Apa yang anda ketahui tentang hewan koala?

Koala

Koala (Phascolarctos cinereus) adalah salah satu binatang berkantung (marsupial) khas dari Australia dan merupakan wakil satu-satunya dari keluarga Phascolarctidae.

Pada umumnya, banyak dikatakan bahwa kata koala berasal dari bahasa Australia pribumi yang berarti tidak minum. Koala sebenarnya minum air tetapi sangat jarang karena makanannya, daun ekaliptus, sudah mengandung cukup air sehingga koala tidak perlu turun dari pohon untuk minum.

Koala dapat ditemukan di sepanjang pesisir timur Australia mulai dari Adelaide sampai ke Semenanjung Cape York, dan sampai jauh ke pedalaman karena terdapat curah hujan yang cukup untuk mendukung hutan yang cocok bagi koala.

Kalau melihat besarnya koala dewasa, tahukah kalian kalau ketika dilahirkan, koala hanya memiliki panjang 1 inci (2,54 CM)? Beratnya hanya sebesar lebah saat koala dilahirkan. Bayi koala akan tetap berada di kantung ibunya hingga dia berusia 6 bulan dan saat masih menyusui.

Koala adalah salah satu dari beberapa mamalia yang memiliki sidik jari manusia. Sangat sulit membedakan keduanya bahkan di bawah mikroskop.

Hewan ini terkenal sebagai hewan yang suka sekali tidur. Koala mampu tidur hingga 18 jam setiap harinya. Saat tidak tidur, koala menggunakan waktunya untuk makan atau berpindah dari satu pohon ke pohon lain. Mereka juga bisa melompat hingga sejauh 150 kaki (45,72 meter) diukur dari puncak pohon.

Meskipun namanya memilik arti “tidak minum”, koala masih tetap minum air! Hanya saja, binatang ini jarang sekali terlihat sedang minum. Koala mendapat air dari daun-daun eukaliptus yang dimakan olehnya.Berbeda dengan jerapah yang hidup berkelompok. Koala adalah hewan penyendiri. Artinya, mereka hidup sendiri dan jarang terlihat sebagai kelompok.

Mereka juga akan sangat melindungi daerah tempat tinggalnya. Koala menandai tempat tinggal dengan meninggalkan aroma tubuhnya di pohon dengan cara menggosok dada mereka ke pohon.

Koala termasuk hewan yang jarang minum

Mengapa koala terlihat jarang minum ?

Jawabannya adalah karena koala terkenal sebagai pemakan daun eucalyptus. Meskipun tak jarang koala juga memakan tumbuhan dan makanan lain, namun eucalyptus menjadi makanan utamanya.

Seperti apa daun eucalyptus itu?

Eucalyptus sendiri termasuk dalam jenis pohon karet. Daun eucalyptus mengandung air yang cukup tinggi, sekitar 55%. Imbasnya, kebutuhan air si koala sudah tercukupi dengan hanya mengonsumsi daun eucalyptus saja.

Oleh sebab itu, koala jadi jarang sekali minum. Konon, kebiasaan ini juga menjadi asal usul nama koala itu sendiri, yang diambil dari bahasa Aborigin yang artinya jarang minum.

Kandungan lain yang juga banyak terdapat dalam daun tersebut adalah serat. Untuk mempermudah pencernaannya, koala telah menyesuaikan bentuk mulut dan giginya. Dengan kombinasi gigi geraham yang dimilikinya, mereka mampu melumatkan daun eucalyptus menjadi sangat halus. Dengan demikian usus mereka tidak perlu repot mencerna daun yang banyak serat ini.

Eucalyptus juga mengandung sedikit minyak dan sianida. Sebenarnya, kandungan sianida dalam eucalyptus ini berbahaya karena dapat mengakibatkan keracunan.

Tetapi, koala sudah dapat beradaptasi dengan kondisi ini. Koala memiliki usus yang cukup panjang dan dipenuhi bakteri fermentasi tertentu yang dapat menetralkan racun dari sianida. Saluran pencernaan yang panjang juga menetralkan dan mengurangi kandungan minyak yang terdapat dalam eucalyptus.

Kandungan karbohidrat dan protein dalam daun eucalyptus cukup rendah. Sayangnya, koala tidak terbiasa mengonsumsi makanan lain yang mengandung karbohidrat dan protein yang tinggi.

