Apa yang anda ketahui tentang ikan paus pembunuh atau Orcinus orca ?

Ikan paus pembunuh

Ikan paus pembunuh (Orcinus orca), biasanya disebut sebagai orca, blackfish - adalah spesies Ikan Puas terbesar dari keluarga lumba-lumba laut. Mereka ditemukan di semua samudra di dunia, dari daerah Kutub Utara dan Antartika dingin ke laut tropis. Paus pembunuh memiliki beragam makananseperti singa laut, anjing laut, singa laut dan bahkan ikan paus besar. Ikan paus pembunuh dianggap sebagai predator puncak.

Apa yang anda ketahui tentang ikan paus pembunuh atau Orcinus orca ?

Paus Pembunuh atau Orca (Orcinus orca) adalah spesies terbesar dari keluarga lumba-lumba. Sebenarnya orca tergolong sebagai lumba-lumba. Namun, karena orca berukuran sangat besar, banyak yang menyebutnya sebagai paus. Spesies ini ditemukan di seluruh samudera, dari kawasan dingin seperti Artik dan Antarktika hingga kawasan bersuhu hangat.

Paus pembunuh merupakan predator puncak di lautan, kebanyakan populasi memakan ikan, sementara populasi lainnya memakan mamalia laut seperti singa laut, anjing laut, walrus hingga paus besar. bahkan pada 04 Oktober 1997 di lepas pantai California Amerika Serikat pun, sekelompok pengamat paus yang sedang bepergian di Pulau Farallon telah merekam sebuah kejadian unik tentang paus pembunuh yang menyerang hiu putih dewasa dan kemudian memakan hiu tersebut. Pernyataan yang mengatakan bahwa Hiu merupakan predator yang mengendalikan rantai makanan teratas di laut pun dipatahkan karena peristiwa itu. Paus pembunuh hidup secara berkelompok, mereka juga sering berburu bersama.

IUCN menetapkan status konservasi paus pembunuh adalah tidak diketahui, karena beberapa paus pembunuh berbeda jenis. Beberapa populasi lokal sudah terancam karena kehilangan habitat, pengaruh polusi, dan ditangkap untuk taman mamalia laut, serta terkadang konflik dengan nelayan.

Pertumbuhan Orca dapat tumbuh dengan panjang mencapai 10 m. Sehingga mereka dapat memakan hiu putih dengan mudah. Kehidupan

Orca biasanya memakan ikan, anjing laut, hiu putih, dan hewan laut lainnya yang biasanya mencari makanan secara bersama-sama yang dalam satu kelompok dapat terdiri dari 100 ekor. Orca dapat berenang dengan kecepatan 55 km/jam

Orca memiliki hubungan sosial yang sama dengan lumba-lumba. Hubungan sosial orca hampir mirip dengan manusia, mereka dapat mengajarkan anak-anaknya berburu atau mencari sumber makanan lain bila sumber makanannya menipis, misalnya bila jumlah ikan menurun mereka akan mencoba mencari sumber makanan baru seperti hiu putih dan mereka akan mencoba cara untuk menaklukannya bila berhasil caranya akan diajarkan untuk anak-anaknya. Hubungan dengan manusia

Orca adalah hewan yang bersahabat dengan manusia, mereka sama dengan lumba-lumba dan sering dipakai untuk pertunjukan. Orca tak pernah tercatat menyerang manusia, namun terkadang mereka tercatat menyerang kapal yang disebabkan mereka mengira kapal sebagai paus atau hiu.

Paus pembunuh membunuh anak dari spesiesnya sendiri

Umumnya, para hewan yang bertarung itu sesama hewan yang telah dewasa. Tapi pemandangan berbeda ditemukan oleh para peneliti Kanada. Para peneliti tersebut mendokumentasikan seekor paus pembunuh yang menenggelamkan dan membunuh bayi dari spesies yang sama.

Peristiwa ini terjadi pada 2 Desember 2016 di lepas pantai Pulau Van couver, British Columbia, Kanada. Selanjutnya, penampakan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Scientific Report baru-baru ini.

Mulanya, para peneliti sedang melakukan ekspedisi penelitian ketika tiba-tiba terdeteksi suara aneh di mikrofon bawah laut kapal mereka. Suara tersebut adalah peringatan adanya paus pembunuh atau orcas di sekitar kapal mereka.

Setelah menemukan paus pembunuh yang bertanggung jawab atas suara tadi, para peneliti melihat beberapa percikan air yang menandai bahwa hewan tersebut sedang berburu.

Namun, para peneliti menyadari sebuah keanehan. Mereka mendapati bahwa anak atau bayi orcas dalam kelompok tersebut tidak kembali muncul ke permukaan laut.

“Kemudian seekor orcas jantan, yang tidak berhubungan dengan induk bayi paus pembunuh tersebut, berenang melewati kapal dengan bayi itu menggantung di mulutnya. Saat itu kamu benar-benar merasa ngeri dan terpesona,” ungkap Jared Towers, peneliti mamalia laut dari Fisheries and Oceans Canada dikutip dari Newsweek, Kamis (22/03/2018).

Induk bayi paus pembunuh tersebut dan kawanannya yang mungkin panik mengejar pejantan itu. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan bayi orcas itu.

Sayangnya, pejantan tersebut dibantu induk pejantan hingga berhasil menangkis serangan induk bayi itu.

Para peneliti berusaha mengabadikan peristiwa itu. Mereka berhasil merekam bagaimana pengejaran tersebut berakhir dengan induk bayi orcas memuluk penjantan itu dengan keras menggunakan siripnya.

Sang bayi paus pembunuh itu sendiri tidak bisa diselamatkan dan mati.

Ini merupakan pertama kalinya paus pembunuh teramati membunuh bayi dari spesiesnya sendiri. Meski dalam berbagai penelitian, pembunuhan bayi sudah biasa pada hewan lain, tapi pada paus pembunuh ini pertama kalinya diketahui.

“Di antara mamalia darat, sebagian besar dilaporkan pada primata, karnivora, dan hewan pengerat,” tulis laporan penelitian tersebut.

“Namun, bukti meyakinkan untuk pembunhan cetacea (kelompok hewan laut yang terdiri dari paus, lumba-lumba, dan pari) hanya terjadi pada tiga spesies lumba-lumba,” sambungnya.

Alasannya?

Melihat bayi paus pembunuh tersebut tidak dimakan setelah mati, ini menunjukkan adanya motif lain dari pembunuhan tersebut. Para peneliti menyatakan bahwa ini mungkin contoh dari apa yang disebut “perilaku pemilihan seksual”.

Dengan kata lain, pejantan tersebut membunuh bayi orcas untuk kawin dengan induknya.

“Pada mamalia lain, kita tahu bahwa dalam banyak kasus, pejantan membunuh bayi spesies mereka untuk memaksa induknya menjadi subuh lebih cepat,” kata Towers.

Dalam kasus ini, induk pejantan membantunya untuk menenggelamkan bayi itu.

“Induk paus pembunuh terkenal karena membantu anak-anak mereka yang sudah dewasa dengan berbagi makanan dan memimpin mereka, bahkan mungkin memberi kesempatan pada anaknya (pejantan dewasa) untuk kawin,” imbuh Towers.

Sumber:
sains.kompas.com