Apa yang anda ketahui tentang Habib Muhammad Luthfi bin Yahya?

tokoh Islam

Tokoh Islam dapat merujuk kepada: Ulama, bentuk jamak dari orang Alim, adalah pemuka atau pemimpin agama Islam yang bertugas untuk mengayomi, membina dan membimbing umat Islam baik dalam masalah-masalah syariah. Muslim, Orang yang memeluk agama Islam secara umum, termasuk didalamnya pesohor dan figur publik.

Siapakah Rais Am Jamiyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah Habib Muhammad Luthfi bin Yahya? mengapa sangat berpengaruh dalam tokoh agama islam

Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (lahir di Kota Pekalongan, 10 November 1947; umur 70 tahun, tanggal lahirnya bertepatan dengan 27 Rajab 1367 H) adalah pendakwah (syekh) kelahiran Kota Pekalongan berkebangsaan Indonesia. Selain menjadi pendakwah, Habib Luthfi juga menjadi ketua MUI Jawa Tengah.

Pendidikan pertama Maulana Habib Luthfi diterima dari ayah al Habib al Hafidz ‘Ali al Ghalib. Selanjutnya ia belajar di Madrasah Salafiah. Guru-gurunya di Madrasah itu di antaranya:

  1. Al Alim al ‘Alamah Sayid Ahmad bin ‘Ali bin Al Alamah al Qutb As Sayid ‘Ahmad bin Abdullah bin Thalib al Athas
  2. Sayid al Habib al ‘Alim Husain bin Sayid Hasyim bin Sayid Umar bin Sayid Thaha bin Yahya (pamannya sendiri)
  3. Sayid al ‘Alim Abu Bakar bin Abdullah bin ‘Alawi bin Abdullah bin Muhammad al ‘Athas Bâ ‘Alawi
  4. Sayid ‘Al Alim Muhammad bin Husain bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib al ‘Athas Bâ ‘Alawi.
  5. Muhammad Luthfi bin Yahya belajar di madrasah tersebut selama tiga tahun.

Selanjutnya pada tahun 1959 M, ia melanjutkan studinya ke pondok pesantren Benda Kerep, Cirebon. Kemudian Indramayu, Purwokerto dan Tegal. Setelah itu melanjutkan ke Mekah, Madinah dan di negara-negara lainnya. Ia menerima ilmu syari’ah, thariqah dan tasawuf dari para ulama-ulama besar, wali-wali Allah yang utama, guru-guru yang penguasaan ilmunya tidak diragukan lagi.

Dari guru-guru tersebut ia mendapat ijazah Khas (khusus), dan juga ‘Am (umum) dalam Da’wah dan nasyru syari’ah (menyebarkan syari’ah), thariqah, tashawuf, kitab-kitab hadits, tafsir, sanad, riwayat, dirayat, nahwu, kitab-kitab tauhid, tashwuf, bacaan-bacaan aurad, hizib-hizib, kitab-kitab shalawat, kitab thariqah, sanad-sanadnya, nasab, kitab-kitab kedokteran. Dan ia juga mendapat ijazah untuk membai’at.

Kelahiran dan silsilah Habib Muhammad Luthfi bin Yahya

Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dilahirkan di kota Pekalongan pada hari Senin pagi, pada tanggal 27 Rajab 1367 H, bertepatan pada tanggal 10 November tahun 1947 M. Beliau dilahirkan dari seorang Syarifah (gelar untuk perempuan yang bernasab Rasulullah), yang bernama Sayidah al- Karimah Syarifah Nur binti Sayyid Muhsin Maula Khilah dan ayah Habib Luthfi bernama al Habib al Hafidz Ali al Ghalib. Kelahiran beliau disaksikan oleh seorang Ulama Besar, Wali Besar, Wali Quthb di zamannya, Habib Abu Bakar bin Muhammad as Segaf Gresik. Konon, menurut cerita Kyai Zakaria, Habib Abu Bakar pula yang memberi nama.