Hal ini membuat koala menjadi terkesan kurang berenergi, terlihat lambat dan selalu ngantuk. Tak heran koala dijuluki hewan tukang tidur karena sebagian besar waktunya digunakan untuk tidur.

sumber : http://sains.me/kisah-si-imut-koala-dan-daun-eucalyptus-kesayangannya/

Koala sering terlihat memeluk Pohon

Perhatikan, seekor koala sering terlihat mendekap pohon. Rupanya perilaku koala yang senantiasa memeluk pohon merupakan cara hewan asal Australia itu untuk mendinginkan temperatur tubuhnya, menurut temuan terbaru peneliti.
Dalam kajian yang dirilis jurnal Biology Letters, sejumlah ilmuwan dari Universitas Melbourne menemukan bahwa koala sengaja mendekap pohon guna mengalihkan panas.

Fakta itu didasari pengamatan salah seorang mahasiswi doktoral, Natalie Briscoe, sepanjang tahun. Menurutnya, koala akan naik ke bagian atas pohon selama musim dingin. Sebaliknya, hewan tersebut akan beranjak ke bagian bawah pohon selama musim panas.

Michael Kerney dari Universitas Melbourne menjelaskan, “Sepintas mereka terlihat tidak nyaman dan sepertinya ada yang salah.”

Namun, lanjut Dr. Kearney, pohon justru memberi kenyamanan kepada koala. Pasalnya, ketika temperatur udara mencapai 39 derajat Celsius, suhu pohon tujuh derajat lebih rendah.

Untuk membuktikannya, tim peneliti memfokuskan kamera termal kepada koala tatkala cuaca sedang panas.

“Saat kami melihat foto, jelaslah apa yang dilakukan koala. Anda bisa melihat bahwa saat koala mendekap pohon, ia mendekap bagian pohon yang paling dingin,” jelasnya kepada wartawan sains BBC, Victoria Gill.

Kearney mengatakan pohon besar memiliki iklim mikro. Hal itu menjadi penting bagi hewan yang tinggal di pohon seperti koala mengingat suhu global diprediksi semakin naik akibat perubahan iklim.

Justin Welbergen dari Universitas James Cook University memperkuat analisis Kearney.

Welbergen mengatakan peran pohon-pohon besar amat krusial bagi kelangsungan hidup sejumlah hewan, termasuk koala. “Pohon meningkatkan peluang koala untuk bertahan hidup saat gelombang panas terjadi,” ucapnya.

Koala

Koala mirip dengan wombat (saudara terdekat mereka), namun memiliki bulu yang lebih tebal dan lembut, telinga yang lebih besar, dan kaki-tangan yang lebih panjang dilengkapi dengan cakar yang besar dan panjang untuk membantunya memanjat.

Beratnya bervariasi mulai dari 14 kg untuk jantan selatan yang besar, sampai 5 kg untuk betina utara yang kecil. Mereka biasanya diam, akan tetapi koala jantan memiliki teriakan penarik yang kuat yang dapat didengar hampir satu kilometer pada musim kawin.

Koala memiliki sidik jari layaknya manusia.

Jika dilihat di bawah mikroskop, sidik jari koala menunjukkan kemiripan dengan sidik jari manusia. Dengan menggunakan mikroskop elektron, lapisan epidermis ujung jari koala memiliki tonjolan yang mirip sidik jari manusia sehingga menghasilkan jejak jari yang hampir sama pula. Padahal, hewan-hewan kerabat dekat koala seperti kanguru dan wombat tidak memiliki sidik jari.

Keberadaan sidik jari koala ditemukan pada tahun 1996 oleh tim anatomi dari Universitas Adelaide, Australia. Penemu sidik jari koala pada 1996, memperkirakan tekstur di ujung jari koala berfungsi memperkuat renggutan binatang ini ketika meraih dedaunan.

“Koala mencari makanan dengan memanjat pohon eukaliptus hingga cabang-cabang terkecil, lalu menjangkau dedaunan, merenggut segenggam dedaunan, dan memasukkannya ke mulut,” ujar tim itu dalam makalah ilmiahnya.

Para peneliti ini mengamati perilaku para koala dan menyimpulkan bahwa sidik jari pada koala muncul akibat adaptasi dalam proses mengumpulkan makanan. Agar daun menempel erat pada permukaan kulit, dibutuhkan tekstur khusus yang kesat seperti sidik jari. Menurut mereka sidik jari menimbulkan tekanan statis sehingga memudahkan koala saat menggenggam daun eukaliptus.

Sumber: