi oleh duri-duri lunak (podia). Tubuh ditutupi oleh selapis kulit yang agak tebal. Pada ujungnya terdapat saluran untuk menghisap dan pembuangan (mouth dan anus). Teripang yang tertangkap di Indonesia berasal dari spesies yang beragam.

Habitat

Teripang termasuk jenis dasar (demersal) dengan habitat utama pasir maupun Terumbu Karang. Individu yang masih muda umumnya berada pada perairan yang lebih dangkal (reef flat), setelah dewasa memilih perairan lebih dalam atau pada Terumbu Karang bagian luar (outer reef slope). Termasuk jenis organisme scavenger atau filter feeder, jenis makanannya adalah Detritus.

Alat Tangkap

Teripang termasuk komoditas ekonomis penting belakangan ini karena prospeknya sebagai komoditas ekspor. Sebelum dijual hasil tangkapan diproses pemasakan, pengasapan dan pengeringan. Harga teripang kering mencapai ratusan ribu rupiah. Teripang umumnya ditangkap dengan menyelam menggunakan hookah kompresor. Pada awalnya, Teripang ditangkap oleh nelayan pada saat air surut (meting) dengan menggunakan sumpit atau diambil langsung dengan tangan. Sebagai jenis organisme yang sesil (menetap) dan meningkatnya permintaan ekspor, populasi Teripang cepat mengalami penurunan sehingga penangkapan dilakukan pada perairan yang lebih dalam.

Teripang merupakan salah satu anggota hewan filum Echinodermata. Duri teripang merupakan butir-butir kapur mikroskopis yang terbenam dalam jaringan dinding tubuh (Hyman 1955; Lawrence 1987).

Klasifikasi Teripang


Teripang atau trepang atau timun laut adalah istilah yang diberikan untuk hewan invertebrata Holothuroidea yang dapat dimakan. Ia tersebar luas di lingkungan laut di seluruh dunia, mulai dari zona pasang surut sampai laut dalam terutama di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik Barat. Klasifikasi teripang adalah sebagai berikut :

Kingdom: Animalia
Filum: Echinodermata
Subfilum: Echinozoa
Kelas: Holothuroidea

Morfologi Teripang


Teripang umumnya memiliki tubuh lunak dan kasar karena adanya spikula pada dinding tubuh (Hyman 1955). Permukaan tubuh tidak bersilia dan diselimuti oleh lapisan kapur yang tebal tipisnya tergantung umur. Di sepanjang mulut ke anus terdapat lima deretan kaki tabung, terdiri dari tiga deretan kaki tabung dengan penghisap pada bagian perut (trivium) yang berperan dalam respirasi (Lawrence 1987). Di bawah lapisan kulit terdapat satu lapis otot melingkar dan lima lapis otot memanjang. Sesudah lapisan otot terdapat rongga tubuh yang berisi organ-organ tubuh seperti gonad dan usus (Storer et al. 1979).

Secara umum di dalam selaput dinding tubuh teripang terdapat selaput otot melingkar, lima pasang otot longitudinal, saluran pencernaan yang panjang dan melingkar, kerongkongan yang pendek, lambung terlihat membesar, usus halus panjang dan bermuara ke dalam kloaka dengan dinding bersifat muskular, kemudian kloaka bermuara keluar melalui anus yang terletak pada ujung yang lain (Pangabean 1987)

Warna teripang bervariasi tergantung jenisnya, mulai dari berwarna putih, hitam, coklat kehijauan, abu-abu, dan bahkan ada beberapa jenis yang mempunyai warna terang seperti merah muda, orange, ungu dan kadang-kadang bergaris-garis atau belang-belang (Ruppert dan Barnes 1994; Wibowo et al. 1997). Perbedaan warna ini terkadang digunakan dalam membedakan jenis teripang (Barnes 1987). Teripang pasir (Holothuria scabra), mempunyai punggung berwarna abu-abu atau kehitaman dengan bintik-bintik putih atau kuning.

Ukuran tubuh teripang bervariasi untuk setiap jenisnya. Misalnya, jenis Holothuria atra dapat mencapai panjang 60 cm dan berat 2 kg, jenis teripang pasir atau teripang putih (Holothuria scabra) panjangnya 25 – 35 cm dengan berat antara 0.25 – 0.35 kg (M’Boy 2014).

Sistem Pencernaan


Sistem pencernaan teripang berbentuk tabung memanjang terdiri dari tentakel, mulut, kerongkongan, tenggorokan, perut besar, usus halus, kloaka dan anus. Mulut dan anus teripang terletak pada ujung poros yang berlawanan, yaitu anus berada pada bagian anterior dan anus berada pada bagian posterior. Mulut teripang dikelilingi oleh 10 – 30 tentakel yang dapat dijulurkan dan ditarik kembali dengan cepat. Tentakel-tentakel ini merupakan modifikasi dari kaki tabung yang berfungsi untuk menangkap makanan (Storer et al. 1979; Lawrence 1987).