Perjalanan Intelektual Habib Muhammad Luthfi bin Yahya

Perjalanan keilmuan Habib Luthfi dimulai dari mengaji secara langsung kepada ayah sendiri, Habib Ali bin Hasyim. Selain kepada ayah sendiri, Habib Luthfi juga paman-paman sendiri atau putera-puteri Habib Hasyim yang terkenal ke‟alimannya, yaitu:

  1. Habib Yahya bin Hasyim yang terkenal sebagai singa podium dengan hidupnya yang sederhana,
  2. Habib Husein bin Hasyim,
  3. Syarifah Khadijah binti Hasyim. Selain itu, Habib Luthfi juga belajar di Madrasah Salafiah Kota Pekalongan.

Guru-guru beliau di madrasah itu diantaranya:

  1. Habib Ali bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alatas,
  2. Habib Husain bin Hasyim bin Yahya,
  3. Habib Abu Bakar bin Abdullah bin Alwi bin Abdullah bin Muhammad Alatas, dan
  4. Habib Muhammad bin Husain bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alatas.

Habib Muhammad Luthfi bin Yahya merupakan pribadi yang haus ilmu dan berkah. Sehingga banyak Ulama yang Habib Luthfi datangi untuk memperoleh ilmu dan berkah dari para Ulama itu. Tercatat ada 95 orang yang menjadi guru Habib Luthfi.

Ada beberapa poin penting yang membuat kemanfaatan dan keberkahan ilmu dari Habib Luthfi:

  1. Cinta, taat, dan patuh pada ibu; selama proses belajar Habib Luthfi bukan hanya belajar, tapi juga ikut membantu ekonomi keluarga, termasuk dengan bertani, dan berjualan kayu bakar. Habib Luthfi juga melakukan segala sesuatu selalu atas restu dan doa ibu.

  2. Cinta, taat, dan patuh pada Guru; hal tersebut dibuktikan dengan totalitasnya berkhidmah, bahkan merelakan ketinggalan pelajaran demi memenuhi perintah guru. Sehingga semua guru mencintai Habib Luthfi dan menganggap Habib Luthfi seperti anak kandung sendiri.

  3. Mencari ilmu dan berguru tiada henti; bahkan sampai sekarang Habib Luthfi masih kerap berguru dan bertabaruk kepada Ulama-ulama lain, sekalipun kepada Ulama yang lebih muda usianya seperti Habib Umar bin Hafizh. Tercatat ada sekitar 95 orang guru dari Habib Luthfi.

Aktivitas dakwah dan organisasi Habib Muhammad Lutfi bin Yahya

  1. Gerakan pendidikan keagamaan

    Habib Muhammad Luthfi bin Yahya pertama kali mangajar pada tahun 1959 di Madrasah Diniyah desa Kliwed, dan aktifitas dakwah beliau terus berlanjut meskipun beliau masih berstatus sebagai santri, seperti ketika beliau berdakwah di Lebaksiu Tegal pada tahun 1962 sampai 1963 M.

    Selain itu, setiap hari kamis Habib Luthfi juga mengajari anak-anak yatim ilmu agama dan rutin membaca maulid Nabi. Bukan hanya itu, kepada anak yatim Habib Luthfi seperti ayah atau kakak mereka. Bahkan atas perjuangan Habib Luthfi yang dibantu oleh Habib Abdullah Fahmi al- Atas, bisa membangun dan menghidupi panti asuhan Darul Aitam kota Pekalongan.

    Habib Luthfi merupakan tokoh sentral Maulid Nabi Muhammad “Kanzus Sholawat”. Beliau menjadi penggerak Maulid Nabi yang menurut beliau dimulai sejak kakek buyut beliau, Habib Toha bin Muhammad al Qadhi bin Yahya di Abad ke-17 silam.

