Apa yang anda ketahui tentang Gamomania?

zz

Gamomania sendiri sebenarnya bukanlah suatu diagnosis yang ada dalam lingkungan Medis, kata ini sendiri merupakan bentuk turunan dari bahasa Latin/Yunani kuno yang mendapat tambahan “mania” untuk menggambarkan suatu gangguan obsesi/keinginan berlebih terhadap sesuatu hal.

Pengertian dari Gamomania sendiri adalah obsesi untuk selalu berada dalam status pernikahan dan atau suatu obsesi berlebih dan aneh untuk melakukan proses lamaran (seperti melamar 2 orang yang berbeda dalam waktu bersamaan dan atau melakukan lamaran dengan cara yang unik dan ekstrim), contohnya seseorang yang sedang berjalan tiba-tiba diajak menikah oleh penderita (gamomania) walaupun baru pertama kali bertemu. Menurut kamus bahasa Inggris, kata Gamomania sudah termasuk kata-kata yang usang (obsolete) dan hampir tidak pernah digunakan kembali.

Sebelumnya dalam pertanyaan Anda masih kurang jelas, apakah yang Anda maksudkan Suami Anda memiliki banyak Istri dalam 1 waktu bersamaan atau kah sudah melalui proses pernikahan dan perceraian sebanyak 5 kali? karena ini akan memiliki perbedaan sudut pandang baik secara hukum di Indonesia mau pun dari pandangan Medis.

Jika mengenai memiliki banyak istri dalam 1 waktu bersamaan, hal ini lazim dikenal dengan istilah Poligami. Berdasarkan hukum negara di Indonesia sendiri, praktik poligami hanya dapat dilakukan apabila persyaratan-persyaratan ketat yang ada secara hukum telah terpenuhi (UUP no 1 tahun 1974).

Jika yang Anda maksud adalah melakukan pernikahan (dan melalui proses perceraian) sebanyak lebih dari 4 kali, hal ini tentu tidak melanggar hukum yang ada di Indonesia. Secara medis sendiri hal ini bukanlah suatu gangguan medis, namun memang perlu didalami kembali mengenai hal yang menjadi faktor penyebab/alasan dari terjadinya hal ini, karena kemungkinan dapat saja ada suatu bentuk gangguan psikis/faktor psikologi yang mendasarinya.

Diperlukan konsultasi yang terarah dan intensif dengan psikolog untuk dapat menemukan apakah hal ini didasari oleh adanya kelainan dari sisi psikologis/medis atau tidak. Pada umumnya melalui suatu proses perceraian/berpisah dengan pasangan adalah tergolong dalam kategori stress yang berat bagi seseorang, oleh karena itu apabila hal ini terjadi terus menerus, tentu saja dari sisi medis tidak baik bagi seseorang.

Dalam menghadapi permasalahan dalam pernikahan, pasangan suami-istri dapat melakukan konseling pernikahan dengan psikolog untuk membantu menemukan solusi dan jalan keluar yang terbaik. Apabila memang dibutuhkan, konselor pernikahan dapat merujuk salah satu pasangan kepada dokter spesialis kejiwaan apabila didapati adanya kelainan medis yang mendasari terjadinya permasalahan seperti yang suami anda hadapi.