Teripang memiliki dua cara makan yaitu dengan menangkap plankton dengan tentakelnya dan dengan menelan pasir. Teripang merupakan komponen penting dalam rantai makanan (food chain) di terumbu karang dan ekosistem asosiasinya pada berbagai tingkat struktur pakan (trophic levels). Teripang berperan penting sebagai pemakan deposit (deposit feeder) dan pemakan suspensi (suspensi feeder) (Darsono 2005).

Pada umumnya makanan teripang terdiri atas partikel-partikel organik yang banyak terdapat pada pasir dan lumpur. Makanan teripang terdiri atas detritus, rumput laut dan organisme-organisme kecil seperti diatom, protozoa, nematoda, alga, filamen, copepoda, ostracoda. Selain itu, ditemukan pula foraminifera, radiolarian, partikel-partikel pasir atau hancuran batu karang dan cangkang-cangkang hewan (M’Boy 2014).

Parameter Fisika Kimia


Kelangsungan hidup teripang dipengaruhi oleh sifat kimia-fisika perairan. Perubahan kondisi suatu perairan dapat menimbulkan akibat yang merugikan terhadap populasi ataupun terhadap komunitas dari suatu organisme yang hidup didalamnya. Perubahan kondisi suatu perairan dapat terjadi karena pengaruh alamiah maupun karena aktifitas manusia.

  1. Suhu

    Kisaran suhu perairan yang disukai oleh teripang adalah 20-25 derajat C (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 1993). Pendapat lainnya menyebutkan bahwa suhu optimal untuk kehidupan teripang adalah pada suhu 26-31 derajat C (Bakus, 1973).

  2. Salinitas

    Pada umumnya teripang menyukai perairan yang bersih dan jernih dengan salinitas laut optimum sekitar 32-35% (James et al., 1988). Perubahan salinitas melebihi 3% dari kisaran optimumnya akan menyebabkan terjadinya pengelupasan kulit yang dalam kondisi ekstrim dapat menyebabkan kematian teripang. Teripang umumnya dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan salinitas sampai batas tertentu dengan adanya mekanisme osmoregulasi. Semakin tinggi salinitas semakin besar tekanan osmosisnya. Semakin besar perbedaan antara tekanan osmosis tubuh teripang dengan lingkungan maka semakin besar energi yang diperlukan untuk menyesuaikan diri.

  3. Arus

    Umumnya teripang dapat hidup dan berkembang dengan baik pada perairan yang tenang, namun perubahan kecepatan arus dapat ditolerir teripang dengan syarat nilai suhu dan salinitasnya relatif konstan (Cannon and Silver, 1986).

  4. Kecerahan

    Pada perairan alami kecerahan sangatlah erat hubungannya dengan proses fotosintesis. Kecerahan merupakan suatu fungsi dari intensitas cahaya, faktor yang dapat mempengaruhi kecerahan pada suatu perairan adalah kandungan lumpur, plankton, dan zat-zat terlarut lainnya. Untuk pertumbuhan optimal, teripang membutuhkan habitat dengan kecerahan perairan 50-150 cm (Sutaman, 2003). Kecerahan yang tinggi merupakan syarat untuk berlangsungnya fotosintesis fitoplankton yang baik.

  5. Derajat keasaman (pH)

    Derajat keasaman adalah suatu ukuran dari konsentrasi ion hidrogen dan menunjukkan suasana air tersebut apakah dapat bereaksi dengan asam atau basa. Tingkat kesuburan perairan berdasarkan pH yaitu tidak produktif: 5,5-6,5, produktif: 6,5-7,5, dan sangat produktif: 7,5-8,5 (Ngurah, 1983 dalam Bandjar dkk, 1988). Batas toleransi organisme perairan terhadap perairan bervariasi dan dipengaruhi banyak faktor antara lain suhu, oksigen terlarut, alkalinitas. Untuk Teripang, derajat keasaman yang disukai umumnya pada kisaran 6,5-8,5 (Departemen Kelautan dan Perikanan, 2005).

  6. Kandungan oksigen terlarut (DO)

    Oksigen di perairan berasal dari difusi udara maupun dari proses fotosintesis oleh organisme seperti fitoplankton dan tumbuhan air. Oksigen dikonsumsi oleh tumbuhan dan hewan secara terus menerus selama aktifitas respirasi. Nilai oksigen terlarut (DO) yang optimum untuk pertumbuhan teripang minimal adalah 3 ppm (Sutaman, 1993). Pendapat lain mengatakan bahwa kandungan oksigen terlarut (DO) optimum untuk teripang yaitu pada kisaran 4-8 ppm (Martoyo dkk, 1994).

  7. Substrat

    Sedimen adalah materi atau mineral yang tenggelam dan mengendap di dasar perairan. Sedimen di dasar perairan merupakan substrat dimana terdapat kehidupan dasar. Tipe substrat dasar yang mempunyai penyebaran besar butir tertentu dapat merupakan suatu ekosistem bagi kehidupan organisme dasar. Substrat dasar perairan dapat dibedakan atas enam jenis yaitu: lumpur, pasir, liat, kerikil, batu dan liat berpasir. Biasanya teripang lebih senang dengan substrat pasir dengan patahan karang atau pasir berlumpur sebagai tempat mencari makan karena mengandung banyak detritus dan mampu menjadi tempat persembunyian dari berbagai predator.