    Selain menjadi pengasuh Majelis Kanzus Sholawat, Habib Luthfi juga menjadi pengasuh dan penasehat beberapa pesantren dan majelis, seperti PP. Sunan Gunung Jati Ba‟alawi Semarang, PP. Al-Inshof Surakarta, PP. Nahrus Salamah Kudus, Majelis Asy-Syarifiyyah Pekalongan, Majelis Darul Hasyim Duren Sawit Jakarta, dan lain-lain.

  2. Gerakan thariqah dan organisasi

    Adapun dalam thariqah, Habib Luthfi merupakan mursyid thariqah dan sejak tahun 2000 menjabat sebagai Rais „Aam Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mu‟tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) atau organisasi yang menaungi semua thariqah yang terverifikasi silsilah dan ajarannya.

    Selain itu, Habib Luthfi melalui JATMAN mempelopori berdirinya MATAN (Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu‟tabarah An Nahdliyyah) yang mewadahi mahasiswa yang berthariqah dan sebagai media mengenalkan thariqah di kalangan mahasiswa. Sehingga, dengan adanya MATAN ini Habib Luthfi pelan-pelan mengubah stigma dan citra thariqah hanya untuk orang tua lanjut usia, tetapi thariqah juga penting dan harus untuk mahasiswa.

    Di Nahdlatul „Ulama (NU), Habib Luthfi merupakan salah satu tokoh yang sering mengatakan bahwa NU wajib dijaga dan dipertahankan keberadaannya. Adapun secara struktur, Habib Luthfi pernah menjabat sebagai Rais II Syuriah PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul „Ulama) pada periode 2010-2015 dan sekarang duduk sebagai Mustasyar (Penasehat) PBNU. Di samping itu, beliau juga pernah menjabat sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Jawa Tengah.

  3. Gerakan sosial

    Peran Habib Luthfi di tengah masyarakat, Habib Luthfi ibarat ayah bagi semua kalangan. Rumah beliau seperti rumah bagi semua umat dan terbuka 24 jam. Beliau setiap hari menemui tamu sampai subuh meskipun fisik tampak lelah karena pulang dari bepergian. Semua beliau pandang dengan kasih sayang. Sehingga beliau pun diminta banyak organisasi dan komunitas untuk menjadi penasehat, seperti penasehat beberapa produk rokok, penasehat PITI (Persaudaraan Islam Tionghoa), sampai menjadi penasehat komunitas vespa. Maka tak mengherankan, jika pengajian Jumat Kliwon dan Maulid yang dihadiri beliau, pun tampak orang-orang non muslim dan pemuda berambut gimbal ikut hadir.

  4. Gerakan ekonomi

    Habib Luthfi mempunyai rutinitas setiap malam Idul Fithri, beliau aktif membagikan beras zakat keliling Pekalongan. Awal mula pembagian beras itu, Habib Luthfi hanya membawa satu karung beras dengan naik becak bersama istri beliau (Syarifah Salma), tetapi pada Idul Fithri tahun lalu total beras yang dibagikan kepada anak yatim, dan fakir miskin mencapai 70 ton. Dan masih banyak gerakan lainnya di bidang ekonomi .

  5. Gerakan politik

    Dalam urusan kenegaraan, Habib Luthfi termasuk ulama yang bisa masuk ke semua kalangan pejabat. Bahkan tak jarang beliau memberi nasehat kepada presiden dan para pejabat lainnya. Hal itu karena sikap beliau yang selalu bersikap netral, dan tidak berpartai. Jadi gerakan politik beliau bukan pada politik praktis tetapi lebih ke gerakan high politic (politik tingkat tinggi) dimana beliau menjadi penasehat bagi para aktivis politik yang senantiasa berdatangan kepada beliau untuk meminta pertimbangan, saran dan nasehat dalam urusan politik dan kemaslahatan rakyat.

Sumber:
http://sc.syekhnurjati.ac.id/esscamp/risetmhs/BAB214123351247.pdf